
Hari ini Key keluar bersama calon mertuanya. Mamanya Brian meminta Key untuk pergi ke salon merawat diri sebelum pernikahan. Mamanya Brian justru memfasilitasi apa yang diperlukan oleh Key. Key sebenarnya malu dengan sikap orang tuanya Brian.
Perhatian Calon mertua terhadap dirinya berlebihan bahkan seperti anak kandungnya sendiri. Setelah selessai menjalankan perawatan di salon sebelum menikah Key bersama mamanya Brian pergi ke restoran langganan mamanya Brian.
Mereka berdua nampak menikamati makanan yang dihidangkan oleh restoran. Tiba-tiba muncul teman mamanya Brian bu Retno. Bu retno tipe wanita sosialita yang selalu mengutamakan gaya dan penampilan.
“Jeng Prita? Lama tidak ketemu ya? Waduh ini kok cantik banget, kalau boleh tahu siapa ya?” tanya Bu Retno langsung duduk di sebelah mamanya Brian.
“Kenalkan jeng ini calon menantu aku. Seminggu lagi dilaksanakan acara pernikahan dan akan kami gelar di hotel milik keluarga kami. Nanti hadir di resepsi pernikahan anak kami ya jeng?” ucap mama Prita yang dengan bangga memperkenalkan calon menantunya.
“Wah pantas saja calonnya nak Brian secakep ini makanya dikenalin siapapun ditolaknya. Selamat ya nak, tidak gampang lo bisa menakhlukan hati nak Brian. Nak Brian itu menantu idaman ibu-ibu jaman sekarang. Temen-temen tante banyak yang ingin menjadikan nak Brian sebagai menantu tapi sayang nak Brian selalu menolaknya,” ucap mama Retno yang tidakada remnya hingga membuat Key risih mendengarnya.
Tapi Key anak yang cerdas dan pinter jadi bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan mama Retno. Mama Retno semakin kagum dengan sikap Key hingga sering memujinya.
“Nak Key masih punya adik perempuan tidak? Kalau ada bisa dong kenalkan untuk anak tante,” tanya mama Retno yang semakin membuat mama Prita tersanjung karena pujiannya terhadap calon menantunya.
“Maaf mama Retno, Key tidak punya adik perempuan tapi punya saudara kembar laki-laki,” ucap Key sopan.
__ADS_1
“Laki-laki? Wah pasti tampan dan gagah dong? Boleh deh nanti buat anak gadis tante. Kerjanya dimana nak?” Mama Retno semakin penasaran.
“Wah jeng Retno terlambat, kakaknyaa itu sudah punya calon pendampin dan kerjanya itu sebagai perwira militer dan tentunya cakep dan tampan banget dong kayak saudara kembarnanya,” ucap mama Prita semakin membanggakan calon menantu dan keluarganya.
Sementara itu di luar restoran nampak Leli dengan Satria ingin masuk ke restoran. Satria masih menggunakan seragam dinasnya. Satria dengan gagahnya menggandeng Leli yang nampak manis dan cantik. Leli yang dari jauh melihat Key langsung mengajka Satria menghampirinya.
“Assalamualaikum tante, Key. Alhamdulilah bisa dipertemukan di sini. Maaf tante dari kemarin aku cari Key susah dan kata bunda Katrin sering pergi dengan tante,” ucap Leli yang baru datang dengan Satria. Kemudian mama Prita meminta Leli dan Satria bergabung dengan mereka.
Sementara tante Retno yang melihat keakrapan mereka semakin penasaran dengan Satria. Key yang mengerti dengan rasa penasarannya tante Retno langsung menjelaskan kalau Satria itu sepupunya dan Leli itu calonnya.
“Bener-bener keluarga bibit unggul. Nak Key, keluarga besarnya asyik dan seru ya?” mama Retno semakin kagum.
Key mengantarkan calon mertuanya pulang namun karena mama Prita tidak ada temennya karena semua keluarganya lagi ada kepentingan maasing-masing maka mama Prita meminta Key tidur di rumahnya. Kebetulan Bima ada acara kemah karena habis liburan sementara papa Surya dan Brian Berada di luar kota urusan bisnis.
“Sayang, mama sudah izin ke bunda kamu dan bunda mengizinkan untuk tidur di sini. Jadi kamu jangan cemas, dan kamu tidur di kamar Brian saja ya?” ucap mama Prita kepada Key.
Mama Prita menunjukan kamar Brian kepada Key. Key memasuki kamar Brian yang tertata rapi dan beberapa fotonya ternyata di pajang di kamarnya oleh Brian, termasuk foto-fotonya waktu perlombaan karate.
__ADS_1
“Wah ternyata kak Brian naksir aku sudah lama. Dan ini semua foto-foto aku dikoleksi di sini. Mudah-mudahan kak Brian cinta sejati aku,” gumam Key lirih. Key yang seharian pergi dengan calon mama mertua memutuskan untuk membersihkan badanya di kamar mandi.
Key asyik berendam di buth tub dengan sabun maskulin yang berada di kamar mandi Brian. Karena saking asyiknya mandi dan mendengarkan lagu kesayangannya Key tidak mendengar kalau ada suara masuk ke kamar Brian.
Setelah selesai mandi Key langsung keluar kamar mandi dengan tubuh hanya dililit dengan handuk. Key dengan santai berjalan keluar kamar mandi dan mulai mendekatkan dirinya menuju almari dan mengambil baju punya Brian yang bisa dipakai. Sementara itu lelaki yang ada di sofa tidak bisa berbuat apa-apa melihat pemandangan yang ada di depannya. Tubuh seksi Key yang putih bersih dan mulus tidak luput dari pengamatannya hingga sesekali dia menelan salivanya.
Key bernyanyi-nyanyi dengan riang dan belum meyadari kalau di kamarnya Brian ada seseorang yang memperhatikannya. Setelah selesai memakai baju BBrian yang bisa dia gunakan Key langsung membalikan badannya dan Key terkejut melihat seseorang yang duduk di sofa yang tetap memperhatikannya dengan mata elangnya.
“Kak Brian? Sejak kapan kakak ada di situ? Bukannya kakak ada urusan ke luar kota dan besok kan baru pulang?” tanya Key penasaran pada Brian.
“Sejak tadi kok sayang? Aku sama papa memang menyelesaikan semua urusanku dengan cepat, jadi aku bisa pulang cepat,” ucap Brian pada Key hingga Key memanyunkan bibirnya.
“Jadi kak Brian melihat semuanya dong? Kakak jahat, kenapa kakak tidak mengetuk pintu dulu jadi aku tahu kalau kakak sudah pulang?” Key masih manyun dan kesal dengan sikap Brian.
“Iya dong, kakak melihat semuanya. Dan kakak ingin segera menghalalkan kamu dik. Dan kamu itu juga aneh masa iya aku masuk ke kamar sendiri harus mengetuk pintu?” ucap Brian sambil menggoda Key. Key semakin gemas melihat tingkah Brian, Key hendak memukul dada bidang Brian dengan tangannya namun di saat mendekatkan dirinya ke arah Brian tiba-tiba kakinya menyandung karpet hingga dirinya jatuh di pelukan Brian. Key tidak menyadari kalau saat dirinya mengganti bajunya tidak menggunakan baju dalam hingga Brian merasakan menyentuh sesuatu yang membuat dirinya tidak bisa mengendalikan dirinya hingga akhirnya Brian mencium bibir Key.
Key menyadari serangan yang dilakuka oleh Brian langsung mendorong tubuh Brian pelan menjahui dirinya. Brian langsung tersentak dan menyadari akan perbuatannya kemudian Brian langsung izin untuk membersihkan dirinya yang sebetulnya hanya untuk mendinginkan tubuhnya yang mulai memanas.
__ADS_1
Brian bergegas hendak ke kamar mandi namun Brian kembali lagi mendekatkan dirinya ke tubuh Key sambil berbisik kalau malam ini Brian akan tidur di kamar tamu saja dan membiarkan Key tidur di kamarnya. Sebelum Key memberi jawaban Brian sudah bergegas keluar kamar yang sebelumnya mengambil baju tidurnya di almari.
Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.