
Hari ini Andi hendak menjemput Arga di kesatuan tempat Arga dinas. Andi berencana mengajak Katrin. Andi melajukan mobilnya menuju rumah Katrin.
Tak berapa lama andi sampai di rumah Katrin yang kebetulan Anita juga ada di situ. Mereka sedang bercanda di teras rumah Katrin sambil menikmati segelas the hangat dan sepotong kue buatan mbok Minah.
“Kebetulan, Nit. Ayo ikutan jemput Arga!” kata Andi menghampiri mereka. Seperti biasa kalau sudah bertemu Katrin Andi selalu mencium kening Katrin.
Anita yang berada di dekatnya merasakan sensasi yang luar biasa dan membayangkan kebersamaannya dengan Arga. Rasa rindunya membuat Anita hanya bisa menelan salivanya.
“Sayang, aku merindukanmu, kira-kira kamu merindukan aku apa tidak ya?” Anita menghela nafasnya panjang.
Katrin yang menyadari sahabatnya lagi melamun dan bengong, langsung secara respek menyenggolnya.
“Hoi…, melamun saja!Kangen ya? Nanti kan sudah ketemu?” goda Katrin pada sahabatnya.
“Ayo kita berangkat!” Andi menggandeng Katrin menuju mobilnya, sedangkan Anita mengikutinya dari belakang. Di sepanjang jalan mereka bersenda gurau sehingga membuat mereka tertawa terpingkal-pingkal.
Tak berapa lama mereka sudah sampai di tempat Arga bekerja. Mereka bertiga keluar dari mobilnya dan menyebarkan pandangannya mencari keberadaan Arga.
“Itu Arga, sayang.” Katrin mengarahkan telunjuknya menunjuk seseorang yang berjalan mengarah ke tempatnya. Arga yang masih menggunakan seragam lengkap dan rangsel dipunggung nya nampak tertawa simpul memandang seseorang yang menunggunya.
Arga yang lama menahan kerinduaanya langsung menghampiri Anita dan menggendongnya di depan tubuhnya. Arga tak kuasa menahannya hingga mengecup bibir Anita. Wajah Anita nampak memerah menahan malu.
“Sayang aku merindukanmu?” ucap Arga sambil menurunkan Anita dari gendongaannya.
“Kakak, aku juga! Kakak badanya kok tambah hitam dan sedikit kurus dan brewokan.” Anita mengusap jambang Arga yang tumbuh agak lebat dibandingkan biasanya.
Arga kembali merasakan sensasi yang membuat tubuhnya mengalir bagaikan tersengat listri. Arga memeluk tubuh Katrin dan mencium bibirnya dengan sedikit sensasi.
Sementara Katrin yang memperhatikannya berbisik kepada Andi. ”Kak, ternyata kalian berdua sama-sama somplaknya ya? Itu kamu lihat Arga persis sama kamu, tidak tahu tempat langsung nyosor.”
“Sayang, tapi kamu suka kan?” goda Andi berbisik kepada Katrin. Katrin langsung mencubit pinggang Andi. Mereka pun tertawa riang karena dan masuk ke mobilnya untuk pulang.
“Arga ayo segera pulang. Apa kamu tidak malu diperhatikan anak buahmu!” teriak Andi pada Adiknya, sehingga reflek Arga melepaskan ciumannya.
Mereka berempat naik ke mobil dan pulang ke rumah bunda Clara. Setelah sampai rumah Andi dan Katrin tidak keluar dari mobilnya.
__ADS_1
“Arka, kamu dan Anita turun ya? Aku ada kepentingan pergi ke butik bunda Ajeng!” Andi memutarkan kendaraannya setelah Arga dan Anita turun.
Arga menggandeng Anita masuk ke dalam rumah. “Assalamualikum bunda!” Arga mencium tangan bunda.
“Waalaikumsalam nak! Alhamdulilah kamu pulang dalam keadaan selamat!” Bunda Clara mengusap kepala putranya. “Sana kamu mandi dulu nak, bunda sama Anita mau menyiapkan makan siang dulu.”
Bunda Clara mengandeng tangan Anita menuju ke dapur. “Nak, Andi sama Katrin kemana?” tanya bunda Clara.
“Kak Andi sama Anita ke butik bunda Ajeng, bun?” jawab Anita yang sibuk menata menu makanan di meja.
“Nak, kamu sama Katrin sudah saya anggap sebagai anak sendiri, jadi kamu sama bunda jangan sungkan-sungkan ya?” Bunda Clara mengusap kepala Anita dengan penuh kasih sayang.
Tiba-tiba ayah Sandi datang diikuti oleh Arga, mereka makan siang dengan diselingi ngobrol menambah keakraban mereka.
Sementara Andi dan Katrin sudah berada di butik bunda Ajeng. Andi dan Katrin mencoba baju rancangan bunda Ajeng. Andi dan Katrin memakai stelan caupel, mereka nampak serasi dan membuat semua orang kagum melihatnya.
“Terimakasih bunda, bunda memang tahu selera aku.” Katrin mencium pipi bunda. Bunda sangat senang karena sebentar lagi putrinya sudah dilamar oleh Andi.
Setelah mengganti bajunya kembali Andi dan Katrin izin untuk pulang. Di tengah perjalanan Andi membelokan mobilnya ke restauran seperti biasanya.
Orang yang memperhatikan mereka tiba-tiba mendekatinya. “Kak, Andi…,senang bertemu denganmu,” ucap seorang gadis blesteran yang tiba-tiba memeluk dan mencium Andi. Katrin nampak kesal dibuatnya.
“Alexa, kapan kamu datang? Papa dan mama kamu pulang tidak?” tanya Andi yang melupakan Katrin.
“Datanglah, mereka katanya akan mengikuti acara lamaran kakak!” ucap Alexa sambil melirik Katrin.
“Kenalkan ini calon kakak iparmu!” Andi memperkenalkan Katrin kepada Alexa. Katrin yang semula nampak cemburu segera tersenyum simpul setelah mendengar apa yang dikatakan Andi.
“O…, mereka masih ada hubungan famili. Alhamdulilah.” Katrin mengelus-elus dadanya karena apa yang dikawatirkan tidak terjadi.
“Alexa….” Mereka pun berjabat tangan saling memperkenalkan dirinya masing-masing.
“Kak, aku akan pindah kuliah disini. Kak aku mohon carikan aku kampus yang bagus ya?” rajuk Alexa manja.
“Kuliah di kampus aku saja! Tempat dan kualitasnya bagus, tidak kalah dengan kampus luar negeri,” ucap Katrin bangga dengan Almamaternya.
__ADS_1
“Boleh kak, besok tolong aku dibantu ya? Aku belum paham betul daerah sini. Lama aku tinggal di luar negeri.” Alexa memohon pada Katrin.
“Ok, besok kamu aku tunggu di kampus, biar kak Andi mengantarmu!” Katrin merasa senang karena ada temen baru yang kayaknya sangat ramah dan baik.
“Ok, kakak ipar, aku pulang duluan.” Alexa berjalan menghampiri Katrin dan menciumnya.
“Sampai ketemu lagi,” Alexa meninggalkan mereka berdua dan melambaikan tangannya.
Sepeninggal Alexa, Andi menggoda Katrin. “Tadi cemburu ya?”
“Enggak lah sayang, Alexa kan saudara kamu,” jawab Katrin pura-pura tidak mengetahui maksud Andi. Andi tersenyum melihat tingkah laku Katrin.
“Ayo, kita pulang! Kasihan Anita menunggu di rumah bunda Clara.” Katrin berdiri dari tempat duduknya diikuti Andi. Andi berjalan menuju kasir membayar makanan mereka.
Andi dan Katrin sampai di rumah bunda Clara kemudian mereka menghampiri Arga dan Anita yang sedang nonton di ruang keluarga.
“Anita, ini pesanan kamu! Cumi pedas manisnya!” Katrin memberikan bungkusannya kepada Anita.
“Iya, terimakasih, tapi kami sudah makan.” Anita nampak asyik nonton acara televisi kesayangannya, sedangkan Arga tidur mendengkur di pangkuannya.
“Ya sudah untuk makan nanti sore saja!” Katrin beranjak pergi ke dapur meninggalkan mereka berdua disusul oleh Andi.
“Dik, ayo sholat dulu!” Andi menggandeng Katrin menuju mushola yang ada di samping dapur.
Mereka sholat dengan sangat khusuk dengan Andi sebagai imamnya. Setelah sholat Katrin berjalan menuju taman belakang.
Katrin memandangi bunga-bunga koleksi bunda Clara. Andi dengan cekatan mengambil beberapa gambar untuk diabadikan di facebook.
“Dik sini, kita selfie berdua.” Andi mendekatkan dirinya mencium pipi Katrin.
“Cekrek…, cekrek…!” Andi menjadikan foto mereka berdua sebagai wallpaper di kameranya.
Setelah sore Andi dan Arga mengantarkan kekasih mereka pulang ke rumah mereka masing-masing.
💕💕💕Terimakasih para pembaca yang masih setia, simak kelanjutannya pada episode berikutnya! Dan jangan lupa komentar, like dan votenya!💕💕💕
__ADS_1