
Hari ini jadwal pulang ke rumah. Pihak rumah sakit telah mengizinkan Katrin dan bayinya pulang ke rumah. Tepat hari Aqiqah kedua anaknya. Di rumah sekalian diadakan pesta. Semua teman dan saudaranya hadir ke rumah Katrin dan Andi.
Tora dan Widya juga datang dengan putranya. Tora dan Widya memang sudah lama tidak bertemu dengan Katrin. Tora mencium kening adik satu-satunya dan mengucapkan syukur atas keselamatan adik dan keponakannya. “Dik maafin kakak disaat adik susah kakak tidak bisa menemukanmu.”
“Kakak, alhamdulilah semuanya selamat. Terimakasih kakak sudah datang,” ucap Katrin yang masih berada di pembaringan.
“Andi awas ya kalau kamu sampai lengah lagi hingga membuat adik dan keponakanku sengsara maka mereka akan aku ambil dan aku rawat mereka,” ancam Tora pada Andi yang lagi duduk di tepi ranjang istrinya.
“Maaf bang, semua di luar kendali aku,” aku janji setelah ini aku akan memperkerjakan security untuk menjaga pintu gerbang,” ucap Andi yang langsung merespon perkataan Tora. Bagaimanapun keselamatan Katrin dan anaknya adalah tanggungjawabnya sebagai suami sekaligus ayah untuk mereka.
“Ok. Aku pegang janjimu bro!” Tora menepuk bahu Andi. Widya yang berada di tengah-tengah mereka nampak tersenyum memandang kedua sahabat tersebut. Baginya persahabatan mereka memang sagat unik hingga dipertemukan menjadi saudara ipar.
Satria putra Tora yang sudah bisa berjalan minta turun dan menghampiri kedua saudaranya. Satria nampak gemas dengan adik kembarnya. “Ante-ante adik aku cantik dan tapan,” ucapnya dengan masih cedal.
Semua group rempong hadir dengan suami mereka masing-masing. Anita dengan Arga, dan Dewi dengan Toni ditambah Doni dengan Farida semuanya nampak ceria karena mereka memiliki kabar gembirara dimana mereka telah hamil muda.
Anita hamil 3 bulan sedangkan Dewi dan Farida masih beberapa minggu. Para ibu-ibu muda saling bercanda di kamar Katrin sedangkan para bapak-bapak berada di teras dekat kolam renang.
Anita menceritakan bagaimana dia ngidam Arga di suruh nya membeli rujak serut hingga keliling kota hingga berjam-jam karena harus nunggu warungnya buka. Dan yang membuat Arga gila dini hari disuruh membeli rujak serut. Arga yang cerdik ternyata menyuruh mbok sum membuatnya.
“Terus gimana ceritanya kamu tahu kalau Arga menyuruh mbok Sum?” tanya Katrin ingin tahu.
__ADS_1
“Ya pas aku kesini mbok Sum nanya tentang lezat tidaknya rujak buatannya. Parah tidak Arga seperti itu?” tanya Anita kepada sahabat-sahabatnya. Dan kompak sahabatnya menjawab tidak.
Anita memanyunkan bibirnya nampak kesal pada sahabat-sahabatnya hingga membuat semua wanita di Katrin tertawa terbahak-bahak melihat sikap Anita.
“Sudahlah Nit, setidaknya suamimu menghargai permintaanmu dengan menurutinya. Untuk soal bagaimana memperolehnya itu tidak masalah dan yang terpenting halal,” Katrin nampak membela Arga yang merupakan adik iparnya.
“Gitu ya sekarang berat di adik iparnya daripada sahabat sendiri?” ujar Anita membalas pembelaan Katrin terhadap Arga.
“Jelaslah, namanya juga adik ipar. Iya kan Ar?” tanya Katrin yang memandang seseorang yang bersandar di pintu kamarnya yang tidak terkunci.
“Ada apa kak? Apa dik Anita sedang membuat heboh suasana?” tanya Arga langsung karena memang tahu karakter istrinya.
“Rin, kenapa dari tadi kok tidak bilang kalau kakak Arga ada di situ?” bisik anita ke telinga Katrin. Dewi mentertawakan ulah sahabatnya.
“Tidak apa-apa. Kakak nampak sabar dan sayang pada istri dan selalu memanjakan istrinya yang lagi nyidam. Terimakasih ya kak. Kakak ada apa mencari ku?”
“Itu dik, kita harus pulang karena ada tugas mendadak. Tapi kalau misalnya kamu masih di sini tidak masalah. Aku pulang sendiri saja.” Arga pamit pada kakak iparnya dan keponakannya.
“Aku ikut pulang sama kakak saja. Nanti kalau aku pulangnya belakang yang menyiapkan semua perlengkapan kakak siapa?” ucap Anita sambil bergelayut mesra ke luar dari kamar Kattrin.
Katrin menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sahabat dan adik iparnya. Group rempong hilang satu personel tapi tiba-tiba muncul Alexa yang tidak kalah heboh dengan Anita. Alexa langsung mencium pipi Katrin dan mengucapkan selamat ataas bayi kembarnya.
__ADS_1
“Xa, ayo dong segera menikah, tunggu apalagi buruan nanti bisa-bisa pak Irfan diambil orang lo? Ingat pak Irfan dosen favorit di kampus kit lo?” goda Katrin. Dewi nampak membumbui apa yang diucapkan oleh Katrin.
“Xa, ingat tidak waktu kamu berkunjung di tempat KKN kita dulu? Banyak temen kita yang cewek menyukai pak Irfan. Apalagi di kampusa Xa anak-anak yang beda jurusan pun sangat menyukai pak Irfan. Bahkan kemari nada satu cewek jurusan Manajemen datang langsung menemui pak Irfa? Gila tidak? Makanya ayo buruan segera halalkan Xa!” Dewi nampak antusias memanas-manasi Alexa. Alexa nampak bengong denga napa yang diucapkan oleh Dewi.
“Betul kah seperti itu?” tanya Alexa panik. Katrin dan Dewi bersama-sama langsung mengganggukan kepalanya tanda memberi persetujuan.
“Ah, bisa-bisanya ya calon suamiku dapat fans begitu banyak ya? Memangnya disana tidak ada dosen lain setampan calon suami aku?” tanya Alexa penuh percaya diri.
“Ada sih, tapi pak Irfan terkesan cool sehingga banyak mahasiswi yang tertantang untuk mendekatinya.” Dewi menambahi obrolan mereka sehingga tambah hangat. Karena berisik tiba-tiba si kembar menagis. Alexa menghampirinya dan berusaha membuat mereka diam.
“Halo, sayang jangan nangis ya? Ayo bercanda dengan tante Alexa. Katty cantik besok kamu harus jadi wanita yang bisa menakhlukan hati semua cowok ya? Kalau sudah besar nanti tante ajarin make up dan pakai gaun yang elegan. Dan hai Katan kamu harus jadi cowok yang macho dan tampan yang bisa meluluhkan hati para cewek ya?” ucap Alexa justru membuat tangis kedua bayi kembar itu semakin keras. Andi yang mendengar bayinya menangis langsung mendekati bayinya.
“Sayang, tante Alexa nakal ya? Suaranya mengusik kamu y? Sini sama ayah Andi.” Andi menggendong bayi Katan sedangkan Ketty diserahkan sama bundanya untuk disusui. Sedangkan Alexa hanya nyengir melihat andi yang begitu lihai menggendong putranya.
“Kak, ternyata selain suami yang ideal untuk kak Katrin ternyata kakak bisa juga jadi ayah yang sempurna untuk Katan dan Ketty ya? Wah kalau begitu kak Irfan sebelum menikah harus banyak belajar dari kakak,” ucap Alexa dan langsung keluar ingin mengajak Irfan masuk ke kamar Katrin dan Andi.
“Xa mau kemana kamu?” tanya Dewi yang tau dan bisa menebak pemikiran Alexa.
“Mau ajak kak Irfan ke sini biar tahu caranya kak Andi menenangkan putranya.” Alexa kembali meneruskan langkahnya kemudian Dewi dan Farida membuntutinya.
“Xa, kamu itu ya bener-bener gadis aneh. Masa calon suamimu kamu suruh lihat Katrin menyusui putranya. Gila apa?” bisik Dewi ke telinga Alexa.
__ADS_1
“Tau tuh, Alexa ada-ada saja. Ayo lebih baik kita bantu bunda Clara dan buda Ajeng menyiapkan berkat dan parsel untuk acara nanti sore. Akhirnya mereka bertiga pergi ke dapur bergabung dengan bunda-bunda dan mbok Sum. Sementara Andi dan KAtrin mengurus buah ha
💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.💕💕💕