Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Tidak Ada Kabar


__ADS_3

Key tidak bisa tidur, besok pagi dirinya benar-benar harus terbang ke Amerika. Semuanya sudah siap, namun kekasih hatinya Devan sejak kejadian di restoran tidak kunjung menghubunginya. Devan tidak ada kabar sama sekali. Key membolak-balikan tubuhnya, gelisah memikirkan Devan.


Tiba-tiba telponnya berdering sebagai tanda kalau ada video call. Key melihatnya ternyata yang video call “Cowok Aneh” si Brian yang tanpa rasa malu menelponnya. Key mengabaikannya namun tiba-tiba ada option masuk di whatsapp.


“Sayang, aku tahu kau belum tidur dan merindukan aku. Aku harap kamu mau video call dengan aku. Kalau tidak hutang kamu waktu di mall segera di lunasi ya? Dan satu lagi aku akan memberitahu sama ayah kejadian di restouran,” ancam Brian yang selalu membahas soal hutangnya dan kejadian di restoran yang melibatkan dirinya dengan mama Devan. Meskipun Brian dan Leli tanpa sepengetahuan Key sudah menceritakan kejadian di restoran kepada keluarganya.


Kemudian video call dari Brian kembali berbunyi dan Key mengangkatnya. Brian tahu betul kalau Key sedang ada masalah, kemudian Brian menanyakannya pada Key. Tanpa sadar Key menceritakan tentang Devan. Key secara tidak sengaja telah melukai perasaan Brian.


Brian saat ini tahu betul posisinya dan tidakberharap lebih dengan Key. Key bisa menjadi sahabatnya saja dia sangat bersyukur. Key bisa tersenyu ceria itu yang menjadi harapannya kalaupun Devan bisa membahagiakan Key, Brian akan berusaha melupakan Key sepenuhnya.


Brian memberikan nasehat-nasehat pada Key hingga Key merasa nyaman dan tertidur dengan posisi masih video call dengan Brian. Brian menahan nafasnya dan memandang bidadarinya yang tertidur pulas. Brian tidak berniat mematikan ponselnya bahkan dengan sengaja mengamati dan menikmati wajah polos Key.


Setelah kita-kira 15 menit Key terbangun dan tersadar kalau ponselnya masih on. Key nampak tersipu malu dengan dirinya yang tertidur disaat video call dengan Brian.


“Kakak, maaf aku tertidur. Jadi kakak hanya ngobrol dengan bayangan aku saja,” ucap Key yang sontak membuat Brian tertawa.


“Tidak apa-apa, bidadariku. Aku suka kok melihat bidadariku tertidur, jadi kelihatan cantik dan manis hingga aku ingin segera menghalalkan kamu dik. Kakak siap menunggu kamu hingga 2 tahun,” ucap Brian yang semakin membuat Key tersipu.


“Kak Brian! Apaan sih kak. Udah kak akum au kembali tidur. Maaf ya? Terimakasih atas perhatian kakak.” Key masih dengan malu-malu undur diri.


“Ok, bidadariku selamat tidur. Mudah-mudahan mimpikan kakak dan jangan lupa kalau sudah sampai ke Amerika hubungi kakak ya?” Brian berharap agar Key tidak mengindahkan apa yang dia minta.

__ADS_1


Key terseyum membalas permintaan Brian. Tak lama kemudian vidio call mereka tutup dan kembali ke alam mereka masing-masing. Key kembali melanjutkan tidurnya dengan perasaan tenang, demikian pun Brian nampak heppy seolah-olah mimpinya akan terwujud.


Pagi yang cerah Key bangun dengan suasana hati yang berbeda. Bunda mengamati perubahaan putrinya. Bunda pun hendak mencari tahu pada putrinya namun ayah Andi melarangnya.


Key bersiap untuk sarapan. Mereka sekeluarga menikmatinya, bunda nampak memanjakan putrinya. Bahkan ayah dan bunda hari ini sengaja mengantarkan putrinya berangkat ke bandara untuk menuju Jakarta terlebih dahulu baru melanjutkan penerbangan ke Amerika.


Sebenarnya ayah Andi sangat tidak ingin putrinya melanjutkan ke Amerika, namun berkat penjelasan sang istri akhirnya ayah Andi bersedia mendukung putrinya.


Ata sendiri sebagai saudara kembar sangat berat melepas kepergian adiknya. Merka dari kecil tidak pernah saling berjauhan. Bahkan saat Ata menjalankan Pendidikan Akpol kalau ada kesempatan pasti mereka akan bertemu.


Setelah semuanya siap mereka masuk dalam mobil. Key nampak gelisah dan hal itu dilihat oleh bundanya. Key masih enggan meninggalkan rumah apalagi disaat hubungan dirinya tidak ada kejelasan dengan Devan.


Devan seolah-olah menghilang di telan bumi, tidak ada kabar bahkan ponselnya pun tidak aktif. Ponsel dan mobilnya di sita oleh mamanya agar tidak berhubungan dengan Key.


Di rumah Devan nampak bingung. Mamanya mengancam Devan kalau Devan berusaha menghubungi Key maka mamanya akan nekad hendak mencelakai Key. Devan pun mengerti, mamanya selalu memaksakan kehendaknya dan akan mewujudkan perkataanya jika itu menyagkut harga dirinya dan kelauarganya.


Devan pernah mencari tahu apa penyebab mamanya membenci Key. Devan sebagai anaky ang berbakti pada orang tuanya tidak ingin menyakiti mamanya namun di lain pihak juga ingin mengejar cintanya.


Papa Leo mendukung putrannya kemudian dengan bijak menyuruh putranya pergi untuk menyelesaikan masalahnya. Papa Leo kemudian memberikan kunci mobil agar Devan pergi menyusul Key di Bandara. Mama Sandra nampak histeris melihat suaminya membela putranya. Mama Sandra merasa di khianati oleh Papa Leo. Papa Leo yang sudah tahu karakter Sandra langsung mememeluknya dan mengecup kening istrinya dengan penuh kasih hingga membuat mama Sandra terdiam.


Devan dengan cepat berlari ke luar rumah menuju parkiran dan mengeluarkan kendaraan papanya untuk mengejar Key. Devan melihat jamnya dan Devan memperkirakan kalau Key baru perdi sekitar 10 menitan meninggalkan rumahnya.

__ADS_1


Devan melajukan kendaraannya dengan kencang. Setelah melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang gila, akhirnya Devan mampu mengejar mobil yang mengantarkan Key berada beberapa meter di depannya.


Devan semakin menambah kecepatannya hingga mendahului rombongan Key kemudian memberi kode agar mereka lekas menepi. Devan keluar dai mobil kemudian menuju mobil di belakangnya. Devan dengan gagah menghampiri mobil yang di kemudian Ata dengan ayah Andi duduk disampingnya.


Devan mengetuk candela mobil yang ada di depan. Ata menurunkan kaca mobilnya kemudian mempersilahkan Devan mengantarkan unek-uneknya.


Devan yang sopan memohon pada ayah Andi untuk berbicara berdua dengan Key. Ayah Andi yang menyanyangi putrinya memberi izin pada Key untuk menemui Devan. Ayah hnaya memberi Batasan waktu elama 10 menit tidak boleh lebih.


Devan membuka pintu belakang mobil kemudian menarik lengan Key untuk kelauar dari mobil. Key pun turun dari mobil tentunya setelah bunda Katrin mengizinkannya.


Devan dengan mulut manisnya selalu bisa membujuk Key untuk memberinya waktu agar mamanya merestuinya. Key menyetujui apa yang direncanakan oleh Devan. Key percaya dengan Devan, karena Devan putra satu-satunya yang tentunya akan meluluhkan hati mamanya.


Sementara itu bunda Katrin di dalam mobil selalu berdo’a untuk putrinya agar dijauhkan dengan Devan dan berharap berjodoh dengan Brian.


Ayah Andi tahu akan sipa istrinya. Ayah Andi kemudian mengggoda istrinya. “Bunda, sebenarnya restu ibu itu penting hingga apa yang diharapkan oleh kita pasti akan teracapai. Dan harapan kita selaku orang tuan pasti berharap hung dan kelak akan membahagiakan kita sebagai orang tuanya.


Setelah waktu yang diberikan serasa cukup, kemudian ayah Andi memanggil putrinya agar segera masuk dalam mobil. Key dengan taat masuk ke dalam mobil dan membiarkan Devan bengong menatap kepergiannya di tepi jalan.


Key menatap Devan yang berdiri di tepi jalan dan mereka saling melambaikan tangan mereka masing-masing seolah-olah merupakan perpisahan yang cukup lama.


💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2