
Katrin sebagai calon mempelai wanita menjalani semua prosesi perawatan kecantikan untuk persiapan pernikahan mereka. Untuk baju dan perlengkapan yang lain sudah diurus oleh bunda Ajeng dan bunda Clara.
Katrin mendapat paket perawatan kecantikan dari salon bunda Clara. Katrin sangat senang menerimanya karena salon bunda Clara sangat terkenal dan istimewa pelayanannya. Banyak pelanggannya dari kalangan pejabat di wilayah tersebut.
Waktu perawatan Katrin di temani oleh Anita. Anita juga mengikuti perawatan di salon tersebut, tiba-tiba ponsel Anita berbunyi. Anita mengangkatnya dan dari seberang sana terdengar suara Arga. “Sayang kamu ada dimana?” tanya Arga yang ternyata di suruh oleh Andi untuk mengetahui keberadaan Katrin.
“Ada di salon bunda Clara.” Anita menjawab pertanyaan Arga dengan singkat.
“Kamu sama Katrin tidak?” tanya Arga balik.
“Iya. Aku sama Katrin menjalani perawatan kecantikan yang diberikan oleh bunda Clara. Ta_pi ini sudah hampir selesai.” Anita tidak mengerti akan pertanyaan Arga.
“Ok, kamu diam di situ saja! Aku mau kesitu.” Arga menutup ponselnya kemudian memberi kode kepada Andi untuk berangkat bertemu dengan para gadis pujaannya. Mereka di teras bertemu dengan ayah dan bunda mereka.
“Ayah, bunda aku sama kakak mau keluar dulu,” pamit Arga kepada kedua orang tuanya. Ayah dan bunda Clara memberinya izin tanpa menaruh curiga kalau mereka hendak bertemu dengan Katrin juga Anita. Pernikahan mereka kurang seminggu lagi, dan saat ini Katrin dan Andi sudah tidak diperbolehkan untuk bertemu.
Arga menyalakan mobilnya, kemudian berangkat menuju salon bunda Clara dengan Andi berada di sampingnya. Mereka berdua tersenyum bahagia karena kecurangannya tidak diketahui oleh bunda Clara.
Andi dan Arga masuk ke dalam salon, semua pegawai salon heboh melihat kedatangan putra majikannya. Mereka nampak mengaguminya.
“Mbak nona Katrin dan Anita dimana?” tanya Andi kepada salah satu pegawai salon bunda.
“Mas Andi dan mas Arga tunggu disini ya? Mereka masih di ruangan sedang melakukan pijat refleksi, sebentar lagi selesai,” ucap salah satu pelayan dan mengambilkan minuman untuk mereka berdua kemudian mempersilahkan mereka duduk.
Andi dan Arga duduk di ruang tunggu khusus keluarga sambil memainkan ponselnya, tidak berapa lama Katrin dan Anita keluar dari ruang perawatan. Kakak beradik kompak langsung berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri kekasihnya.
Andi yang tidak tahu malu langsung mengecup bibir Katrin dan memeluknya. Arga dan Anita tampak terkejut dengan kelakuan Andi, karena banyak pengunjung dan pegawai salon memperhatikan mereka.
__ADS_1
“Ayo dik kita keluar dari sini saja. Aku malu melihat tingkah mereka.” Arga menggandeng tangan Anita untuk pergi keluar dari Salon. Andi dan Katrin tidak menyadari kepergian saudaranya.
“Dik sebelum pulang kita lihat persiapan di rumah kita ya?” Andi menarik tangan Katrin dan hendak pergi dari salon. Andi mencari keberadaan Arga tapi tidak ditemukannya. Andi clingukan mencari Arga dan Anita, sehingga salah satu pegawai salon bertanya kepadanya.
“Mas Andi kalau mencari mas Arga, mereka sudah pergi dari tadi,” ucap pegawai salon sambil jarinya menunjuk keluar ruangan yang menunjukan mobil Arga sudah beranjak pergi meninggalkan Salon.
“Astaga, itu anak tidak bisa diajak kompromi,” umpat Andi kesal. Dan tiba-tiba dari arah belakang telinganya sudah ditarik oleh seseorang.
“Dik jangan bercanda, memangnya aku kenapa?” Andi menoleh kebelakang dan tampak terkejut dibuatnya. Bunda Clara sudah berada di sampingnya dan menari telinganya agak keras. Semua orang tertawa melihat ulah Andi, termasuk Katrin tertawa terpingkal-pingkal.
“Bandel ya? dibilangin jangan bertemu dulu, eh malah nekat ketemuan disini!” Bunda Clara semakin menarik kencang telinga Andi.
Andi meringis kesakitan. “Ampun bunda, untuk hari ini tolong toleransi dikit ya?” ucap Andi memohon kepada bunda Clara.
“Mana Adikmu.” Bunda Clara mencari Arga tapi tidak menemukannya.
“Sayang kamu tambah cantik saja. Ayo masuk ke ruangan bunda!” bunda Clara menarik tangan Katrin menuju ruang kerjanya. Andi mengikuti mereka berdua sambil sesekali mengusap telinganya yang masih panas karena ditarik oleh bunda Clara dengan amat keras.
Bunda Clara duduk di sofa dan menaruh tasnya di meja. Bunda sangat menyayangi Katrin. Mereka berdua ngobrol tentang persiapan pernikahan mereka. “Nak Akad nikahnya nanti tetap diadakan di rumah kamu ya? Untuk perayaan kita adakan di villa sesuai kesepakatan semula ya nak?” Bunda Clara memulia pembicaraan.
“Iya bunda, nanti setelah akad nikah, besoknya diadakan perayaan di Villa. Kita berangkatnya pagi setelah subuh bunda.” Ucap Katrin.
“Nak semua akomodasi dan perlengkapan untuk acara di rumah kamu sudah siap kan?” tanya bunda Clara dengan cemas karena bunda Ajeng menyiapkan sendiri tanpa bantuan dari siapapun.
“Siap bunda, Semuanya sudah beres diatur oleh bunda Ajeng dan para kerabat juga membantu bunda.” Katrin menyakinkan bunda Clara.
“Ya sudah, sana kamu pulang dulu biar diantar Andi, setelah ini baru boleh ketemu waktu acara akad nikah.” Bunda Clara mendelik memberi peringatan pada putranya.
__ADS_1
“Siap bunda. Sini dik kunci mobilmu.” Andi mengambil kunci mobil Katrin dari tangan Katrin, setelah pamitan dengan bundanya mereka berdua meluncur pergi meninggalkan salon.
“Dik, ayo makan dulu ya? kita ditunggu Arga dan Anita di restoran dekat alun-alun,” ucap Andi mengarahkan mobilnya menuju restoran. Setelah sampai resto mereka mencari Arga dan Anita.
“Bugh….” Andi menonjok lengan Andi dengan sangat keras. “Ar, awas ya akan aku balas kamu! sudah tahu bunda ke salon…, e malah aku ditinggal pergi.” Andi kesal dengan Adiknya.
“Maaf kak, daripada aku kena semprot juga kan lebih baik kakak saja yang kena,” ucap Arga tertawa mendengar penuturan Andi.
“Ini kakaknya lagi susah malah ditertawakan! Akibat ulahmu, untuk sementara kata bunda kuci mobilku ditahannya. Untuk pergi-pergi kamu harus mengantarku,” ucap andi mendengus kesal.
“Alamak kenapa sih kak tidak merepotkan adikmu ini. Berarti aku harus jadi pengawal kakak dong, selama seminggu. Nyebelin banget!” Arga semakin tambah kesal karena ujung-ujungnya masalah Andi akan berdampak padanya.
“Sudahlah kak, ayo kita makan,” ucap Anita yang sudah menahan rasa lapar di perutnya.
“Nit, kamu sering-sering ya ke rumah Katrin. Tolong kamu jagain dia!” kata Andi yang terlalu over protektif terhadap Katrin.
“Siap kak, tapi jangan lupa nanti bonusnya nonton gratis di bioskop untuk aku dan kak Arga ya?” ucap Anita yang memanfaatkan kebucinan Andi dengan mencari keuntungan untuk dirinya dan Arga.
“Bener-bener ya, kalian pasangan yang sangat kompak dan cocok. Memanfaatkan kesempatan untuk kebahagiaan berdua.” Katrin geleng-geleng melihat kelakuan sahabatnya.
“Biar sama-sama untung Rin?” Anita terkekeh mendengar penuturan Katrin. “Kak satu lagi nanti yang bayar kakak ya?” ucap Anita kembali sambil mengadukan kepalan tangannya dengan Arga.
“Ok, tidak masalah. Aku akan mentraktir mu dan membelikan tiket nonton berdua dengannya.” Andi tersenyum dengan tantangan Anita karena baginya uang itu tidak masalah yang terpenting bisa mengetahui perkembangan Katrin lewat Anita.
Setelah acara makan mereka pergi meninggalkan restoran menuju rumah Katrin, yang kebetulan mobil Anita ditinggal di rumah Katrin,
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia yang telah membaca dan jadi penggemar setia, untuk menambah semangat update episode selanjutnya, jangan lupa kasih komentar, like dan votenya!🍁🍁🍁🍁