
Key tertidur pulas yang tanpa sengaja dan sadar masih memeluk Brian yang memang tadi malam dirinya menariknya untuk tidur dengannya. Di pagi hari yang cerah Key membuka matanya dan hendak membersihkan diri untuk sholat subuh. Key dikejutkan dengan sosok tubuh Brian yang masih memeluknya.
Key yang terkejut langsung dengan sekuat tenaga mendorong Brian hingga terjatuh dari ranjang Key. Brian terkejut dan meringis kesakitan karena kepalanya terbentur lantai.
Begitu tersadar akan perbuatannya Key langsung mengecek seluruh tubuhnya. Key tersenyum puas tak kala bajunya masih melekat dalam tubuhnya. Namun Key tetaplah Key seorang gadis yang keras kepala hingga dengan spontan memarahi Brian.
Brian memberi penjelasan tentang kejadian semalam hingga dirinya tertidur seranjang dengan Key. Brian meringis kesakitan memijit-mijit kepalanya yang terbentur lantai. Namun tiba-tiba Brian bangkit dari posisinya dan segera mengambil ponselnya.
Key yang tidak mengerti tingkah Brian hanya mengamatinya. Brian dengan cekatan menghubungi asistennya yang bernama Anton. Brian memberitahunya agfar menghendel semua kegiatan hari ini. Karena kalau dirinya memaksa pulang meskipun pakai pesawat pribadi tidak memungkinkan akan sampai tepat waktu. Brian menghela nafasnya karena dirinya ketiduran dan menjaga Key semalaman.
Key yang memperhatikan tingkah laku dan gerak gerik Brian, merasa bersalah ternyata Brian mengorbankan kerjaannya hanya karena menunggu dirinya.
Key dengan malu-malu kemudian mengambil beberapa perlengkapan mandi untuk diberikan pada Brian. Brian tersenyum melihat perubahan yang terjadi pada Key. Setidaknya Key sudah bisa menghargai dirinya yang sejatinya mencintainya dengan tulus.
Brian mengambil perlengkapan mandinya kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Key beranjak keluar dari kamarnya menuju kamar sebelah untuk mandi.
Setelah membersihkan diri Brian dan Key solat bersama. Setelah selesai solat Brian langsung menuju dapur dan membuatkan sarapan ala kadarnya untuk mereka berdua.
Key yang sudah mulai terbiasa merasakan masakan Brian nampak menikmatinya dengan lahap. Brian menyelesaikan makanannya. Kemudian mereka berdua membereskan semua barang yang kotor untuk memasak.
Brian kemudian pamit untuk pulang ke apartermennya dan segera pulang ke Indonesia. Brian keluar apatermen dan berjalan menujun pintu. Dengan persaan galau Brian enggan meninggalkan Key.
__ADS_1
“Kakak, kenapa? Adakah sesuatu yang tertinggal?” tanya Key yang melihat kegalauan Brian.
“Sebenarnya kakak masih ingin di sini. Menunggu kamu sampai lulus. Setidaknya aku merasa tenang berdekatan dengan kamu.” Brian berucap sambil memgangi tangan Key.
“Kakak, kamu jangan ngacau. Kakak harus kerja nanti perusahaannya bagaimana? Kakak merintis perusahaan sejak masih duduk di bangku sekolah. Janganlah kakak sekarang keenakan hingga membuat perusahaan kakak mengalami krisis,” ucap Key seolah-olah tahu teentang bisnis.
“Key, sayang itu tak akan terjadi. Aku sudah memeikirkannya kok. Dan aku sudah telpon Anton. Dia cukup bisa dihandalkan dan bisa mengatasi semua masalah yang ada di perusahaan.” Ucap Brian pada Key.
Brian yang belum melepaskan genggaman tangan Key, tiba-tiba langsung menariknya dalam pelukannnya. Kemudian mengecup keningnya, dan membisikan sesuatu ke telinga Key. “ Sayang, aku siap membahagiakan kamu. setelah lulus kamu menikah dengan aku ya?”
Key nampak tersipu malu dan tidak menjawab apa yang dibisikan oleh Brian. Brian akhirnya pergi meninggalkan apatermen milik Key.
Key kembali masuk ke dalam kamarnya. Key langsung menghempaskan dirinya di ranjang. yang tidak sengaja menemukan kartu kredit di nakasnya. Dibawah kartu kredit ada tulisan tangan dan menyatakan kalau memang kartu debit itu diberikan Brian untuk Key.
Key semakin kesal karena pesannya hanya dibaca saja. Kemudian Key langsung mengganti bajunya dan memakai baju penghangat langsung keluar apartermennya. Key langsung menghubungi ponsel Brian.
Brian mengangkatnya, “Assalamualaikum sayang, baru ditinggal saja sudah kangen?” ucap Brian sambail cengar-cengir.
“Waalaikusalam. Kakak sudah di bandara atau masih di apartermen,” jawab Key dengan pertanyaan.
“Di Apartermen sayang, ini udah mau berangkat ke bandara. Ada apa? Kalau soal kartu debit kamu pegang saja. Pakai kalau kamu membutuhkan, kalau tidak butuh kamu pegang saja. Kakak ikhlas kasih ke kamu, sebentar lagi kita akan menikah,” ucap Brian dengan percaya diri dan semakin membuat Key kesal.
__ADS_1
“Kak, kalau begitu aku langsung ke bandara saja,” ucap Key kesal dan langsung ke luar apartermen dan memesan taxi untuk menuju bandara.
Tidak lama kemudian Key sudah sampai di bandara karena jarak apartermen dengan bandara tidak begitu jauh.
Key langsung masuk dan menuju ruang tunggu dekat pintu masuk. Key yakin Brian belum sampai. Dan tak lama kemudian Brian berjalan menuju bandara dan dari jauh nampak tersenyum simpul melihat Key dari jauh.
Brian berjalan menghampirinya. “Sayang, kan sudah aku bilang untuk kamu simpan. Begitu saja kok repot. Uang aku tidak akan habis untuk kamu, bahkan untuk beli aparetemen saja tidak akan membuata kau bangkrut.”
“Kakak, kamu bener-bener sombong ya kak? Ingat kak aku tidak akan pernah pakai uang kamu. dan perlu kamu ingat ayah aku masih bisa membiayai aku. Bener-bener orang kaya yang sombong dan songong. Aku bukanlah Wanita seperti itu kak,” ucap Key kesal dan menempelkan kartu debit Brian ke dada Brian.
Brian terkekeh melihat sikap Key baginya Key adalah sosok Wanita yang menarik karena baru kali ini melihat Wanita vcantik dan tidak tertarik dengan uang. Brian semakin dibuat jatuh cinta oleh sikap Key karena selama ini semua Wanita yang dia kenal selalu memanfaatkan dirinya dengan menghambur-hamburkan uangnya tanpa sungkan.
“Ya sudah kalau begitu. Kamu jangan marah ya? Nanti cantiknya luntur. Sana cepet balik, kakak ini sudah mau berangkat. Kalau kamu kangen sama ayah dan bunda boleh kok ikut sekalian,” ucap Brian lembut hingga membuat hati Key adem dan tidak jadi marah-marah.
“Tidak kak. Terimakasih. Kakak hati-hati di jalan. Kalau sudah sampai telpon aku ya?” ucap Key, kemudian pamit untuk kembali ke apartermennya.
Brian menganggukan kepalanya. Namun tak kala Key mau memutar tubuhnya untuk kembali, tiba-tiba Brian memanggil Key kembali.
“Dik, ada yang masih tertinggal,” ucap Brian yang spontan membuat Key kembali berhadapan dengan Brian.
Brian dengan cekatan menarik tangan Key dan memeluknya kemudian mengecup kening Key dan membisikan sesuatu. “Dik, jagalah hati kamu untuk kakak ya? setelah lulus kakak akan melamar kamu.”
__ADS_1
Key hanya melongo saja tanpa ada jawaban sepatahpn dari bibirnya. Setelah lepas dari pelukan Brian Key memutar tubuhnya untuk berjalan keluar bandara dengan perasaan yang tidak menentu.
Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.