Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Anugerah Terindah


__ADS_3

Hari ini Brian nampak senang karena kehamilan Key berjalan dengan sangat baik. Bahkan acara tujuh bulanan juga dapat dilaksanakan dengan baik. Semua keluarga berkumpul bersama mendo’akan keselamatan Key dan bayinya hingga nanti kelahiran.


Key sudah tidak diperbolehkan bekerja lagi. Sedangkan Brian tidak lagi bekerja di rumah sakit karena sudah diserahkan untuk di kelola Key. Brian selalu menjaganya dengan baik bahkan Key dibawanya bekerja ke kantornya. Di kantornya disediakan kamar khusus untuk istirahat istrinya. Bahkan Brian terlalu berlebihan memanjakan istrinya.


Di saat Brian ada meeting Key keluar ruangan dan jalan-jalan di luar Gedung. Key sangat menikmati udara di luar duduk melihat ikan yang ada di kolam. Key dengan perutnya sudah membesar nampak senang melihat ikan-ikan di kolam dan berusaha mendekatinya.


Key duduk menikmati pemandangan ikan di tepi kolam tanpa disadarinya ada seseorang memperhatikannya. “Key, kamu sudah lama ya di sini? Brian ada tidak? Ada sesuatu yang ingi aku bicarakan dengannya,” tanya Roy yang muncul tiba-tiba dihadapan Key.


“Kak Roy? Sejak kapan kamu di situ?” tanya Key pada Roy.


“Sejak tadi. Kamu tambah cantik saja? Selamat ya sebentar lagi sudah mau melahirkan,” Roy mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Key namun tiba-tiba dia hentikan karena ada seseorang yang memanggilnya.


“Roy?” teriak Brian tiba-tiba sudah ada di dekat mereka berdua.


Roy langsung menoleh menghadap ke asal usul suara yang ada di depannya. Roy sangat senang bertemu dengan saudaranya kemudian memeluk Brian.


Brian masih mencurigai Roy kalau sebenarnya Roy hanya ingin bertemu dengan Key. Namun kecurigaan Brian menghilang tak kala mendengar Key kesakitan.


Brian kemudian memapah Key dan meminta Roy mengantarkan Key dan dirinya ke rumah sakit. “Roy, ayo jangan bengong saja. Tolong kamu pegang kemudinya. Ini kunci mobil aku.” Brian melempar kunci mobilnya.


Brian yang panik langsung memapah istrinya ke arah mobilnya. Key mukanya berkeringat karena menahan sakit. Brian sangat cemas melihat istrinya yang sangat kesakitan.


Brian tidak tega melihat istrinya seperti itu. Brian menyeka keringat Key yang mengalir di wajahnya. “Sayang, kamu yang kuat ya? Yakinlah aku akan selalu berada di samping kamu,” ucap Brian sambil memegangi tangannya Key.


Roy menelan salivanya melihat keromantisan dan kesetiaan Brian dan Roy. Roy nampak melamun membayangkan jika dirinya berada di posisinya Brian.


“Roy, jaga otak ngeres kamu! kamu harus fokus menyetir, awas ya kalau terjadi sesuatu dengan istri dan calon bayiku, kamu akan aku hukum!” teriak Brian sekenanya. Roy langsung tersadar dan kembali fokus mengendarai mobilnya.

__ADS_1


“Dasar, si Brian disaat genting saja masih bisa menebak pikiran orang. Benar-benar Singa jantan.” Gumam Roy yang masih konsentrasi menyetir.


Tidak lama kemudian mereka sampai di UGD. Karena ini rumah sakit keluarga maka Key segera mendapat pertolongan yang spesial.


Brian pun diperbolehkan mengikuti Key sampai di ruang operasi. Bahkan Brian menyuruh salah satu petugas rumah sakit untuk mengabadikan proses kelahiran putranya.


Brian mendampingi Key hingga akhirnya tangis bayi terdengar. “Selamat pak putra bapak lahir dan alhamdulilah laki-laki,” ucap dokter yang membantu proses persalinan kemudian menyerahkan bayinya ke Brian.


Brian menggendongnya kemudian mengumandangkan adzan untuk putranya. Sang bayi diminta perawat untuk ditaruh di ruang bayi. Sementara itu Brian mendampingi Key yang dipindahkan ke ruang perawatan.


Brian menunggu Key hingga sadar. Tidak lama kemudian Key tersadar dan Brian mencium Key dan membisikan sesuatu. “Terimakasih sayang, kita diberi anugrah terindah dengan bayi yang tampan seperti ayahnya dan I love you sayang.” Brian kembali menciumnya.


Roy yang duduk di sofa membuat perasaan jomblonya meronta-ronta berkali-kali menelan salivanya.


“Kalian itu ya tidak tahu apa kalau jiwa jomblo aku meronta-ronta?” ucapannya hingga membuat Brian dan Key tertawa.


“Selamat siang nyonya Key? Adakah keluhan pasca operasi?” tanya dokter Amanda yang kebetulan sangat dia kenal.


“Terimakasih dokter Amanda. Aku rasa, aku baik-baik saja. Dan aku sudah membaik tapi ini ada kakak ipar aku yang lagi terguncang karena jiwa jomblonya meronta-ronta. Kenalkan beliau kak Roy yang kebetulan profesinya sama dengan kita. Dia juga dokter bedah tulang yang handal,” ucap Key dengan terbata-bata.


Roy yang serasa dapat angin segar langsung menghampiri dokter Amanda kemudian memperkenalkan dirinya. Mereka kelihatan akrab karena pembicaraan mereka nyambung satu dengan yang lainnya.


Key tersenyum puas melihat kedekatan mereka dan berharap mereka berjodoh. Brian yang tanggap dengan maksud istrinya langsung memencet hitung istrinya hingga tak terasa mereka berdua pun tersenyum sendiri dengan dunianya.


Tanpa mereka sadari Amanda dan Roy yang tahu kemesraan suami istri tersebut langsung meninggalkan mereka berdua.


“Nona Amanda, bisakah anda menemani aku makan siang? Kebetulan tadi saya belum makan siang gara-gara mengantarkan pasangan paling heboh yang mau melahirkan,” ucap Roy membuka kesempatan untuk mendekati dan mengenal Amanda lebih jauh.

__ADS_1


Sementara itu ayah dan bunda Key sudah tiba di ruangan Key. Bunda Katrin langsung mendekati putrinya dan mengucapkan selamat kepada putrinya karena melahirkan cucu yang begitu tampan.


Bunda Katrin juga memeluk dan mencium putrinya. “Sayang, bunda sangat senang karena bunda sudah dipanggil oma. Padahal bunda merasa kamu seakan-akan masih putri kecil bunda yang suka bermanja-manja dengan bunda.”


“Terimakasih bunda, Key juga senang akhirnya bisa menjadi seorang ibu,” ucap Key sambil menahan air matanya agar tidak jatuh menetes di pipinya. Namun tidak bisa terelakan hingga akhirnya bunda menghapus air mata putrinya.


Ayah Andi juga memberi selamat kepada menantunya. Beberapa menit kemudian mama dan papanya Brian hadir juga untuk mengucapkan selamat kepada menantunya.


Mama mertuanya sangat menyayangi Key hingga semua perlengkapan bayinya dia belikan dan langsung di kirim ke rumah Key.


Begitulah mereka keluarga besar mereka berkumpul hingga ruang perawatan Key sesak dengan kedatangan kerabat dekatnya.


Mereka pun nampak diskusi tentang pemberian nama cucu mereka. Akhirnya dibuat keputusan kalau namanya mengikuti marga dari keluarga suami yaitu Elang Pamungkas.


Mereka berempat berjalan menuju ruang perawatan bayi. Mereka melihat bayi Key dari luar. Elang yang tampan nampak haus dan menangis.


Kedua omanya kuatir dengan keadaan cucunya kemudian mereka berdua menghubungi perawat jaga untuk memeriksa keadaan cucunya.


Perawat jaga tersenyum melihat ulah mereka. Kemudian perawat jaga memeriksa bayi Elang dan ternyata bayi Elang ngompol. Perawat langsung menganti popok bayi Elang.


Setelah popok diganti bayi elang kembali tertidur pulas. Dan oma-oma langsung kembali ke ruangan Key.


Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.


Dan jangan lupa nikmati ceritaku yang lain :


Buah Hati Ceo Pendendam

__ADS_1



__ADS_2