Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Terpesona


__ADS_3

Widya dan Katrin berencana melakukan perawatan di salon. Para lelaki mereka sudah siap untuk mengantar mereka pergi ke salon. “Ayo, kita berangkat,” kata Tora sambil membukakan pintu mobil untuk Widya.


Andi membukakan pintu belakang untuk Katrin, mereka berempat merupakan pasangan yang kompak dan serasi. Di dalam perjalanan mereka saling bercanda, bahkan Andi menggoda Tora sahabatnya sekaligus calon kakak iparnya.


“Tora…, mulai besok kamu tidak boleh bertemu dengan Widya lo?” kata Andi memulai pembicaraan.


“Kata siapa, mana ada aturan seperti itu?” ucap Tora kesal sambil mengemudikan mobilnya.


“Menurut orang jawa seperti itu, nanti kalau ketemuan bisa pamali, iya kan dik?” tanya Andi pada Katrin.


“Iya kak, bunda tadi kayaknya sudah menyampaikan ke kak Widya.” Katrin membantu menyakinkan Tora.


“I_ya, kak, aku tadi sebelum berangkat dikasih wejangan sama bunda.” Widya menjelaskan dengan sabar.


“Ah…, bisa gila aku dik, seminggu tidak ketemu dengan kamu,” ucap Tora sambil konsentrasi mengemudi.


“Kak…, kan ada video call,” jawab Widya menenangkan Tora.


“Tora…, rasain tuh seminggu garing? Ha…Ha….?” Andi tertawa terbahak-bahak.


“Kak, jangan gitu dong kak, suatu saat nanti kakak juga akan merasakan.” Katrin mencubit lengan Andi.


“Ya, dik itu calon suamimu memang begitu hobinya bersenang-senang di atas penderitaan orang lain,” kata Tora minta dukungan adiknya.


“Kak…, sudah sampai nanti tolong aku sama kakak dijemput lagi ya?” Katrin dan widya turun dari mobil, sedangkan Tora dan Andi berlanjut pergi ke tempat fitness.


Katrin dan Widya masuk ke dalam salon dan disambut oleh mbak Pretty yang punya salon. “Hai, mbak Katrin, lama kok nggak kesini?” tanya mbak Pretty.


“Iya, mbak maklum aku habis kecelakaan dan perlu pemulihan, jadi nggak bisa kemana-mana,” jelas Katrin sambil menghempaskan duduk di sofa.


“Untuk hari ini, adakah yang bisa saya bantu,” tanya mbak Pretty memandang Katrin dan Widya secara bergantian.

__ADS_1


“Perkenalkan calon kakak ipar ku mbak, seminggu lagi menikah, dan kita perlu perawatan pra nikah mbak!” ucap Katrin.


“Ok…, kalian masuk ruang spa dulu ya?” Mereka akhirnya masuk di ruangan tertutup untuk melakukan perawatan.


“Kak Widya…, apa sih kak yang membuat kakak jatuh cinta sama kak Tora?” tanya Katrin yang tiba-tiba di tengah keheningan di saat melakukan perawatan spa.


“Kakakmu itu tentunya baik luar dalam dik, pokoknya semua yang ada di kakakmu membuat aku nyaman,” jelas Widya sambil memejamkan matanya membayangkan Tora sikap dan bodi Tora.


“Ka_kak, maksudku selain itu yang paling menonjol di kakak Tora yang buat kakak jatuh cinta?” tanya Katrin kembali penasaran.


“Ya yang paling menonjol kalau cowok ya belalainya to dik?” ucap Widya tanpa rasa berdosa.


“Ih…kakak mesum banget, kelihatanya kalian bertiga sama-sama Alumnus dari Universitas dengan predikat mahasiswa termesum deh,” goda Katrin sambil menyebikkan bibirnya.


“Dik, kau sendiri apa yang kau suka dari Andi?” tanya Widya kepada Katrin.


“Entahlah kak, mungkin dia baik, dan mungkin dia juga tampan dan macho, yang jelas dia pernah menyelamatkan hidupku kak.” Katrin menjelaskannya pada Widya sambil mengingat pertemuannya dengan Andi.


“Mari non kita pergi ke ruangan sebelah untuk treatment berikutnya,” kata salah satu pelayan spa.


“Baik mbak.” Katrin dan Widya mengikuti menuju ruangan yang ditunjuk. Setelah beberapa menit selesai perawatan, Widya menghubungi Tora. Katrin dan Widya menunggu di ruang tunggu salon.


“Ah, gila itu cowok tampan dan macho banget,” terdengar kasak kusuk pelayan salon yang sedang melakukan pelayanan kepada para pelanggan.


“Astaga itu yang satunya juga, aduh bodinya atletis banget? Mau dong godain kita.” Pelayan salon waria berteriak dengan genit. Bahkan semua pelayan berhamburan mendekati cowok yang barusan datang.


“Kak…, kok rame banget ada apa ya? Apa ada artis atau aktor yang perawatan di sini ya?” tanya Katrin pada Widya.


“Entahlah, dik…?” Mereka berdua menoleh ke arah pergerakan para pelayan salon.


“Astaga…., laki kita kak.” Katrin menepuk jidatnya berjalan menuju kerumunan para pelayan yang mengerumuni Andi dan Tora. Widya pun melakukan hal yang sama.

__ADS_1


“Permisi…, mbak, mas tolong dong berikan jalan untuk laki kita.” Katrin membuka kerumunan para pelayan salon dan langsung bergelayut manja pada Andi. Gayung pun bersambut Andi langsung memegang pinggang Katrin dan mencium keningnya. Sedangkan Widya menghampiri Tora tapi tidak seposesif Katrin.


“Wah…, so sweet banget?” kata salah satu pelayan. “Aduh hatiku terasa merana, belum melepas tembakan asmara sudah pupus,” teriak salah satu pelayan Waria yang mengagumi Andi.


“Ih…, apaan sih mas in ikan lelaki aku?” jawab Katrin sewot, sedangkan Andi, Tora dan Widya tersenyum melihat tingkah Katrin.


“Helo…, masa ekyu dibilang mas, aduh…ngaca-ngaca dong mbak?” Pelayan salon itu memutar-mutar tubuhnya dan tangannya layaknya seorang wanita. Semua orang pun tertawa terbahak-bahak melihat kelakuannya.


“Dik…, masa kamu cemburu sama bebek jadi-jadian dik,” bisik Andi di telinga Katrin.


“Iya…, dik. Ayo kita pulang. Kau ini rupanya posesif juga ya?” goda Widya pada calon adik iparnya. Tora dan Widya mengeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku adiknya.


“Cowok itu harus dijaga kak, apalagi sama cewek seperti itu.” ucap Katrin sambil mengajak mereka keluar salon. Semua pelayan salon masih bengong dan kagum melihat kepergian mereka, seolah-olah mereka terpesona dengan ketampanan dan kecantikan mereka.


“Bener-bener kedua-duanya pasangan yang serasi,” ujar salah satu pelayan salon.


“Iya…, pasangan yang sempurna, terus yang jelek kebagian apa ya?” Salah satu pelayan berkata sambil memangkas rambut pelanggannya, tapi sayang karena kurang konsentrasi memotonganya terlalu pendek.


“Mbak, focus dong mbak, lihat raambutku memotaongnya terlalu pendek, bagaimana ini?” complain salah satu pelanggan salon.


Demikianlah Widya dan Katrin beserta para lelakinya membuat kegaduhan dan keonaran di Salon. Setelah keluar dari Salon mereka memutuskan untuk makan di sebuah restouran terdekat. Tora menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


“Kak…, kita makan di situ saja di restoran seafood saja.” Katrin menunjuk sebuah restorant yang lumayan ramai karena banyak pengunjung.


Tora memarkirkan kendaraannya, kemudian mereka berempat masuk dalam restaurant. Katrin memesan semua masakan favorit yang ada di restaurant tersebut sedangakan yang lainnya mengikuti saja apa kemauan Katrin.


“Kak, aku ke kamar mandi dulu ya?” pamit Katrin.


“Aku antar ya?” sahut Andi. Tora memelototi Andi sehingga Andi yang sudah beranjak dari duduknya, kembali merebahkan dirinya duduk di kursi.


Katrin melangkah pergi menuju kamar mandi, tanpa dia sadari ada seorang wanita mengikutinya.

__ADS_1


🍁🍁🍁"Bagaimana para pembaca, kira-kira siapa yang mengikuti Katrin?” Mari kita simak kisah berikutnya tapi jangan lupa beri like, komentar dan votenya ya?🍁🍁🍁


__ADS_2