
Waktu pun berjalan seiring dengan pertumbuhan si kembar yang menjadi remaja yang sangat tampan dan cantik. Semua group rempong sudah memiliki putra dan putri. Anita memiliki dua putra yang sangat tampan yang bernama Alex dan Arsha mereka juga tumbuh menjadi anak yang cerdas dan cantik. Sedangkan Dewi memiliki 2 putri yang cantik dan anggun bernama Alya dan Aleta.
Katan dan Ketty sekolah dalam satu tempat bahkan satu ruangan tapi mereka merupakan anak kembar yang sangat aneh dan istimewa karena kalau di sekolah mereka tidak menunjukan kalau satu keluarga bahkan sering debat dalam menanggapi masalah pembelajaran. Tapi kalau di rumah mereka kompak dan saling menyanyanginya dan mendukung satu sama lainnya.
Ketty berjalan menuju kelasnya setelah di antar ayah Andi. Ketty yang periang berjalan sambil bernyanyi tak disadarinya ada seorang cowok tampan mengikutinya. Karena menyadari ada yang mengikutinya, tiba-tiba Ketty menghentikan langkahnya sehingga tabrakan pun tak bisa dihindari. Cowok itu pun akhirnya menabrak Ketty hingga Ketty jatuh karena dorongan yang begitu kuat dari tubuh cowok itu.
“Maaf dik aku tidak sengaja.” Cowok itu langsung menolong Ketty yang terjatuh kemudian memapahnya duduk di bangku dekat taman sekolah. Mereka duduk berdampingan, mata elang sang cowok menatap tajam Ketty yang menahan sakit karena dengkulnya lecet.
“UKS nya ada di mana dik?” tanyanya. Ketty pun menunjukan UKS dengan menunjuk ke arah bagian utara sekolah. Tiba-tiba dengan sigap pemuda itu menggendong Ketty ala bridal style menuju UKS. Ketty yang kaget mendelik ke arah sang cowok. Tapi karena sakit Ketty diam saja. Di sepanjang jalan, banyak siswa dan siswi yang memandangi mereka. Mereka kagum dengan cowok tampan yang mengendong Ketty dan sekaligus mengagumi kecantikan Katty. Mereka bertanya-tanya siapa cowok yang menggendong Ketty karena memang cowok tersebut baru pindah dari luar kota.
Setelah sampai ke UKS sang cowok meminta antiseptic dan obat merah kepada petugas. Dengan sigap dia membersihkan luka di dengkul Ketty dan selanjutnya memberi obat merah. Ketty meringis kesakitan hingga tanpa sadar menekan lengan sang cowok sekencang-kencangnya. Sang cowok tersenyum melihat Ketty yang nampak lucu menahan sakit tapi masih kelihatan cantik.
“Tahan ya dik ini sakit, maaf aku tadi tidak sengaja. Aku itu mengikuti kamu itu sebenarnya mau tanya ruang adminitrasi sekolah. Kenalkan aku Devan, siswa kelas tiga yang baru pindah dari luar kota.” Mereka berdua berjabat tangan. Ketty yang Arogant dengan ketus menyebutkan namanya kemudian turun dari tempat duduknya dan berjalan keluar UKS hendak menuju kelasnya.
Devan mengejar Ketty dan hendak mengantarkannya ke ruang kelasnya. Ketty menolak niat baik Devan karena takut pasti nanti temen satu kelasnya akan heboh dengan kedatangan Devan.
Devan tidak melanjutkan langkahnya karena dia tahu pasti Ketty punya alasan menolak niat baiknya. Devan menghela nafasnya dan memandangi Ketty yang mulai menjauh darinya. Devan nampak menyukai Ketty, baginya dia merupakan gadis yang sangat menarik dan perlu dikejar. Namun Devan tidak akan gegabah untuk menyatakan isi hatinya.
__ADS_1
Tak lama Devan kemudian juga meninggalkan UKS. Setelah bertanya-tanya kepada beberapa siswa akhirnya Devan menemukan kelasnya. Devan yang cakep membuat semua cewek yang ada di kelas nampak mengaguminya.
Sementara itu Ketty tertatih-tatih berjalan menuju kelasnya. Katan yang mengetahui adiknya susah berjalan langsung menghampirinya kemudian memapahnya masuk menuju bangkunya.
“Dik, kaki kamu kenapa?” tanya Katan yang duduk di sebelahnya.
“Jatuh kak, tadi dikejar-kejar drakula handsome. Dan aku terlalu terpesona dibuatnya. Kau tahu kak dia cakep sekali.” Kebiasaan Ketty yang nyerocos tidak jelas jika bercakap-cakap dengan kakaknya. Katan menghela nafasnya setidaknya dia tahu kalau adiknya tidak perlu di khawatirkan.
“Dik, nanti kau pulang bareng aku saja tidak usah minta jemput ayah ataupun sopir ya?” Katan memberitahu adiknya, karena biasanya Ketty tidak lah mau jika bareng dengannya.
“Siap kak. Tapi langsung mampir ke café ya? Aku kangen suasana café kita kak sekalian makan siang di sana.” Ketty terkekeh melihat reaksi kakaknya. Sebenarnya Katan tidak suka diajak mampir-mampir sepulang sekolah tapi akhirnya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui permintaan adiknya. Katan meninggalkan adiknya dan kembali ke tempat duduknya.
Sementara itu Devan yang belum tahu status hubungan Katan dan Ketty nampak terbakar cemburu. Devan menghela nafasnya kemudian naik ke motor sportnya dan langsung melajukan kendaraannya untuk pulang namun sebelum pulang Devan berniat untuk mampir ke café yang biasa dia kunjungi.
Katan dan sang adik sudah berada di café keluarga. Disana mereka bertemu dengan om Doni. Doni yang mengetahui kedua keponakannya datang langsung meminta pelayan untuk menyajikan makanan istimewa yang mereka suka.
“Terimakasih om,” kata mereka berdua kompak.
__ADS_1
Devan yang baru datang melihat mereka kemudian menghampiri mereka. “Hai, Ketty bolehkah aku bergabung dengan kalian? Kalian pacaran ya?” tanyanya langsung duduk di dekat Katan.
“Hai, belum aku jawab sudah main duduk saja. Dasar cowok aneh,” ucap Ketty ketus sambil melanjutkan makannya.
Devan yang mendapat sambutan tidak sedap langsung beranjak hendak meninggalkan Ketty dan Katan.
“Tunggu dulu,silahkan duduk tidak apa-apa. Kaletty itu adik aku tepatnya saudara kembar aku. Dan aku Katan.” Katan mencegah Devan untuk pergi, hingga mereka berkenalan bahkan tidak lama mereka nampak akrap.
“Tapi kalian tidak nampak seperti saudara kembar, bahkan wajah kalian tidak mirip?” Devan bengong menatap mereka berdua secara bergantian.
“Ha…, ha…, kau ini ya? anak IPA tidak tahu kalau selain kembar identic juga ada yang kembar karena dua pembuahan. Payah kamu Devan?” Katan mentertawakan Devan demikian juga Ketty
Meraka berdua pun akrab seperti sudah berteman lama. Kemudian Devan menceritakan awal pertemuannya dengan Katty hingga Ketty memasang wajah jutek terhadapnya. Katan tertawa terkekeh mendengar penjelasan dari Devan.
“Kamu termasuk cowok yang beruntung Devan. Jika tidak pasti adikku akan mematahkan kaki atau tanganmu. Dia jago karate lo? Bahkan sering mengikuti kejuaran-kejuaraan,” kata Katan antusias sehingga membuat jengkel Ketty. Ketty mengerucutkan bibirnya nampak ngambek karena ucapan Katan. Devan tersenyum manis melihat Ketty. Baginya Ketty nampak seperti ratu yang patut untuk di kejar.
“Masa iya jago karate? Tapi setiap event lomba kok kita tidak pernah bertemu? Atau jangan-jangan aku yang kurang perhatian sama kamu ya?” tanya Devan yang memandang Ketty minta penjelasan. Ketty dengan santai dan cuek tetap masih asyik makan makanannya.
__ADS_1
“Sudahlah Devan janganlah kau ambil hati sikap adikku. Dia memang seperti itu!” Katan menengahi mereka agar tidak ada ketegangan dan kecanggungan diantara mereka berdua. Tidak lama kemudian pesanan devan datang dan mereka kembali menikmati makanannya tanpa sedikitpun ada suara di antara mereka.
##Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.##