Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Buru-buru


__ADS_3

Sejak tahu Key bekerja di rumah sakit Brian, Roy selalu datang ke rumah sakit. Berbagai alasan agar ketemu Key dia lakukan. Hari ini tiba-tiba Roy tiba-tiba membawa oleh-oleh dari oma untuk Brian. Brian langsung tahu apa yang diinginkan Roy pasti ingin ketemu Key. Setelah Brian mempersilahan Roy masuk di ruangannya Brian pamitan keluar karena ada acara meeting.


Roy tidak menaruh curiga sama sekali kalau Brian membohonginya. Brian yang tidak menginginkan Key bertemu dengan Roy langsung menemui Key untuk mengajaknya makan siang di luar.


Brian buru-buru maasuk ruangan Key kemudian melepas jas kerja. Key yang tidak mengerti apa yang diinginkan Brian merasa ketakutan karena ulaahnya.


“Kak Brian, apa yang kamu lakukan. Janganlah kau berbuat nekad. Tinggal 3 minggu lagi kita sudah syah menjadi suami istri,” ucap Key sambil mundur beberapa langkah ke belakang hingga badanya bersandar ke tembok. Brian yang sengaja menggoda Key langsung menghimpit tubuh Key dan membisikan sesuatu ke telinga Key.


“Kau itu dokter tapi otak kamu kotor sekali. Aku melepas jas kerja kamu mau mengajak kamu makan di luar. Di ruangan ku ada Roy, aku tidak suka kau bertemu dengannya,” ucap Brian sambil menyentil kening Key dengan jarinya. Key nyengir dan mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Astaga sayang, salah kamu sih yang tidak mengetuk pintu buru-buru menghampiri aku dan melepas jaket kerja aku jadi aku takut. Dan kamu nampak nafsu sekali sayang?” ucap Key nyengir tanpa ada rasa bersalah.


“Sudahlah, ayo kita pergi,” Brian langsung menggandenga tangan Key dan mengajaknya keluar rumah sakit.


Sementara itu Roy yang kebetulan melihat ke arah jendela menangkap bayangan Brian yang mengandeng tangan Key menuju mobil.


“Bener-bener si Brian mencintai Key. Dan kelihatan banget kalau dia bucin berat sama Key. Wah ternyata aku kalah cepat dengannya,” gumam Roy yang akhirnya menyerah untuk pulang ke rumah.


Sementara Key setelah makan tidak lagi diajak pulang ke rumah sakit, tapi diajak pulang ke rumah mamanya Brian. Brian mencari mamanya yang lagi asyik ngobrol di ruang keluarga bersama papa dan adiknya. Papa Surya nampak senang dengan kedatangan Brian dengan Key. Adiknya yang masih sekolah yang bernama Bima Pamungkas juga nampak senang dengan kedatangan kakak iparnya.


“Kak Key sini, duduk dengan Bima. Bima senang karena kak Key datang ke rumah. Kebetulan aku ada tugas Kimia yang sulit banget. Jadi aku bisa dong minta tolong kak Key,” ucap Bima yang membuat jengkel dirinya.


“Tidak hanya di rumah sakit ternyataa di rumah juga ada penggoda amatiran,” gumam Brian lirih tapi sempat di dengar oleh papanya.

__ADS_1


“Kau itu ya? Sama adik sendiri kok cemburuan. Apa salahnya Key membantu adik kamu,” Papa Surya nampak tidak senang dengan sikap Brian yang baginya kekanak-kanakan.


“Papa mesti membela Bima. Lagian Bima kerja seendiri kenapa ya?” Brian mendelik ke arah Bima, tapi Bima cuek tapi justru menggoda Brian dengan memiringkan tubuhnya mendekati Key sambil menunjukan tugasnya.


Key tersenyum melihat ulah adik kakak tersebut. Key dengan sbar memberi bimbingan kepada Bima hingga Bima nampak mengerti dan dalam waktu singkat tugasnya selesai. Mamanya Brian semakin kagum dengan Key.


“Nak Key, kamu bener-bener calon kakak ipar yang baik dan calon menantu yang baik. Nak kelak kamu harus lebih sabar ya menghadapi Brian?” ucap mamanya Brian kepada calon menantunya.


“Iya ma, Key mengerti. Kak Brian memang begitu selalu berlebihan kalau melihat Key berhadapaan dengan pria lain. Tadi saja mengajak makan siang di luar hanya gara-gara kak Roy datang ke rumah sakit,” ucap Key tanpa sadar menceritakan ulah Brian.


“Sayang, tidak begitu kok. Ini tadi aku mengajak ke luar itu maksudnya ingin mengenalkan kamu dengan keluarga aku. Apalagi papa kemarin waktu kita tunangan lagi ke luar negeri. Jadi mumpung papa di rumah. Iya kan pa?” tanya Brian kepada papanya.


Papanya mengiyakan saja apa yang dikatakan oleh Brian agar tidak kecewa. Brian tersenyum puas karena papanya mau bekarjasama dengannya. Sedangkan mamanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingakh laku putranya.


“Nak, bukanya 3 minggu itu sudah waktu yang pendek untuk sebuah pernikahan. Kalau dipercepat lagi mintnya kapan? Mama tidak bisa mikir lagi nak?” ucap mamanya Brian yang membuat Brian kesal.


“Pasti ini karena ada kak Roy ma? Adik yakin kak Brian cemburu sama kak Roy,” ucap Bima tiba-tiba.


“Memangnya kenapa dengan Roy? Bukannya besok kembali ke Amerika?” tanya mamanya Brian.


“Tidak kok ma? Kak Roy katanya mau menetap disini dan ingin bergabung dengan rumah sakit kita. Pastikan ada maunya, mama kan tahu kalau Roy juga punya rumah sakit sendiri di kota kelahirannya tante,” ucap Brian secara tidak sengaja membenarkan perkataan Bima.


“Tuh kan ma? Kak Brian bener-bener deh cemburu sama kak Roy?”ucap Bima yang sengaja menggoda kakaknya.

__ADS_1


“Kau itu anak kecil sok tahu. Dasar ABG labil, makanya belajar saja dulu. Janganlah pacaran sebelum bekerja,” ucap Brian membuat suasana keluarga semakin seru.


“Kakak kuno. Jaman sekarang kok disuruh menunggu dan pacaran kok tidak boleh, yang penting tidak neko-neko kak. Pacaran bisa menambah semangat belajar kita,” ucap Brian terkekeh melihat tingkah laku kakaknya.


“Waduh-waduh anak mama jangan nekad ya? Keluarga besar kita menginginkan acaranya dilaksanakan secara besar-besaran di hotel. Kalau dipercpat lagi aku pastikan saudara-saudara kita pasti banyak yang tidak datang,” ucap mamanya Brian.


“Tapi aku sudah tidak kuat ma?” ucap Brian tiba-tiba yang berbisik di dekat telinga bundanya.


“Hus…, tidak kuat apanya?” tanya mamanya Brian sambil menyenggol lengan Brian.


“Tidak kuat godaan bunda? Habisnya Key mancing-mancing terus, lihat saja ma senyumnya bisa membuat aku kena panah asmara? Terus kalau tidak segera aku nikahi nanti keburu dikejar-kejar orang,” ucap Brian galau.


“Kau itu nak berlebihan, janganlah kau meragukan cintanya Key? Mama yakin Key tulus mencintai kamu dan mama bisa pastikan kalau Key tidak akan berpaling darimu,” ucap mamanya Brian sambil memeluk bahu calon menantuya kemudian mencium pipinya.


Begitulah mamanya Brian memperlakukan Key seperti putrinya sendiri dan Key nampak nyaman dengan ulah calon mertuanya.


“Tuh sayang, mama saja percaya sama aku. Kamu sih lebay baget,” ucap Key yang diiyakan oleh mama mertuanya.


“Na kayo ikut mama saja di ruang fitness, sebentar lagi mama mau latihan yoga sekalian ikutan ya?” mama ada baju fitness yang masih belum kepakai,” ucap mama langsung mengandeng Key berjalan menuju ruang fitness.


Rencana Brian untuk mempengaruhi mamanya memajukan hari pernikahannya tidak disetujui oleh mamanya membuat dirinya kesal. Akhirnya Brian pun melangkah pergi menuju kamarnya untuk istirahat.


Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.

__ADS_1


__ADS_2