
Kay yang berada di kamar tamu rumah Brian, merebahkan dirinya di sofa kemudian melihat acara televisi. Key tertidur pulas hingga waktu menunjukan sore hari. Key membersihkan dirinya untuk mandi dan mengganti bajunya dengan baju yang ada di almari.
Key terkejut dengan apa yang dilihatnya, semua baju yang ada di almari itu semuanya memiliki ukuran yang pas untuk tubuhnya. Semua baju yang ada di almari tersebut merupakan baju-baju branded yang tren sekarang ini.
Key lebih memilih baju casual dengan rok jin dan atasan kaos. Setelah menyelesaikan aktivitasnya di kamar, Key keluar kamar dan menuju dapur karena di dengarnya ada suara seseorang yang lagi masak. Key mendekatinya ternyata ada mbok Sri asisten rumah Brian.
“Lo, non Key sudah bangun? Tadi pak Brian pesan kalau non bangun non suruh makan dulu, karena pak Brian masih ada urusan yang belum diselesaikan,” ucap mbok Sri sambil mencuci beberapa barang yang digunakan untuk memasak.
“Terimakasih mbok. Aku tunggu kak Brian saja. Mbok maaf kak Brian tinggal di sini sama siapa? Aku tidak melihat siapa-siapa kecuali si mbok,” ucap Key penasaran hingga mbok Sri menanggapinya dengan terseyum.
“Non, sebenarnya rumah ini kosong karena baru jadi beberapa bulan yang lalu. Rumah ini disiapkan oleh pak Brian untuk calon istrinya. Jadi pak Brian setelah menikah akan segera pindah ke sini. Tapi sayang katanya calon istrinya belum siap untuk menikah dan masih meneruskan studinya ke Amerika. Non, sebaiknya kalian segera menikah saja? Pak Brian itu baik dan mbok yakin calon istri yang dimaksud pak Brian itu non Key.” Mbok Sri mengucapkankannya dengan enteng tanpa ditutup-tutupi sehingga membuat Key malu.
“Kok, bisa begitu mbok? Kan belum tentu Wanita yang dipilih dan dimaksud kak Brian itu aku. Karena aku yakin kak Brian itu pasti punya banyak Wanita yang cantik dan sexi di luar sana,” ucap Key asal namun tiba-tiba muncul sosok Brian di belakangnya dan merangkul bahunya.
“Hayo, sedang membicarkan aku ya?” tanya Brian yang semakin membuat Key malu dan wajahnya merah merona.
“Tidak kok kak. Kita hanya ngobrol seputar urusan dapur saja kok,” ucap Key berbohong. Mbok Sri yang merasa kasihan dengan Key hanya menganggukan kepalanya, kemudian mempersilahkan tuan mudanya untuk makan.
Mbok Sri meninggalkan dua sejoli itu di dapur. Brian menggeser satu kursi dan mempersilahkan Key untuk makan dan duduk di samping Key.
__ADS_1
Key dengan cekatan mengambilkan nasi dan lauk untuk Brian. Kemudian baru dirinya. Brian sangat senang dan kagum dengan sikap Key.
Mereka menikmati makannya dan seskali Key mengambilkan lauk tambahan untuk Brian. Setelah selesai makan Brian mengajak Key ke ruang atas. Brian mengajak Key ke ruang kerjanya dan menyusuhnya duduk di sofa kemudian Brian duduk di kursi kerjanya untuk menyelesaikan sesuatu.
Brian memeriksa beberapa berkas perusahaannya untuk ditandatanganinya. “Kak Brian, aku ingin pulang. Maaf aku tadi belum memberitahu bunda kalau waktunhya samapai malam begini,” ucap Key sambil membaca beberapa majalah yang tergeletak di meja.
“Iya. Tenang saja, aku tadi sudah memberitahu bunda kalau kamu dan aku pulangnya agak larut. Aku masih menyelesaikan beberapa berkas yang sebentar lagi di ambil oleh asistenku,” ucap Brian tenang sambil terus membolak-balik berkasnya untuk ditandatanganinya.
Namun belum selesai Brian menandatangani beberapa berkas, tiba-tiba ponselnya berbunyi dari mamanya. Brian langsung mengangkatnya dan tanpa sengaja video callnya mengarah ke arah Key yang duduk di sofa.
“Assalamualaikum, ma? Mama sudah pulang? Apa perlu aku yang jemput ke bandara ma?” tanya Brian pada mamanya.
“Ya sudah ma, hati-hati di jalan,” Brian langsung menutup ponselnya. Kemudian melanjutkan menandatangani berkas-berkasnya. Setelah selesai Brian langsung menghampiri Key kemudian duduk di dekatnya.
“Key, besok kamu diminta mama datang ke rumah untuk makan malam. Kamu besok malam aku jemput ya? dan sekarang ayo aku antar pulang nanti bisa-bisa aku kena hajar ayah mertua,” ucap Brian ke Key yang masih sibuk dengan majalahnya.
“Iya kak, tapi aku tidak janji lo? Karena besok aku setelah interview mau diajak bunda ke tempat temannya karena ada hajatan,” ucap Key yang berdiri mengikuti Brian untuk ke luar rumah.
Brian menggandeng Key untuk masuk ke mobil dan mereka pelan-pelan menuju rumah Key membelah aspal kota yang sepi karena waktu sudah menunjukan pukul 22.00 wib.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Brian sudah sampai di rumah Key dengan ayah Andi dan bunda masih menunggunya di ruang tamu. Brian dan Key masuk ke rumah kemudian duduk di ruang tamu dengan kedua orang tuanya. Seperti biasa Brian dengan sopan menyapa ayah dan bunda.
“Malam, ayah maaf agak malam karena ada beberapa hal yang harus aku selesaikan sehingga akua jak Key mampir ke rumah terlebih dahulu,” ucap Brian sambil mencium tangan ayah dan bunda secara bergantian.
“Ya nak. Ayah percaya kok sama kamu, tadi sudah makan belum? Kalau belum ayo makan dulu!” Ayah Andi begitu perhatian dan sayang terhadap Brian.
“Sudah kok yah? Kak Brian tuan rumah yang baik kok yah. Bahkan aku disediakan baju ganti kok yah. Pokoknya kak Brian the best banget kok,” ucap Key tiba-tiba memuji Brian.
“Wah, kalau begitu Brian juga calon menantu yang baik dong Key? Gimana Key sudah siap jadi istrinya kak Brian?” tanya ayah tiba-tiba hingga Key menelan salivanya dan langsung diam tidak menjawab pertanyaan ayahnya.
“Maaf kak, Key harus ke kamar dulu karena besok ada interview jadi Key harus menyiapkan segala sesuatunya untuk besok!” Key langsung ngeloyor masuk ke dalam kamarnya hingga membuat ayah dan bunda geleng-geleng kepala melihat sikap anaknya.
“Sabar ya nak, bunda yaki sebenarnya Key ada rasa dengan nak Brian tapi perlu waktu untuk melupakan masa lalunya.” Bunda Katrin memberi pengertian kepada calon menantunya.
“Siap bunda. Aku akan menunggu dik Key sampai mau menerima aku. Dan kalau boleh aku akan segera menikai dik Key bunda. Dan sekalian besok dik Key akua jak ke rumah karena mama ingin ketemu dengan dik Key,” ucap Brian sekalian minta izin untuk membawa Key makan malam besok.
“Iya nak tidak apa-apa, tapi besok pulangnya jangan terlalu larut ya?” ucap ayah Andi yang menyambung pembicaraan mereka berdua.
“Siap ayah, karena sudah larut Brian minta izin pulang terlebih dahulu,” Brian langsung mencium tangan ayah dan bunda.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.