
Usia kandungan Katrin sudah semakin membesar, tri semester pertama kehamilan tidak ada kendala. Saat ini keluarga besar akan mengadakan syukuran sekaligus telon-telon. Di rumah diadakan pengajian. Keluarga besar berharap nanti kehamilannya tidak ada masalah dan kelahiran berjalan dengan lancar.
Dan harapan mereka yang tidak kalah penting adalah menadapatkan putra maupun putri yang soleh dan solekhah. Setelah acara selesai tidak semua kerabat langsung pulang, tetapi mereka masih bersenda gurau di ruang keluarga.
“Alhamdulilah acara berjalan lancar. Dan semua undangan hadir termasuk putra-putri panti,” ucap bunda Clara yang duduk di sofa bersama ayah Sandi.
“Iya. Semoga ini awal keberkahan bagi keluarga kita hingga cucu kita lahir,” ucap ayah Sandi yang memperhatikan anak dan menantunya asyik ngobrol.
“Sayang,cepet besar ya, nanti ayah akan menagjakmu bermain, Ayah merindukanmu,” ucap Andi yang mengusap-usap perut Katrin yang mulai kelihatan membuncit.
“Kak, geli kak,” ucap Katrin tanpa malu di dengar oleh seluruh keluarganya.
“Sayang, aku itu hanya menunjukan kasih sayangku terhadap anakku,” kata Andi sedikit berbisik di telinga Katrin.
“Iya tapi nanti ya? kita masih ngobrol sama nenek dan kakek,” ucap Katrin tanpa bermaksud menyinggung perasaan Andi.
“Iya sayang tapi nanti bonus ya? Ayah boleh tengok sebentar ya?” goda Andi pada Katrin yang nampak memonyongkan bibir nya.
“Rin, besok anta raku ke kantor kak Arga ya?” tiba-tiba Anita datang bersama Arga dan bergabung dengan Andi dan KAtrin.
“Beres Nit, la emangnya kamu tidak dijemput dulu sama Arga?” tanya Katrin pada Anita yang nampak cemas kalau Katrin tidak mau menjemputnya.
“Aku ada rapat darurat kak, tapi nanti pulangnya sama aku saja. Tolong anterin Anita ya kak bersama kak Andi. Kak Andi besok kan kakak libur tolong ya?” Arga memohon kepada kakaknya.
“Iya, beres. Aku akan mengantar adik iparku ke kantor kamu. Tenang saja yang terpenting besok urusannya lancar,” ucap Andi mendo’akan Arga dan Anita.
__ADS_1
“Sayang sini sama bunda,” ucap bunda Clara yang duduk berdampingan dengan bunda Ajeng. Sedangkan ayah Sandi pergi ke luar menemui kerabat lainnya yang belum pulang.
Katrin dan Anita mendekati bunda mereka. “Rin sebentar lagi kamu akan menjadi orantua seutuhnya, kamu kelak harus bisa menjaga pribadi dan tingkahlaku kamu sebagai seorang ibu ya? Dan kamu juga Anita, nanti pasti akan mengalami seperti bunda. Tapi nunggu sampai syah dulu lo? Dan nanti segera menyusul seperti Katrin,” ucap bunda Clara tanpa ada rasa sungkan dengan besannya.
“Baik bunda, aku akan menjaga kehormatanku dan kehormatan kak Arga selaku prajurit sejati,” ucap Anita sopan dan membuat calon mertuanya terkesan dengan ucapannya.
“Ya, harus seperti itu Anita? Istri parjurit harus siap mental dan lahir batin. Kehormatan suamimu harus kamu jaga, meskipun kamu sering ditinggal berdinas ke luar kota maupun ke medan perang.” Bunda Clara mengusap bahu Anita dengan kasih sayang kemudian bunda Clara memeluk kedua menantunya.
“Jeng, meskipun tidak punya anak perempuan akhirnya dapat juga anak menantu ya jeng?” Bunda Ajenga senang menatap bunda Clara yang memperlakukan putrinya dengan limpahan kasih sayang.
“Tentu lah jeng, dia menantuku tapi juga merupakan anak perempuanku karena mereka berdua kelak yang akan menjadi ibu dari cucu-cucuku dan selalu membahagiakan putraku,” ucap bunda Clara bangga dengan kedua menantunya.
“Sayang, ayo kita pulang. Hari sudah malam kasihan cucu kita kelihatannya bundanya capek.” Ayah Sandi muncul dihadapan mereka.
“Semua tamu sudah pulang to yah?” tanya bunda Clara berdiri dari tempat duduknya kemudian pamitan kepada bunda Ajeng.
“Nak, bunda mau istirahat juga, bunda capek.” Bunda Ajeng beranjak pergi menuju kamar tamu.
“Sayang, semua sudah buyar, ayo kita buat acara sendiri ya?” Andi langsung mengendong istrinya masuk ke dalam kamarnya.
Andi memulai aktivitas malamnya dengan merebahkan Katrin di tempat tidurnya. Andi mulai mencium perut Katrin dengan lembut dan penuh kasih sayang. Andi mulai menyusuri semua tubuh Katrin hingga mengecup bibir Katrin terus ke leher jenjangnya dan berlanjut membenamkan pusakanya secara berlahan-lahan. Mereka berdua merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa.
“Terimkasih sayang, kamu selalu melayaniku tanpa menolakku meskipun kamu capek.” Andi mengecup kening Katrin hingga akhirnya mereka tertidur hingga adzan subuh membangunkan mereka berdua.
“Sayang ayo bangun, kita mandi ya setelah itu kita sholat,”bisik Andi di telinga istrinya, Katrin hanya menggeliat manja. Andi pun berlahan membuka selimut istrinya, tapi Andi tidak beranjak pergi mengajaknya mandi. Andi kembali mengulangi kembali mencari sensasi kenikmatan yang luar biasa. Andi setelah selesai dan terkulai lemas beristirahat sejenak, kemudian beranjak berdiri menggendong istrinya menuju kamar mandi.
__ADS_1
“Sayang, mandinya agak cepat ya? Nanti waktu subuhnya keburu habis,” ucap Andi langsung memandikan istrinya dengan penuh kasih sayang. setelah selesai mereka melakukan sholat subuh berjamaah.
“Kak, ayo ke pasar aku ingin beli Gatot?” ucap Katrin tiba-tiba setelah melakukan sholat berjamaah dengan suaminya.
“Gatot? Ngawur kamu dik masa sudah ada kakak kok masih beli Gatot? Memangnya kamu belum puas ya semalam?” tanya Andi menahan marah.
“Kak, Gatot itu makanan ciri khas gunung kidul yang berasal dari gplek ketela yang dimasak kemudian diberi kelapa parut. Aku kemarin pernah lihat ada di pasar gang depan rumah,” ucap Katrin memeohon kepada suminya.
“Astaga sayang, kirain Gatot itu manusia?” Andi menepuk jidatnya sendiri karena salah paham dengan permintaan Katrin.
“Ayo sayang, aku akan membelikanmu, tunggu aku ambil kunci mobil dulu,” Andi hendak mengambil kunci mobilnya di dalam laci dekat tempat tidur.
“Tidak usah sayang, kita jalan kaki saja sambil olah raga. Di pasar depan gang aja kok sayang,” ucap katrin manja sambil menggandeng suaminya untuk ke luar rumah.
“Sayang semoga kita akan tetap seperti ini ya? menua bersama smapi kakek dan nenek-nenek?” ucap Andi mengelus-elus kepala Katrin dengan belaian kasih sayang.
“Amin. Iya, sayang semoga Allah mendengarkan do’a kita.” Katrin tersenyum bahagia. Dan tidak terasa mereka berdua sudah sampai pasar dan mencari makanan yang diingikan oleh Katrin. Katrin minta dibungkuskan dua bungkus untuk dirinya, sedangkan Andi tidak mau karena takut perutnya sakit.
“Sayang, ayo kita makan di gzebo taman ya?” Katrin mengajak suaminya berjalan di taman kompleks dan duduk di gazebo sambil makan makanan pesanannya. Andi hanya mengamti istrinya yang makan dengan sangat rakus, sehingga mendorong dirinya untuk memakannya.
“Mau ya? ini aku suapin.” Katrin menyusapi suaminya dengan sangat pelan.
“Iya, kok enak ya dik? Aku suka dik, besok-besok kita beli lagi ya?” ucap Andi setelah merasakan makanan Gatot yang dibeli oleh Katrin. Disaat makan tiba-tiba Katrinmengingat sesuatu.
“Astaga kak, kita kan dimintai tolong maengantar Anita?” tanya Katrin cemas, takut waktunya terlewatkan.
__ADS_1
“Iya, sayang. masih nanti jam 10.00 wib acaranya. Jadi yang tenang ya? kamu lanjut makan mu!” ucap Andi sambil sesekali minta disuapin Katrin.
Terimakasih para pembaca yang setia, maaf baru update episode nya? Jangan lupa kasih komentar, like dan votenya!