Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Gara-gara Om Arga


__ADS_3

Ketty yang kembali dari toilet nampak kesal karena harus bertemu dengan Devan. Cowok aneh yang baru saja dia jumpai di sekolah dan di café. Mukanya yang ditekuk menarik perhatian Devan dan om Arga yang berada dalam mobil.


“Key ada apa dengan kamu,” tanya Katan pada adik kembarnya.


“Itu aku tadi ketemu sama cowok nyebelin yang datang dari planet lain. Masa seharian kita tiga kali bertemu. Menyebalkan dasar cowok aneh! Dan ini semua gara-gara om Aga yang nyuruh kita menjemput om,” ucap Ketty asal karena jengkelnya terhadap Devan.


“Lo kok bawa-bawa nama om sih? Memangnya om salah apa Key? Kenapa cowoknya godain kamu ya? Ayo kita cri cowoknya, nanti biar om hajarnya ya?” ucap om Arga seraya ingin membuka pintu mobil hendak mencari cowok yang menggoda keponakannya.


“Ha…, ha…, om jangan dengarkan Key om. Paling-paling Key itu luarnya doang yang membenci Devan tapi dalam hatinya sangat menyukai Devan,” ucap Katan yang menggoda adiknya. Ketty nampak gemas dengan ulah kakaknya.


“Kakak jangan mulai deh. Apa mau rahasia kakak saya bongkar?” ancam Key pada kakak kembarnya. Mendengar ancaman Key, Katan langsung diam tidak berkutik.


“O…, nama cowoknya Devan?” tanya om Arga kepada kedua keponakannya yang beranjak dewasa.


“Iya, om dan aku lihat anaknya juga baik, dan dia tipe anak yang bertanggungjawab. Satu lagi om kelihatannya keluarganya juga tajir om,” ucap Katan sambil melirik Ketty.


“Pletak.” Om Arga menjitak Katan dari belakang. Om Arga langsung memarahi Katan bahwa baik tidaknya cowok itu tidak dipandang dari materinya, apalagi materi dari orang tuanya.


“Rasain tuh. Dasar kakak nyebelin,” ucap Key yang masih manyun karena kakaknya kelihatannya paling suka kalau dirinya jadian sama Devan.


“Sudah ya? Kalian itu hobinya ribut terus. Ata, kenapa tante Anita dan kedua putra om tidak ikut jemput om?” Om Arga menghela nafas panjang, karena bagaimanapun dia berharap anak dan istrinya yang menjemputnya.

__ADS_1


“Itu om mereka berdua les kebetulan mereka sekalian melengkapi Adminitrasi untuk lomba besok. Dan tante Anita harus mengantar mereka karena ada beberapa berkas yang harus ditandatangani oleh orang tua.” Katan menjelaskan sejelas-jelasnya kenapa dia dan Ketty yang menjemput om Arga. Om Arga akhirnya memahaminya sehingga nampak diam dan tidak lagi galau seperti tadi.


Setelah beberapa menit menikmati perjalanan mereka bertiga sampai di rumah om Arga yang berada di samping rumahnya. Arga yang baru saja turun disambut oleh putranya Alex dan Arsha. Arga celingukan mencari istri tercintanya. Tak lama kemudian Anita datang menyambut kedatangan suaminya sambil minta maaf tidak bisa menjemput karena mengantar kedua putranya mengikuti les.


Arga yang rindu berat langsung mengajak Anita masuk ke dalam kamar sementara putra dan keponakannya disibukkan nya dengan oleh-oleh darinya. Arga langsung mencium kening dan bibir Anita. Mereka pun ingin sekali melepaskan hasratnya namun tiba-tiba pintu diketuk oleh Alex.


“Ada apa sayang?” tanya bunda Anita kepada putranya. Alex menyampaikan kalau Katan dan Ketty mau pulang.


Bunda Anita akhirnya mengikuti putranya berjalan menuju ruang tengah. Kemudian bunda Anita menyiapkan oleh-oleh untuk kedua kakak iparnya agar bisa dibawa Key dan Ata.


“Tante, terimakasih ya? yang sering-sering aja manjakan kita dengan oleh-oleh ya?” Key langsung nyosor pipi kanan dan kiri tante Anita. Kemudian pamit untuk pulang. Anita pun tidak lupa titip salam untuk Katrin. Karena dari kemarin Anita tidak bertemu dengan Katrin.


“Kak aku minta gendong dong kak?” Kata Ketty manja yang tiba-tiba melompat di punggung kakaknya hingga sampai di rumahnya. Bunda Katrin yang melihat kelakuan anak kembarnya langsung menyuruh mereka untuk masuk dan duduk di dekat tempat duduknya.


“Key kamu itu tidak lagi anak-anak? Dan lihatlah berat badan kamu? Kasihan kakak kamu Key?” bunda Katrin memberi nasehat kepada putrinya. Key pun hanya nyengir menerima nasehat dari bundanya kemudian Key menyerahkan titipan tante Anita kepada bundanya.


“Iya, bunda sayang, aku tidak akan mengulanginya lagi kok.” Key langsung memeluk bundanya dan mencium pipi bundanya. Katan pun tak mau kalah dengan sang adik, dan langsung mendekati mereka dan memeluk erat bunda dan adiknya.


“Hai…, hai…, ada apa ini kok ada acara peluk-pelukan tidak ajak-ajak ayah?” Ayah Andi tiba-tiba muncul dan ikut nimbrung dengan mereka di ruang keluarga. Ayah Andi kemudian menanyakan kabar om Arga kepada Katan.


Mereka sekeluarga nampak kompak dan sesekali mereka saling bercanda. Tiba-tiba Katan menceritakan kedekatan Ketty dengan Devan, sontak membuat Ketty terkejut dan langsung membungkam mulut kakaknya dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya bergelayut manja di leher kakaknya.

__ADS_1


Ayah Andi dan bunda Katrin nampak tersenyum melihat kedekatan putra kembarnya. Mereka bangga dengan kedua anaknya yang selalu mendapat prestasi di sekolahnya. Andi dan Katrin selalu membimbing kedua anaknya dengan baik dan mengarahkannnya jika ada kesalahan. Mereka tidak pernah memarahi kedua anaknya.


Katan dan Ketty selalu bertanggungjawab dengan tugasnya masing-masing dan tahu Batasan baik dan buruknya. Mereka selalu membahagiakan kedua orang tuanya.


“Ayah, minggu depan kita ultah ke 17, boleh dong yah kita undang temen-temen kita makan-makan di café kita?” ucap Ketty tiba-tiba ditengah keheningan di antara mereka.


“Boleh kok sayang? nanti kamu telpon om Doni biar disiapkan. Dan jangan lupa konsep ultahnya bagaimana kamu jelaskan sama om Doni!” ucap ayah Andi dan tentunya di dukung oleh bunda Katrin.


“Siap ayah?” Ketty langsung memeluk ayahnya dan mencium pipi ayahnya.


“Tapi perlu kamu ingat, acaranya tidak boleh ada minuman yang berbau alkhohol lo sayang? Ingat itu jangan sampai kalian berurusan dengan kantor ayah!” Ayah Andi memberi peringatan kepada putrinya. Kemudian ayah Andi bertanya kepada kakak Katan yang masih sibuk dengan ponselnya.


“Hai…, kalau jagoan ayah gimana? Adakah sesuatu yang perlu kamu sampaikan nak?” tanya ayah Andi kepada putranya.


“Tidak ayah, aku ngikut aja gimana baiknya. Aku yakin konsep yang diberikan oleh Key pasti menarik. Dia kan jago membuat konsep suatu acara yah? Di sekolah saja kalau ada kegiatan-kegiatan pasti didaulat membuat perencanaannya. Dan perlu ayah tahu semua guru dan anak-anak sangat menyukainya.” Katan memberi penjelasan kepada kedua orang tuanya tentang kemampuan Ketty.


“Iya ayah percaya kok. Semua anak ayah pandai dalam segala hal. Tahu gak kalian itu semua karena ayah bibit unggul sehingga kalian pinter-pinter semua?” Ayah Andi dengan bangga berkata kepada mereka seraya membusungkan dadanya.


“Ayah tidak lucu ah. Tentunya juga karena bunda dong? Bunda kan jago segalanya?” ucap Ketty membela bundanya. Bunda Katrin dan Katan hanya terkekeh melihat perdebatan ayah dan anak perempuannya.


💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2