Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Pengorbanan


__ADS_3

Setelah sarapan, Brian ngobrol sejenak dengan ayah Andi di teras ditemani Ata. Ayah Andi nampak serius dan nyambung dengan Brian. Brian pun sangat menghormati ayah Andi bahkan Brian merasa begitu dekat dengan ayah Andi seperti ayahnya sendiri.


Tiba-tiba bunda juga ikut ngobrol dengan mereka. Tidak terasa waktu menunjukan pukul 09.00 wib. Brian kemudian izin untuk pulang ke rumah. Bunda yang sangat menyanyangi Brian dan sudah jatuh cinta dengan karismanya Brian memanggil Key agar membawakan oleh-oleh yang disiapkan bunda untuk Brian.


Key berjalan dengan gontai membawa tas yang berisi oleh-oleh yang disiapkan oleh Bunda. Brian mencium punggung tangan ayah Andi dan bunda Katrin kemudian berjalan keluar diikuti oleh Key. Key membuka pintu mobil kemudian meletakan oleh-oleh di dalam mobil.


Key hendak pergi dari hadapan Brian, namun tiba-tiba Brian mendekatinya bahkan begitu dekat hingga Key gugup. Brian tertawa melihat tingkah Key. Brian membisikan sesuatu ke telinganya. “Key, kalau ke Amerika hubungi kakak ya? kakak kasih tahu alamat kamu. Kakak sering ke Amerika karena banyak rekan bisnis kakak yang di sana.”


“Apaan sih. Tidak perlu ah, lagian ngapain harus memberitahu kakak. Dasar cowok aneh, saudara bukan, teman juga bukan apalagi kekasih tambah juga bukan,” ucap Key ketus hendak berlalu meninggalkan Brian. Namun Brian segera menangkap kerah leher Key bagian belakang hingga Key tidak bisa bergerak.


Key berusaha melepaskan tangan Brian, namun tidak bisa karena Brian terlalu kuat. “Key kau itu sudah ditakdirkan untuk aku. Jadi meskipun kau menghindar dari aku pasti akan dipertemukan kembali. Percayalah cinta kita itu suci dan aku pastikan kita akan bersatu hingga pelamin untuk menua besama dengan anak cucu kita. Dan satu lagi pengorbanan aku untuk menunggu kamu pasti tidak akan sia-sia.” Brian melepaskan kerah leher Key. Namun karena Key larut dalam perasaannya maka Key terhuyung-huyung hendak jatuh. Brian dengan cekatan langsung meraih dan memeluknya.


“Dasar, gombal banget. Kakak sengaja ya biar berdekatan dengan aku?” ucap Key semakin gugup karena perasaannya berdebar-debar tidak karuan.


“Iya. Memang betul. Aku raja gombal yang bisa meluluhkan hati kamu. dan perlu kau ingat kamu masih punya hutang denganku. Bagaimana kalau kamu jadi pacarku jadihutangnya lunas,” Brian semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Key dan hampir bersentuhan. Namun tiba-tiba Ata muncul dihadapan mereka.


“An, jam tangan kamu ketinggalan.” Ata menghancurkan suasana mereka berdua. Brian melepaskan Key dan menggarukan kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


“Ok. Terimakasih. Maaf tadi Key mau jatuh jadi aku berusaha selamatkan dia.” Brian menyakinkan Ata. Ata pura-pura cuek.


Tidak lama kemudian Brian masuk mobil dan pergi meninggalkan mereka. Ata menggoda adiknya kalau Key sebenernya cocok dengan Brian. Key mengabaikan Ata dan langsung berlari meniggalkan Ata menuju kamarnya. Key bercermin di depan cermin, dan tersenyum-senyum sendiri dan tidak menyadari kalau ada Leli.


Leli mangamati Key yang kelihatan lagi kasamaran. Leli menggoda Key sehingga mengejutkan Key. “Wah, ada bidadari yang jatuh cinta ya? gimana nich pangeran kataknya sudah pindah ke lain hati kah?”


“Leli, kamu kok bisa ada di kamar aku?” Key semakin gugup karena dirinya telah melupakan sahabatnya kalau ada di rumahnya.


“Kamu lupa ya? Aku kan juga menginap di sini? Ha..., ha…, Key…itu pasti semuanya gara-gara cinta ya? Kayaknya sudah move on nich?” goda Leli yang sangat mendukung kalau Key meninggalkan Devan dan menjalin hubungan dengan Brian.


“Sadar…, sadar Key. Kamu harus bisa move on dengannya. Dia tidak layak untuk kamu. coba saja sekarang kamu telpon pasti tidak bisa dihubungi. Aku yakin mamanya pasti menyitanya. Kau itu janganlah jadi wanita yang sangat lemah dan sabar bahkan terlalu berharap dengannya.” Leli berusaha menasehati sahabatnya.


“Aku sadar Lel. Karena aku sadar dan masih status sebagai kekasih Devan maka aku tidak akan berbuat sejahat itu. Aku bukanlah wanita yang dengan mudahnya meninggalkan kekasih hatinya untuk orang lain yang lebih baik darinya,” ucap Key dengan menghela nafasnya.


“Astaga Key. Kau tidak jahat Key, aku rasa kamu layak meninggalkannya karena keluarganyalah yang jahat dan Devan tidak punya pendirian. Devan nurut saja dengan mama dan wanita itu, kau sendiri juga melihatnya Key? Pengorbanan kamu tidak sebanding dengannya Key. Menurut aku kau lupakan dia daripada kamu semakin sakit hati dengannya.” Leli menguncang-guncang bahu sahabatnya untuk segera sadar dan move on dari Devan.


“Entalah Lel. Apapun resikonya aku siap. Bagiku, aku lebih percaya pada takdir Allah yang kelak akan membawa dan menuntunku mendapat kebahagiaan,” ucap Key yang membuat Leli kembali duduk lemas dihadapan Key.

__ADS_1


Sementara itu ayah dan bunda berbincang-bincang di dalam kamarnya. Dengan sangat antusias bunda menanyakan sesuatu tentang Brian kepada suaminya.


“Bunda, kau itu tanya-tanya seolah-olah sedang jatuh cinta lagi ya? Bunda sayang, ayah itu tak kalah tampan dan perkasa dengan yang muda lo? Boleh kok ayah buktikan.” Ayah Andi menggoda bunda Katrin yang semakin memanyunkan bibirnya sambil berguman.


“Dasar ayah yang tidak peka. Masa bunda jatuh cinta lagi? Emangnya boleh? Aku tanya tentang Brian, karena bunda merasa Brian cocok untuk KE.”


“Ha…, ha…, iya ayah tahu itu. Menurut ayah mereka pasti akan berjodoh. Daripada kamu mengurusi urusan anak muda lebih baik kita buat mimpi lagi saja. Ayah masih ingin punya anak lagi. Sebentar lag ikan anak-anak pergi dan memiliki kehidupan masing-masing jadi tidak ada salahnya kita buat adik bayi lagi.” Ayah langsung menerkam bunda Katrin hingga tidak bisa berkutik kembali.


Sekarang yang terdengar hanya hembusan nafas dan suara desahan dari ayah dan bunda yag kembali bercinta menikamati syahdunya alam yang kembali mendung.


Ayah dengan agresif beberapa kali menyerang bunda Katrin hingga mereka berdua puas mencapai kenikmatan. Bunda pun tak kalah agresif dengan ayah, mereka berdua merupakan pasangan yang sangat menarik di usianya yang tidak lagi muda tapi masih tetap romantic dan selalu menghargai satu sama lainnya hingga membuat orang lain iri jika melihatnya.


Begitu selesai melakukan aktivitasnya, ayah memeluk istrinya dan menciumnya dengan romantic. Kemudian ayah menggendong bunda untuk mandi bersama karena hari ini ayah dan bunda harus ke rumah oma Ajeng untuk memeriksakan Kesehatan oma Ajeng secara rutin.


Selesaimandi, ayah kembali menggendong bunda untuk membantu mengeringkan rambutnya. Begitulah ayah yang selalu memperlakukan bunda Katrin dengan baik bagaikan ratu. Ayah pun berharap putrinya kelak bisa mendapatkan suami yang baik dan putranya juga bisa bersikap sepertinya terhadap istrinya kelak.


Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.

__ADS_1


__ADS_2