Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Mirip


__ADS_3

Embun pagi berlahan turun menyelimuti pekarangan rumah Andi. Ayah Andi dan bunda Katrin setelah membersihkan diri turun menuju mushola keluarga. Tidak berapa lama Ata dan Brian turun menuju mushola disusul oleh Key dan Leli.


Ayah Andi tiba-tiba mempersilahkan Brian untuk menjadi imam mereka. Sebenarnya Brian malu karena baginya ilmu agamanya masih jauh dari sempurna. Namun Brian menyadari hal ini sengaja dilakukan oleh ayah Andi karena ingin menguji dirinya. Brian merasa tertantang dan dengan bismillah dirinya menjadi imam waktu sholat subuh. Dan alhamdulilah apa yang dikerjakan saat ini berjalan lancar.


Setelah melakukan sholat subuh bunda dibantu mbok Sum, Key dan Leli menyiapkan makanan untuk sarapan. Key yang merasa heran ada Brian yang ada di rumahnya sangat terkejut dan menanyakannya kepada Leli. “Lel, kenapa kak Brian ada di rumah? Dan kenapa aku bisa langsung berada di dalam kamar aku?” tanya Key pada Leli dengan harapan bisa mendapat jawaban yang tepat.


“Karena Brian menolong kamu. Dan dia juga yang menggendong kamu masuk ke dalam kamar. Untuk Brian yang menginap di sini aku tidak tahu menahu, mungkin bunda yang tahu. Karena setelah mengantar kamu ke dalam kamar, Brian langsung turun bersama bunda,” bisik Leli pada Key agar tidak terdenar oleh bunda Katrin.


Detak jantung Key berdetak kencang tak kala mendengar jawaban dari Leli. Entah mengapa dirinya merasakan getar-getar aneh dalam jiwanya. Namun tiba-tiba lamunanya dibuat kacau oleh perintah bundanya. “Key, tolong antar minuman dan cemilan ini ke ruang fitness ya?”


“Iya bun, Key akan segera kesana,” ucap Key gugup karena takut kalau bundanya bisa membaca pikirannya.


Bunda tersenyum dengan tingkah anak gadisnya. Bunda teringat masa mudanya dulu.


Sementara ayah, Ata dan Brian masuk di ruang Fitnes yang memang sengaja disediakan oleh ayah Andi untuk kedua anaknya.


Ayah Andi meskipun usianya hampir setengah abad tapi masih terkesan kuat dan macho. Brian nampak mengagumi ayah Andi. Brian menayakan resep untuk menjadi cowok yang macho dan kuat. Ayah dengan antusias memberikan resepnya kepada Ata dan Brian. Baginya Brian merupakan calon mantu idaman yang cocok untuk Key.


Ayah Andi nampak interes dengan Brian hingga Ata pun mengolok-olok Brian agar intens untuk merebut hati adiknya. Karena telihat sekali kalau kedua orang tuanya memberi restu untuk Brian. Brian menanggapi celotehan Ata dengan biasa-biasa saja.

__ADS_1


Disela-sela istirahat mereka nampak akrap ngobrol. Ayah Andi pun serasa menjadi teman untuk mereka berdua. Key yang di suruh bunda membawakan kopi dan cemilan untuk mereka bertiga, langsung mendekati mereka. Key menaruh kopi dan cemilan di meja tempat mereka ngobrol.


Key yang gugup hendak memutar tubuhnya kembali ke dapur. Namun tiba-tiba kaki Key secara tidak sengaja kesandung salah satu kursi hingga hampir membuat Key terjatuh. Brian yang duduk dekat Key dengan sigap menagkap Key dalam pelukannya hingga mereka beradu pandang.


Brian dengan gugup melepaskan Key secara berlahan. Hal tersebut tidak lepas dari pengamatan ayah Andi. Ayah Andi yang sudah merasakan banyak makan garam kehidupan merasakan kalau keduanya sebenarnya ada sinyal-sinyal cinta.


Setelahb lepasa dari pelukan Brian, Key dengan sedikit berlari segera menuju ke dapur. Wajah Key memerah danhatinya masih bergetar mengingat kejadian tadi waktu dipeluk Brian. Leli mendekati sahabatnya dan menanyakan apa yang membuat Key mukanya memerah seolah-olah sedang jatuh cinta.


“Siapa yang jatuh cinta? Aku biasa-biasa saja. Sudahlah jangan tanya macam-macam, ayo kita teruskan pekerjaan kita.


“Key, betul Key kamu tidak apa-apa? Jangaan-jangan kamu sakit ya? Muka kamu kok memerah, coba sini mendekat ke bunda?” Bunda pun ikut-ikutan curiga dengan perubahan raut muka Key. Bunda menempelkan telapak tangannya ke kening Key. Namun suhu badannya menunjukan biasa-biasa saja seperti manusia normal.


Hubungan Leli dengan Satria juga sudah disetujui oleh kedua belah pihak. Rencananya mereka berdua akan melangsungkan pernikahan tahun depan.


Berhubung Key sudah pergi ke kamar, bunda Katrin akhirnya dengan leluasa bisa mengorekngorek tentang hubungannya Key dengan Devan. Leli pun dengan gamblang menjelaskan semua tentang Key dan Devan. Bahkan tentang sikap Devan tak kala mamanya dan gadis yang hendak dijodohkan dengan Devan berbuat tidak menyenangkan dengan Key.


Bunda Katrin dalam hatinya tidak rela putrinya mendapat perlakuan seperti itu dari mamanya Devan. Bunda nampak tidak menaruh simpati lagi pada Devan. Bunda menghela nafasnya sebagai seorang ibu, Bunda berharap Key akan berjodoh dengan Brian. Baginya Brian itu lelaki yang bertanggungjawab dan sangat mirip dengfan Andi di waktu muda. Brian pun menjadi penolong tepat disaat Key membutuhkan.


Acara masak pun selesai, bunda menyuruh Leli memanggil Key. Sedangkan semua laki-laki sudah bertolak ke kamar membersihkan diri.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka makan pagi bersama. Bunda mengambilkan nasi untuk ayah. Kemudian Ata dan Leli mngambil untuk mereka sendiri. Kemudian giliran Key mengambil nasi, bunda langsung menyuruh Key mengambilkan nasi untuk Brian dengan alasan menghormati tamu. Key hampir saja protes, tapi melihat tatapan ayah Andi, Key takut dan melaksanakan perintah bundanya.


Brian melihat apa yang dilakukan oleh Key terpaksa karena ayah dan bundanya. Tapi bagi Brian itu tidak masalah karena dia yakin Key akan belajar menerima cintanya. Baginya dukungan dari keluarga Key akan menguatkan Brian untuk mendekati Key.


Brian memang sudah jatuh cinta dan tergila-gila dengan Key. Brian memilih mendekati Key dengan cara yang positif. Brian bener-bener berharap Key jatuh cinta terhadap dirinya secara natural dari hati tidak ada paksaan atau tekanan dari siapapun.


“Terimakasih,” ucap Brian tak kala Key mengambilkan makanan dan minuman untuknya. Key hanya tersenyum simpul sedikit melirik kea rah Brian. Dengan seperti itu saja sudah membuat Brian terasa adem.


Tapi Key tetaplah Key yang sedikit nakal. Key berusaha ngerjain Brian dengan menaruh sambel yang banyak di piring Brian tak kala Brian lengah.


Hal itu tidak lepas dari pengamatan sang ayah. Ayah tidak ingin memepermalukan putrinya, ayah pun pura-pura tidak mengetahuinya. Hitung-hitung bisa dijadikan uji nyali untuk calon mantu kesayangannya.


Brian yang tidak sadar langsung memasukan makanan yang berisi banyak sambal ke dalam mulutnya hingga Brian kepedasan namun ditahannya hingga akhirnya Brian langsung menghabiskan minum yang ada di depannya.


Key yang merasa bersalah akhirnya tidak sadar juga memberikan minumannya yang sudah dia minum.


Semua orang tidak sadar fokus pada Key yang ternyata panik dan tidak tega melihat Brian kepedasan. Ayah Andi dan bunda Katrin salaing pandang melihat kelakuan mereka berdua.


💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2