
Setelah acara wisuda selesai dan berjalan-jalan keliling wilayah Amerika untuk menikmati wisata. Ayah Andi dan bunda Katrin berencana meninggalkan Amerika terlebih dahulu. Untuk Brian tidak bisa mengikuti mereka karena masih ada urusan bisnis hyang harus diselesaikan. Untuk Key masih menyelesaikan adaministrasi dan mengurusi semua keperluananya kembali ke Indonesia.
Brian dan Key mengantarkankan ayah dan bunda di bandara. Sesaat setelah sampai di ruang tunggu pengantar, bunda menghentikan langkahnya kembali memeluk putrinya dan memberi wejangan sedikit kepada putrinya.
Key terdiam, semua ucapan bundanya dia dengarkan dan menganggukan kepalanya seolah mengerti akan ucapan bundanya. Karena waktunya menunjukan pesawat akan segera take off maka ayah dan bunda segera meninggalkan Key.
Brian langsung menggandeng tangan Key kemudian mengjaknya pulang ke apartermen. Brian membantu Key mengurusi segala seuatu yang berhubungan dengan kepulangannya ke Indonesia.
Untuk urusan di univrsitas bagi Brian itu tidaklah masalah karena Brian banyak mengenal professor dan petugas adminitrasi universitasnya Key.
Brian masih 2 hari berada di Amerika. Namun Brian mempercepat urusannya hingga besok bisa pulang ke Indonesia. Brian kemudian menghubungi Key agar semua barang-barngnya dikemas dan dikirim terlebih dahulu.
Brian membeli tiket pesawat untuk mereka berdua. Setelah membeli tiket pesawat Brian ke apartermen Key. Key yang kebetulan sedang tidur tanpa sadar setelah mendengar bell apartermenya tanpa pikir panjang ngeloyor pergi membukakan pintu. Setelah membuka pintu Key yang punya kebiasaan jelek langsung menghempaskan dirinya tidur kembali.
Key dibawah kesadarannya langsung tertidur pulas dengan masih memakai baju tidur yang sexi dan tipis hingga membuat lekuk-lekuk tubuhnya kelihatan. Brian terngaga mulutnya melihat pemandangan yang ada di depannya dan menahan salivanya.
Brian kemudian langsung menghampiri Key dan jongkok di depan Key kemudian mendekatinya dan hendak mencium kening Key. Dengan lembut Brian menciumnya hingga Key tidak sadar. Kemudian Brian mengendong Key dan menidurkannya ke kamarnya. Brian menyelimutinya dan meninggalkannya.
__ADS_1
Brian kemudian kembali ke kamar yang disediakan untuknya tempo hari yang bersebelahan dengan Key. Brian semalaman tidak bisa tidur karena membayangkan apa yang barusan dilihatnya. Ternyata Key memiliki bentuk tubuh yang sangat sexi dan menarik semua pria. Dalam hati Brian tidak ingin Key jatuh kepelukan orang lain meskipun itu adalah Devan.
Brian yang tidak bisa tidur akhirnya ke dapur hrndak mengambil minuman. Lampu apartermen yang remang-remang membuat dirinya terkejut tak kala bertabrakan dengan sosok gadis yang diimpikannya.
“Kak Brian, apa yang kakak lakukan disini. Bukannya kakak masih di luar untuk menyelesaikan urusan kakak?” teriak Key yang terkejut karena dirinya memakai baju tidur yang sexi. Key hendak berlari meninggalkan Brian namun sayang kakinya menyandung meja dapur hingga membuat dirinya kesakitan.
Brian langdung menyalakan lampu dapur kemudian menghapiri Key. Key gugup dan menahan saakit hendak berdiri mau berjalan meninggalkan Brian, namun tiba-tiba kakinya tidak bisa digerakan karena sakit. Brian duduk dihadapan Key kemudian memijit kakinya.
“Sayang tahan ya iniagak sakit.” Bisiknya kepada Key. Degan cekatan Brian memijit kaki Key yang luka kemudian Key yang tidak tahan sakitnya tiba-tiba menangkap lengan Brian dan memeluknya. Brian tersenyum manis melihat sikap Key. Mata mereka beradu pandang kembali Key merasakan getaran aneh dalam jantungnya. Key langsung menundukan pandangannya kemudian Brian kembali menggendong Key menuju sofa.
Brian menyelimuti tubuh Kay dan berbisik kepadanya.” Key lain kali janganlah kau memakai gaun sepeerti itu dihadapan pria lain. Untung aku masih bisa menahannya jika tidak hari ini kamu sudah akumakan dan aku kuliti bahkan tidak aku lepaskan hingga subuh,” ucap Brian dan membalikan tubuhnya pergi meniggalkan Key.
Key bengong dengan ucapan Brian dan bergumam. “Lagian siapa yang suruh bertamu ke apartermen anak gadis. Perasaan aku tadi di rumah sendirian kenapa bisa ada kak Brian?”
“Kamu kan tadiyang membukakan pintu apartermennya. Makanya kalau dalam keadaan bangun tidur, sebelum sadar jangan melakukan aktivitas dulu. Tunggu beberapa saat hingga kamu tersadar dari mimpi,” ucap Brian pada Key sambil nyelonong keluar kamar.
Brian kemudain kembali ke kamarnya setelah ambil air minum. Tidak lama kemudian Brian tertidur hingga pagi hari. Brian terbangun kemudian membersihkan diri dan melaksanakan solat subuh. Brian kemudian ke luar kamar untuk membuat sarapan seadanya yag di kulkas. Setelah semuanya siap Brian mengetuk kamar Key, memintanya untuk sarapan bersama.
__ADS_1
Key yang sudah bersiapsiap hendak keluar kamar langsung membuka pintu kamarnya. Key mengikuti Brian yang berjalan di depannya dan mereka berdua kemudian makan makanan yang disediakan oleh Brian.
“Key penerbangan kita nanti jam 7. Ayo segera makan dan kita langsung pergi ke bandara,” ucap Brian memberi peringatan kepada Key. Key hanya mengangguk tanpa ada suara sedikitpun yang keluar dari mulutnya.
Selesai sarapan Brian mengajak Key berangakat. Braian langsung memesan taxi untuk menuju bandara. Sepanjang jalan mereka berdua hanya terdiam tidak ada sepatah katapun yang diucapkan oleh Key maupun Brian. Sopir taxi melirik mereka berdua karena baginya kedua makhluk yang ada di dekatnya ini adalah mahkluk yang paling aneh yang dia jumpai. Mereka berdua sebearnya pasangan yang sangat cocok dan memiliki kemistri sebgai suamiistri tapi kelihatan acuh tak acuh satu sama lainnya.
Setelah sampai bandara mereka turun. Brian membukakan pintu untuk Key kemudiaan membawakan koper Key dan menggandengnya. Brian nampak sumringah berjalan dengan Key karena banyak pemuda-pemuda Amerika yang memandang iri dengannya bisa berjalan dengan gadis cantik kayak bidadari.
Di dalam pesawat Brian dan Key duduk bersebelahan. Brian selalu menggenggam tangan Key dan anehnya Key diam tidak ada penolakan dengan sikapa Brian. Key yang nampak lelah karena kurang tidur di dalam pesawat langsung tertidur hingga terkadang kepalannya terantuk-antuk ke samping. Brian yang tidak tega langsung menahannya dengan bahunya.
Perjalannya yang begitu jauh membuat Brian juga tertidur. Tidak terasa mereka berdua akhirnya sampai di kota kelahirannya. Brian langsung menelpon asisten pribadinya yan gtelah berada di bandara yang memang dari awal keberangkatan sudah diberitahu tentang kepulangannya.
Brian menyuruh asistennya untuk mamapir ke rumah makan dan baru melanjutkan ke rumah Key. Key yang lapar makan begitu lahap, karena kebetulan mkanan yang Brian pesan hampir semuanya makanan kesukaannya. Brian sesekali mengusap bibir Key yang belepotan dengan makanan. Brian yang tulus dan lembut memperlakukan Key bagaikan ratu. Belum selesai makan tiba-tiba Brian menangkap seeorang di belakang Key yang mirip dengan Devan. Namun Devan sedang makan dengan seorang wanita yang nempel terus dengannya.
Brian langsung menelpon asistennya untuk segera bersiap-siap karena mau segera pulang dari rumah makan. Brian langsung memanggil pelayan yang ada di dekatnya kemudian menyerahkan beberapa lembar uangnya untuk pembayaran makanannya tanpa peregi ke kasir. Brian takut kalau Key sakit hati melihat Devan bersama dengan Wanita lain.
Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.
__ADS_1