
Key mulai mengikuti perkuliahan. Sudah satu bulan Key berada di Amerika dan menjalin hubungan jarakjauh dengan Devan. Entah mengapa akhir-akhir ini Devan jarang berkomunikasi dengannya. Bahkan jarang memberi kabar atau informasi tentang kegiatannya.
Key sudah bertekad untuk sementara mengabaikan apa yang terjadi denganya. Key enjoy dengan kegiatannya di kampus sehingga bisa melupakan Devan. Key berniat untuk konsentrasi menyelesaikan kuliahnya baru memikirkan kembali Devan.
Setelah selesai praktek di rumah sakit Key menyusuri lorong di pusat perbelanjaan Amerika. Key berniat membeli baju yang tebal karena hari ini di Amerika terjadi perubahan musim dingin.
Key memilih baju yang sesuai dengan ukuran dan stylenya. Key biasaanya lebih suka baju penghangat yang sederhana dan pas dengan bodynya yang semampai. Key mengambil beberapa potong baju kemudian menuju ke kasir. Key selesai membayar angsung memutar badannya sambil memasukan kartu debitnya ke dalam dompetnya namun tiba-tiba dirinya menabrak seseorang hingga Key hampir terjatuh.
Namun dengan sigap orang yang ditabraknya menagkapnya hingga memeluknya sangat erat. Pemuda itu menghirup wangi rambut Key hingga Key yang merasakannya sangat risih dibuatnya. Key langsung melepaskan dirinya dan hendak menamparnya namaun tangannya ditahan oleh pemuda tersebut.
“Hai nona yang cantik dan seksi kau benar-benar memiliki tubuh yang indah dan rambut yang wangi hingga membuat aku terpana. Key sayang ternyata kita berjodoh ya? Dimana ada Key disitu ada Brian. Aku yakin kit aitu jodoh yang dipertemukan oleh Allah,” Ucap pemuda tersebut dengan cengar-cengir.
“Astaga kak Brian. Apa yang kamu lakukan? Ternyata kamu cowok yang nakal dan berotak kotor juga ya? Menyebalkan! Jangan-jangan kamu punya kelainan suka menghirup rambut anak gadis,” ucap Key marah sambil meninggalkan Brian.
Brian mengejar Key dan menyeraahkan semua belanjanya ke asistennya. Key berjalan cepat dengan gesit seolah-olah sedang diikuti oleh seorang penguntit. Brian yang sering ke Amerika karena urusan bisnis yang hafal seluk beluk jalan di Amerika langsung memotong jalan hingga akhirnya berada tepat di depan Kay.
Brian menangkap lengan Key dan membujunya agar mau diantar pulang olehnya. Key yang keras kepala menolak Brian hingga Brian dengan cekatan menggendong Key disalah satu pundaknya hingga Key menghadap ke punggungnya.
Key meronta-ronta hendak minta dilepaskan oleh Brian. Brian yang tahu kelemahan Key langsung membisikan sesuatu ke telinga Key hingga Key terdiam.
Brian tersenyum puas ternyata bisa mengancam Key dengan mengingatkan hutang Key waktu kejadian di mall ketika masih di Indonesia.
Brian langsung memasukan Key dalam mobilnya. Kemudian Brian menghubungi asistennya agar pulang sendiri menuju hotel yang mereka sewa.
Brian kemudian bertanya kepada Key tentang alamat apartermennya. Key dengan sangat terpaksa memberikan alamat apartermennya. Brian langsung melajukan mobilnya menuju apartermen Key. Namun ketika sampai ke pertokoan bahan makanan Brian menghentikan mobilnya dan turun untuk belanja keperluan sehari-hari.
__ADS_1
Setelah membeli semua keperluan Brian dan Key melanjutkan perjalanannya menuju apartermen Key. Brian dengan rasa sayang membukakan pintu mobil untuk Key, kemudian mengambil belanjaannya untuk dibawa masuk ke apartermen Key.
“Kak Brian, apa yang kakak lakukan kenapa kakak membawa semua belanjaan kakak untuk masuk ke apartermen aku?” ucap Key penasasaran dengan perbuatan Brian.
“Key, aku belanja memang untuk kamu. Sudahlah jangan kamu pikirkan aku senang kok bisa membelanjakan keperluan sehari-hari untuk Wanita yang aku cintai. Ayo masuk bantu aku membawa yang lainnya,” ucap Brian cuek hingga berjalan menuju pintu.
Key yang berada di belakang langsung mendahului Brian dan memasukan kode pintu apartermennya hingga terbuka.
Setelah masuk apartermen semua belanjaan ditaruh di meja makan. Key mengambilkan minuman dingin dan makanan ringan untuk Brian.
Mereka ngobrol di ruang tamu, disaat asyik ngobrol tiba-tiba perut Key berbunyi karena dari tadi Key lupa makan.
“Key, kamu lapar ya?” tanya Brian, yang dibalas dengan anggukan oleh Key.
Brian langsung menuju ke dapur meskipun Key belum menjawabnya. Key mengikuti Brian dari belakang.
“Kakak, harusnya kakak tidak usah repot-repot seperti ini. Aku bisa deleveri makanan kak. Lagian aku harusnya yang memanjakan tamu aku bukan sebaliknya,” ucap Key dibelakang Brian. Hingga Brian yang mendengarnya langsung menghetikan langkahnya.
Karena berhenti mendadak membuat Key yang kurang fokus menabrak punggung Brian. Brian tersenyum menghadapi Key yang manyun karena kesal dengan ulahnya.
Brian menggandeng Key untuk mengajaknya duduk di kursi makan. Brian kembali membisikan sesuatu hingga membuat hati Key bergetar.
“Gadis manja dan ceroboh yang calon dokter, kamu yang tenang ya? Apapun pasti aku lakukan untuk gadisku,” ucap Brian yang langsung memakai celemek dan dengan cekatan mengambil bahan makanan dari kulkas yang bisa dimasak.
Key memperhatikan aktivitas Brian. Dalam hati Key, berharap Devan yang melakukan semua itu untuknya namun seketika angan-angannya buyar tak kala suara Brian menyadarkannya.
__ADS_1
“Key coba kau incipi masakan kakak, gimana rasanya? Enak tidak?” tanya Brian yang membuyarkan lamunannya.
Key mengambil sendok di tangfan Brian kemudian mencicipi masakannya. Key pun tersenyum puas dengan masakan Brian.
“Kakak, ini enak sekali bolehkah aku memakannnya sekarang?” ucap Key girang. Key langsung berdiri dari duduknya kemudian mengambil dua piring untuk dirinya dan Brian.
Key dengan cekatan memindahkan masakan Brian ke dalam piring. Kemudian Key memberikan satu piring makanannya untuk Brian.
Mereka berdua nampak menikmati makanan yang dimasak oleh Brian. Brian sesekali mencuri pandang ke wajah Key yang ayu. Key makan dengan lahap seperti anak kecil yang sedang kelaparan.
“Key yang pelan makannya, aku tidak akan memintanya. Kalau kamu mau nambvah lagi ini punya kakak kamu habisin.” Brian menambahkan makanannya ke piring Key. Key dengan antusias makan dan tidak mempedulikan lagi apa yang dilakukan oleh Brian.
“Terimakasih kak. Ini enak sekali, kalau seperti ini terus nanti bisa-bisa berat badan aku naik. Aku suka kak. Kakak memang hebat. Kakak itu mirip dengan ayah Andi yang suka masak dan memanjakan bunda,” ucap Key tanpa sadar telah memuji Brian.
Brian tersenyum puas dengan sikap Key. “O…jadi aku seperti ayah Andi. Kalau ayah Andi bisa membahagaiakan bunda Katrin, tentunya aku boleh dong membahagiakan putrinya?” tanya Brian tiba-tiba yang membuat Key berhenti makan setelah tersadar dengan ucapannya.
Key yang terkejut hingga membuatnya tersedak. Brian yang panik langsung memberinya minum dan menepuk-nepuk bahu Key.
“Key kalau makan hati-hati ya? Aku tidak ingin kamu terjadi apa-apa? Aku sayang sama kamu Key?” Brian kemali terduduk di hadapan Key setelah memastikan Key baik-baik saja.
Key hanya terpaku dan terdiam mendengar ucapan Brian. Baginya hanya Brian yang mengerti hati dan dirinya. Dan perasaan Key mulai goyah dengan keberadaan Brian.
💕💕💕
Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.💕💕💕
__ADS_1