Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Cemburu


__ADS_3

Senin pagi merupakan waktu yang paling sibuk bagi semua orang, seolah-olah mereka terburu-buru dalam melakukan aktivitas pagi, salah satunya adalah berangkat ke kantor.


Katrin mengendarai mobilnya menuju tempat magangnya, tiba-tiba ban mobilnya bocor di tengah jalan.


"Wah, gila nih…, bisa-bisa aku terlambat dong.” Katrin menepikan mobilnya di tempat yang paling aman.


Katrin berusaha menghubungi Anita maupun Andi lewat ponselnya, tapi tidak ada yang mengangkatnya.


“Ah…, waktu tinggal 10 menit, kalau terlambat malu dong.” Katrin melihat jam tangannya tiba-tiba ada mobil menghampirinya.


“Dik Katrin..., mau ke tempat magang ya? Mari bareng sama bapak, kebetulan bapak ada kunjungan kesana.” Pak Irfan membukakan pintu untuk Katrin.


“Terimakasih pak,” ucap Katrin basa-basi. “Alhamdulilah ada pak Irfan, tapi nanti gimana ya? Apa kata mahasiswa lain? Astaga…kak Andi?” Katrin galau dan menelan salivanya.


“Dik…, kenapa mobilnya?” kata pak Irfan sambil melirik Katrin.


“Bannya bocor pak…, maklum lupa mengecek kemarin,” jawab Katrin cuek.


“Gila…, gadis ini cuek banget, tapi menggemaskan,” gumam pak Irfan dalam hatinya. Pak Irfan merupakan dosen termuda di kampus Katrin dan merupakan idola para mahasiswi.


“Dik…, sudah sampai ayo turun.” Pak Irfan memutari mobil depannya dan membukakan pintu untuk Katrin. Hal itu tak lepas dari pengamatan Andi yang baru memarkirkan kendaraannya di samping mobil pak Irfan.


Katrin menundukkan kepalanya pura-pura tidak melihat Andi.


“Katrin Sanjaya…, sini kamu!” teriak Andi marah tanpa melihat situasi di sekitarnya.


Katrin mendekati Andi diikuti oleh pak Irfan. Katrin berusaha memberi peringatan untuk Andi, lewat telunjuknya yang ditempelkan di bibirnya, agar Andi Diam. Andi ya tetaplah Andi seorang Satpol PP yang Arogant, tidak menghiraukan isyarat Katrin.


“Pagi-pagi sudah berdua-duaan dengan orang lain, cepat kau pergi ke ruangan ku, bereskan semua berkas kemarin!” perintah Andi tanpa menghiraukan pak Irfan.


“Hai…, kenapa anda kasar sekali sama mahasiswaku?” bela pak Irfan.


“Dia mahasiswa bapak, tapi dia tunangan ku pak, jadi saya juga berhak atas dirinya?” ucap Andi dengan nada tinggi.


“Baru tunangan saja, posesifnya selangit. Dasar Arogant…!” kata pak Irfan tidak mau kalah.


“Sial, ternyata aku kalah selangkah dengan pria ini. Aku tak akan menyerah sampai disini.” Pak Irfan tertawa sinis setelah mengejek Andi.


“Apa..., bapak mengatai saya ya?” Andi mendekati pak Irfan hendak memukulnya tapi ditarik lengannya oleh Katrin.

__ADS_1


“Sayang, hentikan! Tadi mobilku bocor, dan pak Irfan menolongku memberi tumpangan ke sini,” jelas Katrin sambil memegangi lengan Andi.


“Maaf pak, saya Andi kekasihnya Katrin sekaligus pembimbingnya di tempat magang sini.” Andi mengulurkan tangan kanannya.


“Saya dosen pembimbing Katrin dan teman-temannya. Katrin cantik lo pak…, tapi jangan terlalu posesif sama dia? Nanti kabur…” kata pak Irfan sambil melirik Katrin.


“Bapak terlalu berlebihan, maaf saya hanya terbakar cemburu saja.” Andi menelan salivanya.


“Ingat bahagiakan dik Katrin, kalau tidak…, aku siap merebutnya dari mu?” ancam pak Irfan tiba-tiba.


“Sial bakal ada saingan berat nih, kelihatanya lumayan juga,” gumam Andi sambil mengusap lehernya yang tidak gatal.


“Mari pak, kita masuk,” Andi mempersilahkan pak Irfan masuk dan diikuti oleh Katrin.


“Dik kunci mobilmu mana, biar aku mengurusnya,” pinta Andi.


“Ini, kak….” Katrin memberikan kunci mobilnya ke Andi.


“Toni…, tolong kamu perbaiki mobil Katrin di jalan Anggrek, tadi bannya bocor,” perintah Andi.


“Siap bos, laksanakan.” Toni pergi keluar dan menarik tangan Dewi untuk mengikutinya.


“Hai…, kau sendiri saja. Hari ini semua mahasiswi magang ada pengarahan dari dosen pembimbingnya,” jelas Andi sambil memelototi Toni.


“Pak Broto, mari ikut saya…,temani aku mengurus mobil Katrin,” pinta Andi.


“Maaf…, saya banyak tugas, membuat laporan dan hari ini harus selesai,” jelas pak Broto sambil mengetik laporan.


“*A of*pes…apes, akhirnya sendirian.” Andi beranjak pergi ke luar ruangan.


Sementara di ruang pertemuan, pak Irfan di dampingi Andi mengarahkan dan membimbing mahasiswanya dalam membuat laporan magang.


“Dik Katrin, susunan dalam pelaporan yang kamu buat sudah bagus tapi kamu harus membuatnya seperti petunjuk bapak tadi,” kata pak Irfan yang sengaja mendekatkan tubuhnya di samping Katrin.


“Bener-bener ini dosen cari kesempatan saja. Andai bukan dosen Katrin sudah aku tendang dan pukul sampai ma*p*s,” umpat Andi dalam hati tapi matanya terus memperhatikan pak Irfan.


“Terimakasih pak, nanti saya perbaiki,” ucap Katrin.


“Untuk Anita dan Dewi, laporan kalian masih jauh dari sempurna jadi kalian harus banyak belajar dengan Katrin.” Pak Irfan memberi pengarahan panjang lebar mengenai laporan magang.

__ADS_1


Waktu menunjukan pukul 11.00 wib, pak Irfan ijin pamit karena harus menyelesaikan kegiatannya di kampus.


Katrin dan kawan-kawannya mengantarkan pak Irfan ke luar ruangan. Setelah pak Irfan pergi, Katrin minta ijin Andi untuk pergi ke kantin.


“Gila, itu muka pak Andi merah terbakar cemburu, melihat kamu ada di dekat pak Irfan,” kata Anita sambil menghempaskan dirinya duduk di kursi Kantin.


“Iya…, aku juga melihatnya, bahkan dia selalu mengawasi mu dan tidak melepaskan mu sedetikpun,” ucap Dewi menyambung perkataan Anita.


“Tahu nggak, tadi di parkiran kak Andi hampir memukul pak Irfan karena cemburu,” ungkap Katrin.


“Ya…, iya lah non?” jawab Anita dan Dewi kompak.


“Pak Irfan cakep dan tiba-tiba kamu duduk berdua semobil dengannya, siapapun pasti akan cemburu,” jelas Anita sambil memandangi Katrin.


“Non, pesen apa?” tanya petugas kantin menghampiri mereka.


“Siomay sama es campur saja pak, 3 porsi,” jawab Katrin.


“Nit…, kapan Arga pulang. Nanti nikahnya kak Tora bisa hadir tidak?” tanya Katrin mengalihkan pembicaraan.


“Lusa sudah pulang, o iya kamu minta di bawakan oleh-oleh apa? Nanti aku sampaikan!” kata Anita.


“Batik tenun asli Sulawesi saja, ya? Bilang 3 potong biar kita bertiga kembaran untuk acara pernikahan kak Tora,” jelas Katrin.


“Ok…, nanti aku sampaikan,” kata Anita sambil menulis pesan lewat WashApp untuk Arga.


“Dewi kamu bagaimana?” kata Katrin tiba-tiba.


“Bagaimana apanya?” ucap Dewi yang tidak tahu maksud pertanyaan Katrin.


“Ya…, kamu dengan kak Toni, maaf aku kemarin mengacaukan liburan kita,” ucap Katrin menyesal sambil memegang tangan kanan Dewi.


“Lo…, kamu ketinggalan info Rin, Dewi sudah jadian sama kak Toni.” Anita membantu menjelaskan kepada Katrin.


“Benar begitu Dewi?” Katrin meminta penjelasan Dewi.


“I_ya.” Dewi menganggukkan kepalanya.


“Selamat ya?” Katrin memeluk Dewi.

__ADS_1


Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Dan mereka sibuk menghabiskan makanan dan minuman masing-masing.


🍁🍁🍁 Sekian dulu keseruan tiga gadis magang yang sudah menemukan pasangan mereka masing-masing. Mari segera like, komen dan vote hasil karya aku ya, terimakasih!


__ADS_2