
Pak Irfan melajukan mobilnya menuju rumah Alexa, dengan panduan serlokasi melalui aplikasi Google map. Entah mengapa perasaan pak Irfan merasa senang dan selalu bersenandung menyanyikan lagu-lagu cinta.
Pak Irfan membelokan mobilnya ke rumah Alexa. Di rumah yang besar itu tampak sepi dan kelihatan penghuni rumahnya tidak ada di rumah. Pak Irfan menekan tombol bel rumah Alexa.
Tak lama kemudian, pintu dibukakan oleh seorang asisten rumah tangga dan dipersilahkan masuk.
“Mari pak silahkan masuk, nak Alexa lagi tiduran di kamarnya!” Asisten rumah tangga Alexa mengantar pak Irfan menuju kamar Alexa.
“Buk, di sini saja. Tidak enak kalau masuk ke dalam kamarnya.” Pak Irfan menghempaskan dirinya duduk di ruang tamu.
Asisten rumah tangga Alexa memanggil nona Alexa untuk menemui pak Irfan. Tidak berapa lama Alexa berjalan menuruni tangga menghampiri pak Irfan. Pak Irfan dengan sigap menghampiri Alexa dan memapahnya duduk di sofa tamu. Sesaat mereka beradu pandang, Alexa maupun pak Irfan merasa ada getaran aneh yang menyelimuti tubuhnya.
Pak Irfan dan Alexa duduk bersebelahan, mereka berdua nampak canggung sehingga suasana nampak sunyi, hingga asisten rumah tangga Alexa datang menyajikan minuman dan makanan.
“Silahkan diminum pak!” ucap asisten rumah tangga Alexa kemudian berlalu meninggalkan mereka.
“Terimakasih,” jawab pak Irfan yang tidak lepas memandangi wajah Alexa. “Astaga wajah indonya membuat aku mengaguminya? Tapi bukankah aku mencintai Katrin?” Pak Irfan merasa bingung dengan perubahan suasana hatinya.
Untuk menghilangkan rasa canggung diantara mereka pak Irfan mengatakan kalau dirinya kesini untuk mengantarkan obatnya yang telah di resepkan oleh dokter.
“Dik, ini obat luar biar luka kamu nanti tidak membekas.” Pak Irfan menyodorkan obat untuk Alexa. Alexa menerimanya dengan perasaan senang karena perhatian pak Irfan. Alexa mengambilnya dari tangan pak Irfan sehingga tangan mereka bersentuhan. Untuk kedua kalinya pak Irfan merasakan ada sesuatu yang mengalir di dalam tubuhnya.
“Terimakasih kak, atas perhatianmu!” Alexa memandang wajah tampan pak Irfan. Mereka kembali beradu pandang hingga pak Irfan mengalihkan perhatiannya dengan menyeruput minuman yang disajikan oleh asisten rumah tangga Alexa.
“Dik, apa masih sakit? Besok lusa, untuk controlnya aku akan jemput kamu. O iya kemarin kamu ke kampus ada perlu apa?” tanya pak Irfan penuh selidik.
“Aku kemarin mau mengurus pindah kuliah dari luar negeri ke universitas tempat kakak bekerja.” Alexa menjelaskan keperluannya datang ke kampus hari itu.
“Pindah kampus? Mana berkasnya, nanti aku usahakan bantu mengurusnya!” Pak Irfan menawarkan diri untuk membantu Alexa dengan harapan akan selalu berdekatan dengnnya. Pak Irfan menghela nafasnya dalam-dalam, karena dalam pikirannya saat ini hanya Alexa yang cantik.
__ADS_1
“Baik, terimakasih atas bantuan kak Irfan.” Alexa memanggil asisten rumah tangganya untuk membantu mengambilkan berkas-berkasnya yang ada di kamarnya.
Tidak menunggu lama asisten rumah tangga Alexa membawakan berkas-berkas yang dibutuhkan oleh Alexa dan menyerahkanya kepada pak Irfan.
“Ok, dik nanti aku urusnya, lusa kalau kamu sudah sehat boleh langsung masuk kampus, nanti aku beritahu kamu lewat telepon.” Pak Irfan pamitan pada Alexa karena perasaanya tidak menentu setiap berdekatan dengan Alexa. Pak Irfan takut jika tidak bisa mengendalikan dirinya.
“Ada apa dengan ku? Apakah aku bener-bener jatuh hati padanya? Aku harus memastikanya?Padahal kemarin aku sangat mencintai Katrin?" Pak Irfan menghela nafasnya dalam-dalam dan beranjak ke luar rumah Alexa.
Alexa menghantarkan pak Irfan di depan rumahnya. Alexa memperhatikan pak Irfan dengan senang dan senyum yang penuh arti. Alexa sangat berharap perasaan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Belum sempat dirinya masuk ke dalam rumah, Katrin datang ke rumahnya. Katrin datang dengan Anita. Suasana rumah Alexa semakin ramai dengan kehadiran mereka berdua.
Alexa mempersilahkan mereka berdua masuk ke rumahnya. Katrin memperkenalkan Anita sebagai kekasihnya Arga. Alexa merasa cocok dengan mereka berdua, suasana di ruang tamu Alexa tampak riuh dengan bercandanya mereka bertiga.
“Wah ternyata kak Andi dan Arga mempunyai kekasih yang cantik dan baik," ucap Alexa mengagumi mereka berdua sebagi calon kakak iparnya.
“Aku tadi mengantar kak Irfan, dosen yang hampir menabrak aku di kampus kak,” jelas Alexa yang merebahkan dirinya tiduran di sofa.
“Kak Irfan? Maksud kamu pak Irfan Permana? Dosen fakultas Ilmu Pemerintahan di kampus kita?” ucap Katrin saling memandang dengan Anita. Katrin merasakan kalau Alexa jatuh hati dengan pak Irfan.
“Kak, kak Irfan orangnya baik dan mau mengurus kepindahan ku di universitas Putra Bangsa.” Alexa bercerita penuh semangat dan memuji-muji pak Irfan.
“Iya, pak Irfan baik kok dik!” ucap Katrin yang perasaannya menjadi kuatir dengan Alexa, takut kalau Alexa patah hati karena kalau Andi tahu pasti melarangnya.
“Mudah-mudahan pak Irfan bisa jatuh hati dengan mu dik, sehingga kamu tidak bertepuk sebelah tangan," gumam Katrin menghela nafasnya dalam-dalam.
Katrin dalam hatinya mendoakan pak Irfan bisa melupakannya dan bisa jatuh cinta terhadap Alexa. Anita memegangi tangan Katrin seolah-olah tahu apa yang dirasakan oleh sahabatnya. Suasana nampak hening sesaat hingga akhirnya terdengar derap langkah kaki memasuki rumah Alexa.
“Sayang, kamu tidak apa-apa kan?” tanya andi yang tiba-tiba datang tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.
__ADS_1
“Tidak kok kak, lagian di sini aku ditunggui sama kak Katrin dan kak Anita,” ucap Alexa sambil meringis kesakitan karena lukanya dipegang oleh Andi dengan sangat keras.
“Sayang, kamu itu memeriksa lukanya atau menyakitinya.” Katrin mengingatkan Andi yang secara tiba-tiba datang memeriksa luka Alexa.
Andi melepaskan tangannya dan menyodorkan satu kresek makanan kepada Katrin. “Dik, ayo kalian semua makan, tentunya kalian belum makan kan? Ayo kita ke ruang makan saja.”
Mereka berempat masuk ke ruang makan. Katrin dengan cekatan memindahkan makanan yang mereka beli ke dalam piring. Katrin makan disamping Andi, seperti biasa Andi selalu bikin ulah yang membuat orang-orang di sebelahnya merasa iri dengan tingkahnya.
Andi dengan manja minta disuapi Katrin. Alexa yang baru mengetahui tingkah mereka menghela nafasnya dalam-dalam dan menggigit bibirnya sendiri.
“Kak, jangan begitu dong kak, ingat di sini masih ada cewek dibawah umur?” Alexa bersungut-sungut memandang keromantisan mereka berdua.
“Dibawah umur? Kamu sudah 20 tahun dik, sebentar lagi paling juga ada yang meminang kamu?” ucap Andi yang terus minta disuapi Katrin tanpa menghiraukan perkataan Alexa.
“Iya kak, kelihatannya sudah ada yang mendekatinya. Itu pak Irfan kak yang tadi hampir menabraknya?” ucap Anita keceplosan. Anita panik melihat Katrin yang mendelik menatap dirinya.
“Apa? Pak Irfan? Si dosen Katrok itu? Dosen yang tak tahu diri itu?” kata Andi marah-marah tidak jelas, hingga Katrin mencubit pinggangnya mengingatkan Andi.
“Memangnya kenapa kak? Kak Irfan baik lo?” Alexa berusaha membela pak Irfan di hadapan Andi.
“Baik bagaimana dik? Dia hampir membuat kamu celaka lo?” Andi tak kalah sengit melarang Alexa untuk berdekatan dengan pak Irfan.
“Tapi tidak sengaja, itu yang salah aku kak, karena aku berjalan sambil bermain ponsel.” Alexa menghentikan makannya dan tidak lagi berselera makan.
“Kalian itu kenapa? Ayo makan, nanti makanannya keburu tidak enak!” Katrin melerai mereka. Katrin kembali memasukan makanan ke mulut Andi dengan harapan Andi tidak akan banyak ngomong lagi.
Katrin memberi isyarat kepada Andi untuk diam. Andi langsung terdiam takut kalau Katrin ngambek.
🍁🍁🍁🍁Terimakasih para pembaca yang masih setia, bagaimana kisah selanjutnya? Sebelum kita lanjutkan jangan lupa komentar, like dan votenya!🍁🍁🍁🍁
__ADS_1