
Andi hari ini sebagai anggota Satpol PP bersama timnya memimpin apel Operasi Penyakit Masyarakat yang dikenal dengan Operasi Pekat. Operasi dilaksanakan gabungan dengan Dinas Sosial.
Operasi Pekat ini memfokuskan terhadap PSK dengan harapan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Adapun sasarannya adalah hotel dan tempat-tempat tertentu yang dijadikan tempat mesum.
Andi dengan pesonanya selalu bisa membersihkan targetnya dengan baik. Bahkan Mawar sang tokoh PSK legendaris yang terkenal sexi dan cantik bisa dia tangkap. Biasanya Mawar yang langganan para pengusaha kaya yang terkenal di daerah itu selalu lolos tapi kali ini dia tidak berusaha melarikan diri sama sekali.
“Bang Andi kejar aku biar kamu ku tangkap,” katanya yang tertangkap basah melayani seorang pria hidung belang. Mawar langsung berlari memeluk Andi dengan pakaian yang sangat minim dan seronok. Mawar mengalungkan tangannya di leher Andi dan berusaha mengecup bibir Andi, tapi Andi yang cekatan langsung menghindarinya.
“Wah Pak Andi dapat bonus ya? Gimana pak rasanya?” sahut salah satu wartawan yang meliput kegiatan hari itu.
“Bonus gundul mu, ini kan jadi petaka untuk ku kalau istriku tahu. Bisa-bisa aku tidak dapet jatah,” ucap Andi yang berusaha melepaskan pelukan Mawar.
“Bang mau dong kita dijatah?” goda Mawar yang semakin panas dengan tingkah Andi. Bagi Mawar, pesona Andi pasti beda dengan pria hidung belang langganannya.
“Mbak Mawar yang sopan ya? Toni tolong kamu bawa Mawar berkumpul dengan lainnya,” ucap Andi tegas penuh Wibawa.
“Siap, pak! Pak gimana rasanya dapat sentuhan bola Volly kembar?” bisik Toni sambil melangkah mengamankan Mawar.
“Dasar anak buah gemblung!” Andi memukul lengan Toni kemudian berlanjut memeriksa yang lainnya.
Sementara Katrin yang berada di café bersama Anita, melihat siaran langsung yang berada di televisi. Anita pamit ke kamar mandi. Tidak lama setelah kepergian Anita, di dalam berita tersebut menampilkan tentang Operasi Pekat yang dipimpin oleh Andi. Dan yang membuat dia terkejut Andi kelihatan seperti dicium seorang Wanita.
“Astaga kak Andi, siapa Wanita itu? Awas kamu kak? Untung Anita tidak melihatnya. Kalau melihat, mulutnya yang ember itu bisa menyebarkan berita ini kemana-mana,” gumam Katrin sambil mengalihkan canel televisinya.
“Rin, kamu kenapa? Wajahmu kok murung banget?” tanya anita setelah kembali dari kamar mandi.
“Tidak apa-apa, aku tidak enak badan,” ucap Katrin membohongi Anita.
“Ya sudah, ayo kita pulang. Aku pamit dulu sama kak Doni.” Anita pergi mencari Doni. Setelah pamitan dengan Doni Anita mengantarkan Katrin pulang ke rumahnya. Kemudian Anita langsung pamit untuk pulang.
“Mbok Sum tolong, nanti kalau bapak pulang makanannya disiapkan ya? Aku tidak enak badan.” Katrin langsung masuk ke kamarnya setelah memberi perintah mbok Sum.
__ADS_1
“Sakit apa ya? Nyonya muda. Kok mukanya lesu banget,” gumam Mbok Sum yang merasa kasihan dengan Katrin langsung menghampirinya dan membuatkannya minuman hangat.
“Nyonya minum dulu? Biar badannya hangat dan cepet sembuh.” Mbok Sum meletakan minuman di meja dekat tempat tidur Katrin.
“Terimakasih mbok,” Katrin menyeruput minuman yang dibawakan oleh mbok Sum dan mengembalikan gelas kosongnya kepada mbok Sum.
Mbok sum kembali ke dapur menyiapkan semua masakan yang ia masak untuk di taruh di meja. Tak berapa lama Andi pulang dari kantor, tapi tidak seperti biasanya Katrin tidak ada di ruang keluarga menunggunya.
“Mbok, nyonya muda kemana?” tanya Andi cemas karena tidak melihat istrinya menyambutnya pulang. Biasanya Katrin selalu menyambutnya sambil bergelayut manja dengan mesra.
“Ada di kamar pak, nyonya muda lagi tidak enak badan,” kata mbok Sum sambil melanjutkan kegiatannya.
Andi langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya di tatapnya Katrin yang tidur membelakanginya menghadap tembok. Andi langsung menghampirinya dan memegang keningnya untuk memastikan demam atau tidak.
“Tidak demam terus yang sakit apanya?” gumam Andi lirih kemudian mengguncang-guncang tubuh Katrin untuk bangun. Katrin yang sadar dan tidak tertidur diam tidak bergerak sama sekali.
“Sayang kamu kenapa? Tidak lucu tahu? Ok kalau begitu ayo ke rumah sakit!” ucap Andi panik melihat Katrin yang tidak reaksi.
“Sayang, kamu sakit jantung? Apa yang kamu rasakan? Ayo kita ke dokter jantung!” ucap Andi yang tidak peka sehingga membuat Katrin semakin marah.
“Kakak…, aku sakit hati lihat kakak berpelukan sama cewek lain. Dan kakak kelihatan banget menikmatinya!” Katrin tak bisa membendung air matanya lagi hingga akhirnya menangis.
“Dik, itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Percayalah padaku aku cinta banget sama kamu sayang? kalau tidak percaya belahlah dadaku,” ucap Andi sambil merengkuh badan Katrin dalam pelukannya.
Katrin yang sakit hati dan cemburu berusaha meronta-ronta melepaskan diri dalam pelukan Andi.
“Aku tidak mau tidur sama kakak. kakak tidur di kamar tamu saja!” teriak Katrin sambil memukul-mukul dada bidang Andi.
Andi yang sangat tahu karakter Katrin langsung mengecup bibir Katrin dan berusaha membuat sensasi yang bisa membuat Katrin tenang. Entah bagaimana cara Andi bisa membuat tenang Katrin bahkan permasalahan mereka berakhir di dalam pergulatan suami istri yang kenikmatannya tidak bisa dibayangkan hingga akhirnya mereka berdua tertidur pulas.
Sayub-sayub Adzan subuh berkumandang membangunkan mereka. Andi membangunkan Katrin dan mengangkatnya untuk mandi bersama dan selanjutnya mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah.
__ADS_1
“Kak, ayo kita ke pasar beli gethuk sama lapis legit.” Tidak ada hujan dan angin tiba-tiba Katrin meminta dibelikan gethuk dan lapis legit.
“Sayang ini masih pagi, yang jualan paling baru berangkat ke pasar.” Andi melepas baju kokonya dan menggantinya dengan kaos casual.
“Aku mintanya sekarang kak, tidak pakai nanti,” rengek Katrin manja dan merajuk kepada Andi.
“Ya, sebentar biar aku suruh mbok Sum yang membelikan.” Andi hendak melangkah pergi dari kamarnya mencari mbok Sum.
“Kak, aku mintanya kakak yang membelikan?” Katrin menahan Andi dengan menarik lengan Andi agar tidak pergi memanggil mbok Sum.
“Tumben sayang, kamu sangat manja banget.” Andi mengecup bibir Katrin.
“Ayo kalau begitu kita berangkat.” Andi mengambil kunci mobilnya untuk berangkat ke pasar.
“Aku ingin naik motor kak. Biar keren dan bisa peluk kakak?” Andi menukarkan kunci mobilnya dengan kunci motor gedhenya.
Andi mengeluarkan motornya dari garasi kemudian memanasi mesin motornya dan terus berlanjut hendak berangkat ke pasar.
“Ayo dik naik dan kamu pakai jaket kamu, udaranya di luar sangat dingin, jangan sampai kamu sakit.” Andi dengan sabar membimbingnya Katrin naik ke motornya kemudian menyalakannya dengan kecepatan sedang.
“Kak, Ayo kencangkan laju kendaraannya!” teriak KAtrin di dekat telinga Andi.
“Dik, kamu kenapa? biasanya kalau naik motor sedikit ngebut saja kamu takut.” Ucap Andi sambil menambah sedikit kecepatannya.
“Entahlah kak pokoknya kalau sudah dilakukan aku merasa puas dan senang.” Katrin memeluk tubuh suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
Setelah sampai pasar Andi dan Katrin mencari makanan yang dia maksud. Mereka berdua jadi pusat perhatian orang-orang di pasar.
Setelah berkeliling hampir setengah jam, mereka mendapatkan makanan yang Katrin mau?
💕💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kira-kira ada apa dengan Katrin ya? Mari kita simak episode selanjutnya dan jangan lupa kasih komentar, like dan votenya!💕💕💕💕
__ADS_1