
Hari ini kelulusan sekolah untuk kelas tiga termasuk Devan. Key selaku penanggungjawab acara perpisahan din sekolah nampak sibuk menyiapkan acara perpisahan kelas 3. Ata pun selaku ketua Osis memberi komando pada temen-temenya untuk mengecek semua peralatan dan perlengkapan untuk kegiatan di sekolah. Sedangkan Devan yang lulusan terbaik di daulat mewakili kelas tiga untuk memberikan pesan dan kesan untuk bapak dan ibu guru.
Acara yng disipakan oleh Key berjalan dengan lancar. Semua tamu undangan termasuk orang tua siswa nampak senang dengan acara perpisahan di sekolah. Termasuk mama Sandra yang sebenarnya sangat mengagumi kecantikan dan kecerdasan Key dalam menyusun pelaksanaan acara yang dilaksanakan oleh sekolah. Namun mama Sandra masih bertahan pada egonya karena dalam hatinya dia masih membenci Katrin.
Setelah acara selesai, semua tamu undangan langsung pulang. Namun masih banyak siswa kelas tiga yang masih melaksanakan kegiatan foto-foto bersama wali kelas dan teman-temannya. Termasuk kelas Devan sehingga papa Leo dan mama Sandra pulang terlebih dahulu.
Devan memanfaatkan situasinya, setelah foto kelasnya selesai langsung berjalan menghampiri Key yang sibuk memberi komando membereskan kursi dan meja serta membersihkan ruangan. Devan menarik tangan Key untuk diajaknya foto-foto bersama. Mereka berdua foto bersama dengan begitu dekat dan seolah tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Devan memeluk mesra Key sehingga semakin membuat suasana riuh karena rasa iri dari temen-temen Devan.
Devan cuek dengan sorakan temen-temennya. Kemudian Devan memawa Key ke sudut taman di sekolah. Mereka berdua duduk di bangku taman tepi kolam. Devan tiba-tiba mengeluarkan kalung dengan liontin dari saku celananya. Devan membuka kalung dengan liontin yang bergambar love dan di dalamnya ada foto mereka berdua.
Devan memakaikan pada Key. Dan mengatakan kalau 4 tahun kedepan mereka akan hidup bersama. Devan akan mengejar cita-citanya untuk daftar Akpol. Setelah selesai Pendidikan dan Batasan diperbolehkan menikah Devan akan segera menikahi Key. Itulah janji sepasang remaja yang sedang dilanda asmara. Key yang masih sekolah di kelas 2 SMA hanya menganggukan kepalanya.
Devan minta do’a dari kekasihnya agar dalam melaksanakan test berjlan lancar. “Ingat dik, kamu harus bisa menunggu kakak. Setiap liburan kakak akan temui kamu. Kakak janji jika kakak ada kepentingan tidak bisa menemui kamu kakak akan menelpon kamu. Lagian kalau ketrimma kemungkinan pendidikannya juga di kota Semarang ini saja.” Devan menghapus air mata Key yang mengalir begitu saja. Key merasa kalau Devan akan susah untuk ditemui.
Sementara itu acara beres-beres sudah selesai. Ata mencari adiknya hingga akhirnya Ata menemukan mereka berdua.
__ADS_1
“Dik, ayo kita pulang. Eh ada Devan. Awas ya jangan kau beri harapan palsu adik aku, apalagi hendak menyakitinya. Kau akan berurusan dengan aku,” ancam Ata sebagi saudara kembar dan sekaligus kakak Key.
“Tenang bro, aku janji tidak akan menyakitinya. Aku sangat mencintainya. Mana mungkin aku menyekitinya. Percayalah bro, aku akan menjaganya seumur hidupku,” janji Devan pada Ata. Karena sudah siang, maka Ata membawa adiknya pulang karena nanti sore akan ke rumah oma Ajeng untuk menjemput Satria sepupunya yang datang dari jogja. Satria yang seumuran dengan Devan berencana mendaftar Akpol. Untuk itu Devan memutuskan mengikuti pendaftarannya dari Semarang.
Ata mengandeng adiknya meninggalkan Devan. Key nampak berat berpisah dengan Devan. Devan yang selalu mengisi hatinya di kala sepi harus berpisah dengannya karena sudah lulus sekolah. Sedangkan Key dan kakaknya masih menunggu satu tahun lagi karena dirinya dengan Devan memang selisih satu tahun umurnya.
“Dik, kalau jodoh tidak akan kemana? Tenang saja Allah akan menunjukan jalan yang terbaik untuk kita. Percayalah sama kakak. Ingat kamu jangan bersedih? Nanti klau bunda tahu pasti akan bersedih. Dan bunda pasti akan mencari tahu kenapa putrinya bersedih? Dan kalau tahu yang membuat sedih Devan pasti akan memepersulit hubungan kamu. Jadi kamu harus tenang hadapi dengan santai,..ok?” Ata memberi nasehat pada adiknya. Sedangkan Key hanya pasrah dan berjalan mengikuti dsang kakak.
Tidak berapa lama mereka sudah sampai di rumah. Setelah mengganti baju dan cuci tangan mereka makan siang bersama dan ditemani bunda mereka yang kebetulan pulang dari kegiatannya di butik. Bunda memang sengaja pulang awal untuk melihat buah hatinya.
Setelah selesai kegiatan makan bunda menyerahkan kartu ATM untuk Ata. “Ata tolong nanti kau antar kakak kamu Satria untuk membeli perlengkapannya selama tinggal disini. Tadi oma telpon ke bunda katanya kalian nanti janjian keluar sama Satria. Kalau Satria ingin tinggal disini, sekalian kamu ajak ke sini ya nak!” perintah bunda Katrin pada putra sulungnya.
“Kalau kemarin pas aku minta kak Satria untuk menginap di rumah kita, kak Satria tidak mau bun? Karena kak Satria ingin menemani oma Ajeng,” ucap Key yang tiba-tiba menimpali ucapan bunda dan kakaknya.
“Ya sudah kalau begitu. Jadi nanti oma Ajeng ada temannya selama Satria ada di sini. Kalau hari ini kalian mau menginap di sana juga tidak apa-apa. Karena bentar lagi bunda sama ayahmu mau ke Bali acara kantor ayah kamu selama satu minggu,” bunda Katrin memberi tahu kepada kedua putranya.
__ADS_1
“Yang benar bun, adik ikut bunda sama ayah saja kalau begitu. Kita kan juga libur kenaikan kelas bun, boleh dong bun kita ikut ayah dan bunda,” rengek Key pada bundanya. Key langsung bergelayut manja pada bundanya dan mencium pipi bundanya untuk merayunya agar diperbolehkan ikut.
“Sayang tidak bisa. Kalian tidak boleh ikut karena ini acara ayah dan bunda. Kamu tetap stay di rumah sayang? Kamu harus mengantikan bunda untuk mengontrol butik kita sayang? Jangan sampai butik kita bangrut sayang?” ucap bunda Katrin kepada putrinya. Memang bunda sering mengajari Key untuk membantu bunda menjalankan bisnisnya.
Setelah makan Key dan Ata bergegas pergi ke rumah oma Ajeng untuk bertemu Satria. Seperti biasa Ata yang pegang kemudi sedang Key duduk manis di sebelah kakaknya.
Sepuluh menit kemudian mereka sampai di rumah oma Ajeng. Key langsung memeluk oma Ajeng dan menciumnya. “Oma kaka Satria mana. Aku sudah kangen ada oleh-olehnya tidak.” Key nyerocos dihadapan oma Ajeng.
“Key apa kabarnya. Lama tidak ketemu gadis kakak tambah cantik saja. Sudah punya pacar belum?” ucap Satria yang tiba-tiba datang daari belakangnya.
“Ih kakak baru ketemu sudah tanya tentang pacar. Kalau kakak sendiri bagaimana sudah punya belum. Masa kita mendahului kakak, kan tidak lucu?” ucap Key yang pindah bergelayut manja di lengan Satria.
“Kak, itu si Key sudah punya pacar tapi Backstreet, mama pacarnya galak daan pernah menyerang kita dan mengancam Key untuk meninggalkannya,” ucap Ata pada SAtria sehingga membuat Key memanyunkan bibirnya karena rahasianya dibongkar sang kakak.
Satria mengernyitkan dahinya sebagai tanda mengkawatirkan adik-adiknya. Satria pun menasehati Key agar tidak lagi berhubungan dengan Devan. Karena Satria tidak ingin adiknya kecewa.
__ADS_1
💕💕💕
Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.💕💕💕