
Setelah bernostalgia di rumah oma Ajeng, mereka bertiga berencana berangkat ke mall untuk membeli perlengkapan yang digunakan oleh Satria selama tinggal di rumah oma Ajeng.
Satria duduk di samping Ata sedangkan Key duduk dibangku belakang. Key nampak menikmati perjalanannya dan sesekali bersenandung mendengarkan lagu-lagu cinta.
Mereka akhirnya sampai di mall dan membeli semua perlengkapan Satria selama tinggal dengan oma Ajeng. Mereka nampak asyik dengan barang-barang yang mereka pilih. Key pun memanfaatkan kesempatan untuk sekaligus belanja keperluannya.
“Dik, ingat dik kita hanya belanja untuk kak Satria. Jangan sampai pengeluaran kita nanti banyak, bisa-bisa bunda marah sama kita. Dan itu bajunya kalau beli kira-kira to dik? Itu terlalu banyak.” Ata menasehati adiknya.
Satria tersenyum melihat percakapan kakak dan adik tersebut. Satria terlalu sayang dengan Key hingga Satria pun akhirnya mengijinkan Key untuk belanja keperluannya. Satria mengeluarkan kartu kreditnya sendiri hingga tidak merepotkan tantenya.
Sementara itu dari jauh nampak Brian yang sedang berkunjung di mall untuk memantau semua aktivitas dan operasional mall milik keluarganya. Brian melayangkan pandangannya melihat Key yang nampak belanja dengan senang.
Brian memanggil salah satu pelayannya untuk melayani Key dan memberi tahunya agar Key belanjanya tidak usah dibayar karena semuanya yang menanggung dirinya.
Key masih asyik dengan baju-baju pilihannya, hingga tidak tahu kalau dirinya diperhatikan oleh Brian. Setelah selesai memilih baju pilihannya, Key langsung pergi ke kasir. Pelayan yang diperintah oleh Brian langsung menyampaikan kalau semua belanjaannya sudah dibayar oleh seseorang.
Key mencari-cari orang yang dimaksud oleh pelayan tadi tapi tidak menemukannya. Key akhirnya kembali bergabung dengan saudara-saudaranya. Key menceritakannya pada Ata kalau ada seseorang yang membayar belanjaannya.
Key dan saudaranya setelah selesai belanja langsung pergi ke restauran yang ada di mall. Key memesan menu makanan kesukaannya. Key kembali duduk dengan saudaranya dan menunggu semua hidangan yang mereka pesan selesai disajikan. Key menikmati makanannya dengan lahap. Ata memperhatikan adiknya yang makan dengan lahap.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Brian tiba-tiba muncul dan bergabung dengan mereka. Brian mengamati Key yang sedang asyik dengan ponselnya. Ata memperhatikan Brian yang tertarik dengan saudara kembarnya. Ata menyenggol tangan Brian kemudian mengatakan sesuatu kepada Brian.
“Brian, kalau kamu tertarik dengan saudaraku kamu harus berjuang keras untuk menaklukannya, karena adikku sudah tertarik sama seseorang. Kamu terlambat bung, dan satu lagi Key sangat sulit untuk menerima orang asing memasuki hidupnya,” Ata memberi penjelasan kepada Brian agar Brian berusaha keras untuk menjadi adik iparnya.
Ata merasa Brian adalah lelaki yang tepat untuk adiknya, Ata memberi lampu ijo kepada Brian dan akan berusaha memberitahu aktivitas Key.
Key menyadari kalau Brian selalu memperhatikannya. Key langsung bergumam lirih dan mengatakan kalau Brian itu merupakan cowok aneh. Key komat-kamit dan memanyunkan bibirnya yang justru menambah daya tariknya bagi Brian.
“Key, maaf ini ada makanan kamu yang belum masuk.” Tiba-tiba Brian memungut bulir nasi yang masih ada di pinggir bibir Key. Key nampak gugup dengan perlakuan Brian. Sedangkan kedua saudara cengar-cengir melihat reaksi Key.
“Key kayaknya Brian bener-bener cocok untuk kamu lo? Lihat dia begitu perhatian sama kamu dik. Kakak setuju kalau kelak dia jadi suami kamu,” ucap Satria kepada adik sepupunya.
“Sayang, aku serius kok. Aku akan selalu mengejar mu hingga kamu jatuh dalam pelukanku dan menghargai arti cintaku kepadamu. Dan cintaku tak akan sirna meskipun pergantian waktu.” Brian merayu Key dengan kata-kata manisnya.
“Apaan sih kak Brian. Dasar cowok aneh main nekat aja, aku inginnya jadi adik kak Brian saja. Aku tidak ingin menyakiti kak Brian,” ucap Key sambil memandangi Brian yang juga sedang menatap dirinya dengan tajam. Key tiba-tiba merasakan getaran aneh dalam dirinya hingga Key menundukkan pandangannya.
Brian yang lebih dewasa diantara mereka nampak tersenyum melihat reaksi Key. Brian yakin kalau sesungguhnya Key ada perasaan dengannya. Mungkin karena kalah cepat dengan Devan, jadi Key tidak berani mengambil langkah.
“Key sayang…, aku akan selalu menunggu dirimu dengan sabar. Semoga kita berjodoh dan kelak aku bisa membahagiakan kamu seutuhnya.” Brian semakin merancau tidak karuan. Hingga membuat Ata dan Satria tertawa mendengarnya.
__ADS_1
“Sudahlah An, kita berdua akan selalu mendukung kamu. Dan aku yakin keluarga besar kita akan berpihak ke kamu. makanya kapan-kapan kalau ada waktu luang main saja ke rumah aku ya? Dan maaf kita mau pulang dulu karena waktu sudah sore.” Ata berkata tulus kepada Brian dan diikuti anggukan oleh Satria.
Key sengaja untuk menghindari Brian kemudian berdiri untuk membayar ke kasir. Namun pelayan restauran mengatakan kalau semuanya di bayar oleh atasannya sambil menunjuk kea rah Brian. Key tidak mengerti apa yang diungkapkan oleh pelayan tersebut.
“Maaf mbak, maksudnya Brian Pamungkas si cowok aneh itu?” tanyanya kepada pelayan.
“Nona jangan bilang cowok aneh. Pak Brian itu cowok idaman para wanita meskipun usianya tergolong masih muda tapi usahanya berkembang pesat mbak termasuk mall dan restaurant ini,” ucap pelayan tadi hingga membuat Key panik.
“What? Pemilik mall ini? Astaga…, jadi tadi yang membayar semua belanjaku kak Brian dong?” Key berucap dengan sedikit keras hingga terdengar oleh Brian. Brian menghampirinya dan kemudian menanyakan sesuatu yang terjadi dengan Key.
“Kak, apaan sih kak. Kenapa kamu membayar semua belanjaan aku. Kak aku ganti saja kak, aku tidak mau berhutang budi dengan kakak.” ucap Key pada Devan padahal uang sakunya tidaklah mungkin bisa menggantinya.
“Kak Ata tolong ganti uang belanja aku ya pakek atm bunda Katrin.” Key memohon pada kakaknya tapi diabaikan oleh Ata.
“Mana bisa begitu dik, tadi sudah aku pakek untuk bayar keperluan kak Satria sesuai perintah bunda. Kamu harus tanggung jawab dong. Lagian itu keperluan kamu sendiri dik.” Ata memberi kode pada Satria untuk mendukungnya.
“Iya, Key maafkan Katrin akan kakak ya? tadi kakak terlanjur belanjanya banyak kalau nanti ketambahan belanja kamu, tante Katrin akan marah sama aku dan Ata gimana? Lagian kamu kan punya banyak tabungan Key, bayar sajalah pakai tabunganmu.” Satria semakin memojokkan Key.
“Sudahlah Key, sini ponsel kamu. Aku masukan no ponsel aku ya? Nanti kalau kamu sudah ada uang segera hubungi aku. Aku pasti akan menghubungi kamu, lagian aku juga lama tidak bertemu dengan bunda Katrin.” Brian mengetik no ponselnya sambil sesekali melirik Key yang manyun karena kesal.
__ADS_1
💕💕💕Jangan lupa penggemar setia like, komen, hadiah dan votenya.💕💕💕