
Hari ini hari Senin seperti biasa di rumah Katrin nampak sibuk. Katrin dan mbok Sum menyediakan sarapan untuk anak dan suaminya. Katan yang tampan nampak sudah rapi dan duduk di meja makan. Sedangkan Ketty paling ribut diantara mereka. “Bunda tugas aku kemarin hang aku taruh di meja belajar tidak ada, kemana ya bun?”
“Itu apa dik, yang kamu bawa di tas jinjing kamu!” tunjuk Katan di tas jinjing sang adik.
“He…,he…, o iya.” Ketty memegang dahinya, menunjukan kalau dirinya yang lupa. Tak lama kemudian ayah Andi sudah berada di antara mereka. Bunda Katrin pun mengambilkan nasi untuk suaminya kemudian untuk dirinya sendiri karena bunda Katrin setiap pagi harus pergi ke butik melanjutkan usaha oma Ajeng.
Setelah selesai makan. Katan segera pergi ke garasi menyalakan motor besarnya. Namun seperti biasa Ketty selalu berangkat bareng sama ayah Andi karena memang searah dengan sekolah mereka berdua. Setiap kakaknya mengajaknya berangkat bersama pasti menolaknya. Tapi kalau pulang mereka selalu bersama.
Ayah Andi dan Ketty beranjak ke luar rumah. Bunda Katrin selalu mengantarkan sampai ke depan pintu rumah. Ayah selalu mengecup kening istrinya dan bunda mencium punggung tangan ayah Andi. Begitupun dengan anak-anak dibiasakan pamitan kepada orangtuanya.
Ayah Andi menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang dan Ketty duduk di samping ayah. Ketika samapi di persimpangan jalan tiba-tiba mobil ayah mogok. Ketty nampak cemas kalau terlambat masuk sekolah. Ayah menyuruh Ketty menghubungi Katan agar menjemputnya tapi Katan tidak kunjung mengangkat telponnya bahkan om doni pun sulit dihubungi. Ketty semakin cemas karena semua orang susah dihubungi. Di saat mau menelpon gojek, dari arah tak terduga muncul mobil sport hitam menghampiri mereka.
“Permisi om, bisa aku bantu?” tanyanya kepada Andi sopan sementara itu Ketty nampak terkejut melihat cowok yang dihadapannya tak lain adalah Devan.
“Tidak ada nak? Cuman ini saja tolong antarkan anak om ke sekolah ya?” ucap Andi menunjuk Ketty yang berada di samping kiri mobil paling belakang.
“Ketty? Maksud om mengantarkan Ketty? Kalau Ketty sih tidak usah saya antar om tapi berangkat bareng sama saya saja. Karena ketty kebetulan satu sekolah dengan saya,” ucap Devan berkata jujur.
__ADS_1
“Baguslah kalau begitu. Ayo nak kamu bareng…?” Andi tidak melanjutkan ucapannya dan langsung dipotong oleh Devan.
“Devan om.” Devan langsung memperkenalkan dirinya kepada Andi. Ketty yang awalnya menolak untuk pergi, karena yang meminta ayahnya akhirnya Ketty pun mengikuti permintaan ayahnya. Devan dengan senang hati membukakan pintu mobilnya untuk Ketty kemudian pamitan kepada Andi.
Andi kembali menelpon seseorang yang bisa dihubungi hingga akhirnya Doni menghampirinya untuk mengantar dan mengurus mobilnya.
Sementara itu Ketty masih manyun dan marah-marah tidak jelas karena harus bareng dengan Devan. Devan terkekeh melihat tingkah laku Ketty.
“Udah diberi tumpangan eh tidak berterimakasih. Ini malah ngomel-ngomel,” ucap Devan yang bermaksud hanya bercanda agar suasananya tidak canggung. Tapi Ketty yang mendengar ucapan Devan langsung mendamprat Devan dengan Omelan nya.
“Dengar ya Devan manusia aneh dan dingin. Aku tidak minta ya untuk ikut dengan kamu. Dan satu lagi kalau kamu keberatan lebih baik turun aku di sini saja. Aku akan minta kak Katan untuk jemput aku.” Key mulai panas dan gerah mendengar omelan Devan. Devan yang santai masih tetap melanjutkan mengemudi mobilnya dan sesekali melirik Key.
Tak lama kemudian mereka sampai di sekolah mereka, Ketty yang keluar dari mobil Devan membuat semua orang memperhatikannya terutama anak-anak perempuan mereka iri melihat kedekatan mereka.
Temen satu geng Ketty pun bingung melihat kedekatan ketty dengan Devan. “Gila Key kenapa kamu mendahului aku untuk mengenal Cowok baru kelas 3 itu?” tanya Leli dan langsung memberondong berbagai pertanyaan kepada Ketty.
“Siapa yang kenal dengan cowok aneh dan super dingin itu? Aku tidak mengenalnya aku hanya tadi nebeng karena mobil bokap mogok. Dan itupun bokap yang memintanya,” ucap Ketty sekenanya.
__ADS_1
“Itu sih sama aja Key, mana mungkin kamu tidak berkenalan dengannya? Namanya siapa dan kelas apa Key? Leli tetap masih memburu Ketty untuk mengetahui tentang Devan.
“Namanya Devan, kelas 3 Mipa. Puas?” Ketty pun langsung meninggalkan Leli dan masuk ke dalam kelasnya. Karena masih penasaran Leli masih mengejar Ketty.
“Dengar Lel…, aku tidak tahu banyak tentangnya jadi kalau kamu ingin tahu tentangnya cari info sendiri!” Ketty kesal dengan tingkah Leli. Kemudian Ketty mengeluarkan buku-bukunya untuk menyiapkan pelajaran pertama. Leli yang tahu sahabatnya kesal dengan dirinya langsung diam dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Ketty. Tidak lama kemudian pak guru datang dan bersiap memberi materi pelajaran.
Setelah pembelajaran di kelas yang membosankan waktu istirahat pun datang. Ketty dan Leli bersama-sama pergi ke kantin dan diikuti oleh Katan. Katan selalu menjaga Ketty dari keusilan temen-temen cowoknya. Makanya apabila ada cowok yang hendak mendekati Ketty sudah takut sendiri kalau Katan ada di sampingnya. Hal ini tidak berlaku bagi Devan.
Devan dengan sangat percaya diri mendekati Ketty bahkan nampak akrab dengan Devan. Semua cowok di sekolah merasa iri dengan Devan karena bisa mendekati cewek idola di sekolahnya dan sekaligus bisa akrab dengan saudara kembarnya.
Devan mengambil posisi duduk di dekat Ketty. Devan berusaha mencari perhatian Ketty. Setiap gerak-gerik Ketty diperhatikan oleh Devan hingga membuat Ketty tambah kesal. Ketty makan buru-buru bermaksud untuk segera kembali ke kelasnya. Namun tiba-tiba Ketty keselak makanan. Devan yang berada di dekatnya dengan sigap memberi minum Ketty dan menepuk bahunya. Devan semakin perhatian kepada Ketty hingga Katan memperhatikan keduanya.
“Dik kalau makan hati-hati! Jangan tergesa-gesa memangnya mau ngapain? Apa kamu belum mengerjakan tugas matematika?” tanya Katan pada saudara kembarnya untuk menghilangkan rasa malu Ketty pada Devan.
“Iya kak. Aku belum menyelesaikan soal nomor 5. Nanti aku pinjam punyanya kakak ya.” Spontan Ketty menjawab pertanyaan kakaknya dan dalam hati Ketty sangat bersyukur punya saudara kembar yang pengertian dan selalu tahu apa yang menjadi kesulitan adiknya.
Setelah selesai makan, Devan membayar ke kasir semua makanan yang mereka makan. Kemudian Katan, Ketty dan mereka menuju ke kelas masing-masing.
__ADS_1
💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.💕💕💕