
Hari ini Devan sudah berada di sekolah. Devan kemudian menanyakan keberadaan Ketty dan Katan pada Leli. Karena Peristiwa penyerangan Key dan Ata, semuanya sudah mengetahuinya.
“Lel, kamu tahu tidak dimana Ke dan Ata dirawat? Aku berusaha menghubunginya tapi ponselnya tidak aktif,” tanya Devan kepada Leli.
Leli menyatakan kalau dirinya tidak mengetahui tempat Key dan Ata di rawat. Leli sudah diberitahu bunda Katrin untuk merahasiakannya. Karena Bunda Katrin tidak ingin kondisi putra dan putrinya diketahui oleh orang lain.
Devan menghela nafasnya, karena dalam hatinya pasti Leli sengaja menyembunyikannya. Perasaan Devan yang galau akhirnya memutuskan kembali ke kelasnya. Devan mencemaskan Key karena Devan yakin penyerangan itu pasti ada hubungannya dengan dirinya.
Pulang sekolah Leli langsung masuk ke mobilnya dan melajukan kendaraannya menuju rumah sakit tempat Key dirawat. Leli tidak mengetahui kalau dirinya diikuti oleh Devan.
Begitu sampai rumah sakit Leli langsung masuk ke ruang perawatan yang sudah ada bunda Katrin menunggui putra dan putrinya. Setelah mengucapkan salam ke bunda Leli langsung menemui Key yang duduk bersandar di ranjang rumah sakit.
Leli langsung memeluk sahabatnya dan memberikan bingkisan makanan dan cemilan yang telah disiapkan nya. Leli menghibur sahabatnya dengan candaan konyolnya sehingga membuat Key dan Ata bisa tertawa.
Bunda Katrin merasa senang dengan perubahan kedua putranya. Rasa trauma untuk keduanya berlahan-lahan mulai hilang.
Kegembiraan mereka tiba-tiba lenyap setelah seseorang mengetuk pintu mereka. Dan Leli membuka pintunya. Devan dengan perasaan tidak bersalah langsung menghampiri bunda Katrin dan minta izin menemui Key dan Ata. Bunda Katrin mengizinkannya dan terlihat biasa-biasa saja karena bunda tidak ingin putrinya mengetahui kalau dibalik semua penyerangan ini ada hubungannya dengan Devan.
Devan berjalan mendekati Key dan memberinya bunga dan buah untuknya. Devan tiba-tiba memeluk Key dan mengusap rambutnya. Dan membisikan sesuatu di telinga Key.
__ADS_1
“Maaf kan aku sayang, aku tidak ada di dekatmu waktu itu, dan aku tidak bisa melindungi mu,” ucapnya kemudian melepaskan pelukannya. Devan kemudian mengambil buah jeruk dan mengupasnya kemudian menyuapi Key. Kedua anak muda yang lagi terbakar rasa cintanya seolah-olah tidak menghiraukan sekelilingnya.
Bunda Katrin menghubungi ayah Andi untuk segera ke rumah sakit dan menceritakan kalau Devan berada di rumah sakit.
Tidak berapa lama ayah Andi datang. Ayah Andi mengamati hubungan Devan dan Key. Ayah Andi menghela nafasnya mudah-mudahan apa yang ditakutkan tidak akan terjadi. Menurut info dari kepolisian penyerangan kemarin yang mendalangi menagarah ke mamanya Devan yang memang tidak suka akan hubungan mereka.
Waktu menunjukan sudah sore hari, Devan ijin pulang. Andi pun beranjak pergi menyusul Devan. “Nak Devan, boleh om ngobrol sebentar. Kita ke kantin dulu.” Ayah Andi mengajaknya ke kantin dan memesan minuman untuk mereka berdua.
“Om, adakah sesuatu yang om ingin bicarakan?” tanya Devan yang merasakan kejanggalan dari ayah Andi yang tiba-tiba mengajaknya berbicara.
“Nak Devan sebelumnya om minta maaf bukan maksud hati om ingin melarang kamu berhubungan dengan Key, tapi perlu kamu tahu bahwa penyerangan yang menimpa Key semuanya karena ada hubungannya dengan kamu dan mama kamu. Jadi om rasa kamu harus menjauhi Key, karena om tidak ingin kejadian ini terulang lagi. Om tidak menuntut mama kamu karena om masih menghargai pertemanan om dengan papa kamu. Om tadi sudah bicara dengan papa kamu.” Andi sebenarnya tidak tega menyampaikan kepada Devan karena yang dia tahu Devan anak yang baik.
Tadi pagi Leo bertemu dengan Andi setelah surat panggilan kepolisian untuk Sandra yang dijadikan sebagai pihak tersangka datang untuk Sandra. Leo menunggu di café Andi. Leo dengan perasaan cemas dan bersalah menunggu kedatangan Andi.
Andi datang dengan masih memakai seragam. Andi yang arrogant nampak begitu gagah, sehingga membuat nyali Leo ciut.
Setelah basa-basi antara dua teman lama akhirnya Leo mengawali pembicaraan mereka berdua. “Bro, pasti kamu sudah mengetahui tujuan aku datang kesini. Aku minta maaf atas kejadian tempo siang yang membuat kedua putramu terluka. Aku tahu ini kejadian yang bisa membuat kedua putramu trauma. Bolehkah aku memohon, tolong sudahi kasus ini akau tidak ingin istriku masuk penjara.
“Aku tidak bisa, Leo aku begitu melihat putraku seperti itu aku semakin membenci istrimu. Bukankah kau juga punya anak? Bagaimana kalau itu terjadi pada anak-anak kamu, pasti kamu akan mengambil sikap yang sama,” kata Andi tegas. Namun tiba-tiba Leo berlutut di hadapannya hingga membuat Andi malu.
__ADS_1
“Aku mohon lupakan masalah ini. Aku akan selalu mengawasi istri aku. Dan aku akan menjaga anak aku biar tidak mendekati putri kamu.”
Andi menghela nafasnya. Dia tidak tega melihat sahabatnya sampai berlutut dan memohon di hadapannya seperti itu tanpa ada rasa malu. kemudian Andi menyuruh Leo untuk berdiri perihal masalah istrinya nanti akan dibicarakan dengan Katrin.
Tiba-tiba ponsel berbunyi dan berasal dari Katrin yang memintanya untuk datang ke rumah sakit. Andi akhirnya pergi meninggalkan Leo.
Flash back off
“Tapi om, Perasaan Devan ke Key sudah begitu dalam. Nanti aku akan bicara sama mama aku. Dan perlu om tahu papa aku tidak melarangku menjalin hubungan dengan Key. Meskipun aku masih sekolah, aku bersedia menjalin hubungan dengan Key ke jenjang yang lebih serius,” ucap Devan yang dibalas dengan desahan nafas panjang oleh ayah Andi.
“Dengar nak. Om tidak ingin anak om celaka lagi. Om kenal siapa mama kamu. Dia pasti akan bersikeras pada pendiriannya. Lebih baik kalian fokus belajar saja. Kalian masih remaja yang masih mencari jati diri kalian. Jadi jangan sia-siakan hidup kamu di masa remaja ini dengan hal-hal yang merugikan. Yakinlah akan ketentuan Allah lebih indah nak.” Ayah Andi menepuk bahu Devan, kemudian beranjak meninggalkan Devan setelah membayar minuman yang ada di kantin.
Devan pulang ke rumah dengan perasaan hancur karena mama yang dia cintai bisa berbuat kasar pada temen dekatnya. Key yang begitu ia cintai mengalami trauma dan Ata sahabatnya yang diperlakukan secara kasar.
Devan yang melewati mamanya di ruang keluarga tidak memperdulikan mamanya berteriak-teriak memanggilnya. Mama Sandra nampak kesal pada kelakuan putranya. Mama Sandra merasa kalau Devan sudah mengetahui perbuatannya terhadap Key dan kakak kembarnya.
Mama Sandra menghampiri Devan dan mengancamnya agar tidak menemuinya baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kalau itu terulang mama Sandra bersikeras akan menyakiti Key. Mama Sandra mengancam putranya yang duduk di sofa.
Leo yang baru datang mengetahui kalau Sandra mengancam putranya. Akhirnya Leo berusaha meredakan kemarahan Sandra agar tidak mempermasalahkan hubungan Devan dan Key. Bagi Leo maas lalunya sudah dia lupakan. Namun Sandra tetap bersikeras pada pendiriannya dan tidak mengijinkan Devan dekat dengan Key.
__ADS_1
💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, ayo bantu tingkatkan populeritas dengan memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.💕💕💕