
Hari pernikahan hampir dekat dan kurang beberapa hari lagi Key sudah dipingit tidak boleh keluar rumah dan bertemu dengan Brian. Brian sudah kelimpungan tidak bisa menahan hasratnya. Brian video call dengan Key.
“Sayang, aku merindukanmu? Bolehkah aku bertemu dengan kamu? Menunggu 4 hari itu cukup lama dan membosankan. Sehari saja rasanya satu tahun apalagi 4 hari rasanya kayak 4 tahun,” ucap Brian melalui video callnya.
“Ih, kakak. Kemarin kan baru ketemu. Masa sekarang sudah rindu? Kalau rindu, kakak bisa membuat tenda di depan rumah jadi kakak nanti bisa lihat aku kalau lagi di keluar rumah,” ucap Key sekenanya.
“Boleh ya dik? Wah kalau begitu aku ke sana sekarang ya? Tunggu aku sebentar lagi aku pastikan sampai di depan rumah kamu,” ucap Brian kemudian mematikan ponselnya.
“Astaga, kakak Brian bisa-bisa nanti membawa tenda sungguhan dan menggelar tenda di depan rumah. Kalau ketahuan ayah, pasti kak Brian akan dihukum. Tapi kayaknya tidak mungkin kalau kak Brian akan nekad seperti itu,” gumam Key yang kemudian melanjutkan tidurnya dan rebahan di ranjang.
Key sudah tidak memperdulikan lagi Brian, Key tertidur pulas hingga pagi hari. Sementara itu adzan subuh berkumandang, semua penghuni rumah sudah bangun dan bersiap-siap untuk sholat subuh. Ayah Andi yang sudah bangun dahulu dan hendak jamaah ke masjid tiba-tiba dikejutkan dengan keberadaan Brian yang keluar dari tenda.
“Astagfirullah nak Brian sejak kapan disini?” tanya ayah Andi kepada calon menantunya.
“Sejak tadi malam yah? Habisnya di rumah tidak bis tidur dan inginnya berdekatan terus dengan Key,” ucap Brian sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Lo yang membukakan pintu pagar siapa? Kok bisa masuk ke halaman?” tanya ayah Andi kepada Brian.
“Maaf pak saya yang membukakan pintu pak,” ucap satpam rumah ayah Andi.
“Ya sudah, ayah ke masjid dulu. Kamu bersihkan badanmu dan sholat di mushola rumah saja. Nanti kita bicarakan lagi,” ucap ayah Andi sambil keluar rumah.
Andi yang sudah dapat izin masuk rumah diantar satpam rumah menuju kamar tamu. Andi bergegas membersihkan badannya kemudian keluar kamar berjalan menuju mushola yang ada di rumah.
__ADS_1
Key dan bunda yang sudah berada di mushola di buat terkejut oleh kehadiran Brian. Brian kemudian sholat subuh tanpa menghiraukan perhatian Key dan bunda yang sudah selesai sholat.
Key dan bunda ke luar ruangan kemudian langsung ke dapur menyiapkan sarapan pagi. “Astaga, Key ternyata Brian itu lebih bucin dari ayahmu Andi. Ayah kamu itu dulu sama bunda bucin banget tapi tidak seperti itu,” ucap bunda sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Mana aku tahu bunda? Kak Brian tadi malam itu bilang kalau kangen dan ingin selalu ketemu aku jadi aku bilang saja tuk buat tenda di depan. E…kakak Briannya malah betul-betul buat tenda di depan,” ucap Key yang lagi membuat minuman untuk ayah dan Andi.
“Key…Key… cowok itu kalau bener-bener cinta sama cowek pasti tantangan apapun akan dikerjakannya.
“Tak tahulah bunda, aku sebenarnya bercanda tapi tidak mengira kalau kak Brian betul-betul buat tenda.” Ucap Key menyakinkan bundanya
Tidak lama kemudian ayah Andi datang dan lansung menyerbu bunda Katrin yang lagi masak di dapur. Bunda bener-bener mendapatkan suami dan calon menantunya merupakan sosok yang tidak jauh berbeda dengan suaminya.
Ayah mengabaikan kalau di dekatnya ada putrinya. Bunda melepaskan tangan ayah yang bergelayut manja di pinggangnya.
Ayah Andi kemudian mencari Brian untuk diajak fitness di ruang olahraga. Hari ini ayah akan bener-bener menguji mental calon menantunya. Ayah Andi mengajak calon menantunya itu untuk angkat beban. Brian tidak bisa menolak lagi, apa kemauan ayah Andi. Brian mengangkat beban 20 kg namun sesaat lagi ditambahi oleh ayah Andi menjadi 40 kg daan akhirnya menjadi 60 kg.
Brian nampak bercucuran keringat karena menahan beban sekian kg yang sengaja ayah Andi kondisikan untuk menguji kekuatan Brian.
Sementara Key di dapur nampak gelisah, hal itu tidak lepas dari perhatian bunda Katrin. Bunda Katrin yang mengerti kegelisahan anak gadisnya segera menyuruhnya untuk menyusul ke tempat fitnes dengan membawa minuman dan cemilan ringan.
Key berjalan ke ruang fitness kemudian melihat kalau Brian dikerjain sama ayahnya, Key yang tidak tega langsung mendekati ayahnya dan merayunya.
“Ayah, tolong jangan siksa kak Brian seperti itu? Kasihan kak Brian yang tidak biasa dengan beban seperti itu!” ucap Key sambil bergelayut manja di lengan ayahnya. Ayah Andi terkekeh dengan sikap putrinya.
__ADS_1
“Key sayang, begitu itu tidak akan membuat Brian mati, dia justru akan terbentuk menjadi lelaki sejati yang kuat dan perkasa. Lihat ayah, meskipun sudah tua tapi otot tubuh ayah masih kelihatan kuat dan kenceng,” ucap ayah Andi sambil mengangkat lengannya untuk ditunjukan ke Key.
“Tapi ayah kak Brian kan tidak pernah pegang begituan, yang dia pegang kan paling-paling hanya tinta?” ucap Key membela Brian agar ayahnya menyudahi permainan ini. Sementara Brian memberi kode pada Key agar diam.
Dengan datangnya Key justru membuat Brian nampak semangat dan menyelesaikan semua tugas-tugas ayah Andi dengan baik.
Ayah Andi semakin menyukai calon menantunya. Ayah Andi kemudian memberi perintah untuk mengakhiri permainan fitnesnya. Key dengan cekatan langsung menghampiri Brian dan mengusap keringatnya dengan handuk kecil yang dibawa oleh Brian.
Ayah Andi meninggalkan mereka berdua untuk kembali bersama istri tercintanya. “Bunda, masaknya sudah selesai belum?” tanya ayah Andi yang tiba-tiba memeluk istrinya dari belakang.
“Sudah kok sayang, kamu jangan begitu? Itu lagi ada calon menantu apa kamu tidak malu?” ucap bunda Katrin yang membalikan tubuhnya menghadap ke suaminya.
Ayah Andi langsung memanfaatkan moment tersebut dengan mencium kening istrinya kemudian membisikan sesuatu ke telinga istrinya.
“Sayang, ayo mandi bareng ya?” ucap ayah Andi langsung menggendong bunda Katrin menuju kamar.
“Sayang, aku sudah mandi,” ucap bunda Katrin yang tidak dihiraukan lagi oleh ayah Andi. Ayah Andi langsung masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower air hingga tubuh mereka berdua terguyur air. Ayah Andi yang sudah mulai memanas langsung menyerang bunda Katrin yang tanpa perlawanan sama sekali.
Ayah Andi langsung memakan bunda Katrin dengan sentuhan-sentuhan yang membuat bunda menyerang balik ayah Andi dengan sensasi sentuhan yang luar biasa bisa membuat mereka berdua puas.
Setelah puas dengan permainan mereka, ayah Andi membersihkan tubuhnya dan tubuh istrinya kemudian menggendongnya kembali ke ranjang. Ayah Andi menurunkan tubuh istrinya dengan hati-hati dan mengambilkan baju untuk istrinya tercinta.
Begitulah ayah Andi selalu memperlakukan istrinya dengan baik. Sementara itu Brian dengan Key sudah membersihkan tubuhnya dan siap-siap untuk sarapan sambil menunggu ayah Andi dan bunda Katrin.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.