Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Bahagia


__ADS_3

Brian dan Key menikmati bulan madu mereka di Jepang dengan perasaan senang. Brian selalu memanjakan Key dengan berbagai macam barang mewah. Key yang selalu diajari hidup sederhana terkadang risih dengan napa yang dilakukan oleh suaminya.


Brian mengajak Key keliling ke tempat-tempat wisata yang menarik di seluruh Jepang. Suatu hari Brian dan Key mampir ke restoran Jepang yang paling favorit di Jepang. Brian yang tampan selalu menarik perhatian semua gadis pribumi maupun gadis Indonesia yang tinggal di Jepang.


Tiba-tiba di saat mereka makan ada gadis Indonesia menghampiri mereka dan menyapa Brian. Gadis itu Bernama Brenda dan mengaku kalau teman kuliah Brian. Brenda yang agresif nampak sekali ingin mendekati Brian. Key yang kesal tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari mulutnya dan menaruhnya di kursi Brenda saat lengah. Brenda yang tidak menyadarinya saat duduk di kursi merasakan ada sesuatu yang dia duduki. Saat diambilnya ternyata laba-laba, Brenda yang panik dan takut sama laba-laba langsung lari terbirit-birit meninggalkan mereka.


Key terpingkal-pingkal melihat Brenda lari terbirit-birit. Brian tersenyum nakal melihat tingkah laku istrinya. “Sayang, ini pasti ulah kamu ya? Kamu itu selalu saja buat ulah dengan cewek-cewek penggoda seperti itu. Tidak seperti itu saja aku tak akan tergoda dengan cewek lain sayang? Jadi kamu tidak perlu repot-repot seperti itu Key?” Brian gemas dengan sikap Key.


“Habisnya ceweknya kegatelan banget sih kak, masa udah tau ada istrinya di dekatnya malah main sosor dan peluk-peluk segala,” ucap Key sengit sambil memanyunkan mulutnya.


“Sayang jangan kau manyun kan itu bibir kamu, awas nanti aku cium lo ya?” goda Brian pada Key namun Key mengabaikannya.


Brian yang melihat sikap istrinya tiba-tiba langsung membisikan sesuatu di telinga Key. “Sayang bibir kamu tambah seksi saja. Ayo segera balik ke hotel. Aku ingin memakannya!” ucap Brian tersenyum bahagia karena Key selalu mematuhi apa yang dia inginkan. Namun kali ini Key cuek dengan apa yang diucapkan oleh Brian.


“Sayang, tadi kan sudah 3 ronde masa mau lagi, nggaklah aku capek. Tubuh aku terasa sakit semua,” jawab Key yang mengangkat bahunya karena semalam dirinya dihajar habis-habisan oleh Brian tanpa sedikitpun dikasih ampun.


Brian tertawa terpingkal-pingkal dengan tingkah laku Key. “Sayang tapi kamu suka kan? Aku punya gaya baru lo?” bisik Brian semakin menggodanya.


Key yang merasa risih langsung geloyor pergi meninggalkan Brian. Brian yang tahu situasi langsung memanggil pelayan dan meninggalkan beberapa dollar untuk membayar makanan yang sudah mereka makan.


Brian mengejar Key hingga mereka akhirnya jalan sejajar. Brian yang melihat Key kesal langsung menariknya dan memeluknya kemudian berteriak dengan sangat kencang.

__ADS_1


“Key sayang, aku mencintai kamu, kita akan tetap bersama sampai menua bersama hingga….” Belum sempat Brian melanjutkan kata-katanya Key langsung mencium bibir suaminya. Brian yang semakin berhasrat langsung mengajak Key pulang ke hotel dan melanjutkan kisahnya.


Begitulah mereka di Jepang bersenang-senang dan menikmati kebahagiaan tanpa ada gangguan dari siapapun, Waktu sebulan pun sangat singkat hingga mereka pulang ke rumah. Mereka pulang ke rumah mereka yang disiapkan oleh Brian.


Brian memberikan oleh-oleh untuk ayah dan ibu mertuanya tak lupa paa dan mamanya. Leli tidak ketinggalan. Leli sepulang kerja langsung ke rumah Key karena sudah kangen berat dengan Key.


Leli dan Key sedang berada di belakang menikmati teh dan kue oleh-oleh dari Jepang. Leli yang penasaran langsung menggoda Key tentang bulan madunya.


Key hanya terkekeh mendengarkan pertanyaan Leli yang semakin kepo. “Lel, kalau kamu ingin tahu segera dong nikah sama kak Satria!” ucap Key yang semakin membuat Leli penasaran.


“Kau itu, sama temen sendiri saja tidak mau cerita, boleh dong ceritakan biar aku tahu bagaimana rasanya?” Leli semakin mendesak Key.


“Ah, tidaklah. Gak baik cerita begituan pamali dan tabu.” Ucap Key tegas.


“Gimana Key bulan madunya?” tanya Satria tiba-tiba hingga Key kembali terkekeh melihat pasangan muda-mudi yang ada di dekatnya.


“Kalian itu ya? kalau ingin tahu bagaimananya kalian harus nikah dulu,” ucap Key pada kakak Satria.


“Tentu dong Key. Kita sudah mengurus semua berkasnya kok dan ini tinggal menghitung hari untuk acara lamaran,” ucap Satria dan tanpa sungkan makan makanan yang ada di hadapannya.


Mereka ngobrol hingga waktu menjelang luhur. Brian yang biasa pulang kerumahnya makan siang langsung makan bersama dengan mereka. Mereka berempat nampak akrab dan saling bercanda.

__ADS_1


Di saat makan tiba-tiba Key merasa mual dan langsung berlari ke toilet. Brian mengikutinya dan memijit lehernya dan mengambil minyak untuk di oleskan ke leher Key. Semua makanan ia keluarkan hingga badannya tampak lemas. Brian memapahnya hendak hendak kembali duduk, namun tiba-tiba tubuhnya limbung dan hendak jatuh. Brian dengan sigap langsung menangkapnya dan membawanya masuk ke kamar.


Brian yang panik langsung melonggarkan baju Key kemudian dengan cekatan menelpon dokter keluarganya. Beberapa menit kemudian dokter datang. Dokter langsung memeriksa Key.


Setelah memeriksa dokter hanya memberinya vitamin untuk Key kemudian memerintahkan Brian untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan memastikan kehamilannya.


Brian sangat senang dengan napa yang disampaikan oleh dokter. Brian menunggu Key siuman, sementara itu bunda Katrin yang sudah datang langsung masuk ke kamar Key. Tidak lama kemudian Key siuman.


Brian langsung menciumi Key dengan gembira kemudian menyampaikan berita yang disampaikan oleh dokter keluarga.


“Alhamdulilah kita mau jadi calon orang tua kak. Aku bersyukur ternyata kita langsung diberi karunia yang terindah oleh Allah.” Ucap Key sambil berkaca-kaca menangis.


Bunda Katrin pun sangat senang dan langsung meminta ayah Andi datang ke rumah Key karena ada kejutan yang ingin disampaikan. Ayah Andi pun datang dengan masih memakai seragam dinasnya. Kemudian bunda Katin menyampaikan kalau dirinya akan segera jadi opa dan oma. Semua nampak gembira mendengar berita baik tersebut.


Brian tidak lama kemudian langsung mengganti bajunya dengan baju kasual dan mengantar Key ke rumah sakit ditemani ayah dan bunda Katrin. Sementara Satria dan Leli harus pulang terlebih dahulu karena ada kegiatan di kantornya yang harus diselesaikan.


Di rumah sakit ternyata mama dan papanya Brian sudah nunggu disana. Mamanya Brian nampak senang mendengar berita kehamilan Key dari Brian. Karena dirumah sakit sendiri Key mendapat fasilitas VIP sehingga hasilnya dapat segera di ketahui.


“Selamat pak? Istri anda memang hamil dan usia kandungannya baru memasuki 2 minggu jadi harus ekstra hati-hati untuk menjaganya,” ucap dokter kandungan.


“Terimakasih bu dokter, kami akan merawatnya dengan baik. Dan sebagai ucapan terimakasih, tolong terima ini! Brian mengeluarkan sesuatu dalam sakunya kemudian menulisnya dan menyerahkannya kepada dokter yang bantu memeriksanya.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.


__ADS_2