Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Vaksin


__ADS_3

Kelahiran putra dan putrinya sudah berusia 3 bulan, Andi tiba-tiba merengek-rengek tidak jelas kepada Katrin. Bunda sayang, anak-anak sudah tidur lelap ya?” tanya Andi kepada istrinya yang tiba-tiba merebahkan dirinya di pangkuan istrinya.


“Sudah kok yah. Anak-anak kita cukup pengertian kok sama orang tuanya dan mereka tidak pernah rewel meskipun tadi habis diberi vaksin sama dokter,” ucap Katrin sambil mengusap wajah suaminya. Bahkan sesekali juga memainkan rambut suaminya.


“Vaksin? Sudah to?” Andi langsung duduk menghadap istrinya sambil menelangkupkan tangannya ke wajah Katrin. Katrin berusaha melepaskan tangan suaminya agar tidak jahil.


“Sudah kok yang. Tadi pagi waktu kamu berangkat aku dibantu mbok Sum dan bunda Clara.” Katrin beringsut agak menjauh dari suaminya.


“Sayang, berarti hari ini giliran ayahnya dong yang dapat jatah vaksin?” tanya Andi sambil menaik turunkan alisnya untuk menarik simpati Katrin.


“Sayang mesti ini arahnya ke situ. Tunggu aku pasang alat kontrasepsi ya? kasihan anak-anak masih kecil-kecil,” ucap Katrin sambil berdiri dari tempat tidurnya henda melihat putra dan putrinya.


Andi langsung menarik tangan Katrin hingga Katrin terjatuh menimpa tubuh tegap Andi. Andi dengan sengaja langsung menangkapnya dan membaliknya hingga Katrin berada dibawah tubuhnya.


“Sayang mana tahan abang mu ini. Sudah lama kamu tidak memberiku vaksin? Nanti kalau pusaka ku berkarat bagaimana? Nanti bisa-bisa rasanya beda lo sayang?” Andi menempelkan keningnya ke kening istrinya seraya mengecup bagian yang lain.


“Sayang jangan mulai deh. Aku belum siap sayang? Nanti kalau Katan dan Ketty punya adik lagi gimana dong yang?” Andi tidak lagi mempedulikan pertanyaan istrinya. Andi memulai aksinya bergerilya ingin mencapai puncak kenikmatan karena memang lama belum bisa melakukan takut menyakiti Katrin.


Andi sudah mulai mengecup bibir Katrin tapi tiba-tiba tangis bayinya membuat dia mengurungkan niatnya.


“Dengar kan yang adik saja mengerti tentang bundanya. Ayo kamu cek tuh anak kita jangan-jangan ngompol?” Katrin mendorong tubuh suaminya agar menjauh dari tubuhnya. Andi yang memang sangat mencintai kedua anaknya langsung bergegas menenangkan putranya. Tapi tak lama kemudian Ketty juga menangis mengikuti kakaknya.

__ADS_1


“Sayang adik juga menangis. Ayo lekas kesini dan kamu susui mereka,” teriak Andi kepada istrinya.


“Iya sayang, ini aku lagi berjalan. Baru dua anak saja repot. Eh…, malah minta tambah anak lagi,” gumam Katrin lirih agar tidak didengar yang lainnya.


Katrin menghampiri Andi dan kedua anak kembarnya. Andi menimang putranya sedangkan Katrin menimang anak perempuannya. Mereka berdua nampak kompak mengurus kedua anaknya.


“Sayang, besok kit cari baby suster ya? untuk putra dan putri kita. Biar kamu tidak kerepotan mengurus aku dan kedua anak kita. Terutama ayahnya anak-anak ini juga perlu perhatian khusus,” ucap Andi sambil melirik istrinya.


“Aku sih terserah kakak saja, gimana baiknya tapi diukur bajetnya kak. Aku tidak ingin membebani kakak,” ucap Katrin lembut menatap suaminya. Setelah kedua anaknya tertidur mereka berbincang di balkon kamarnya.


“Ok. Kita cari saja satu orang suster yang bisa membantu menjaga kedua putra kita. Tapi misal kamu masih kerepotan kita tambah satu lagi dik,” ucap Andi yang lagi duduk di kursi malas.


Sementara itu Arga direpotkan Anita yang lagi mengandung usia kandungan Anita sudah menginjak 7 bulan beberapa hari yang lalu sudah diadakan acara tujuh bulanan. Anita yang lagi bermalas-malasan, manja kepada suaminya.


“Sayang, kakak kangen sama anak kita dan ingin bermain-main dengannya. Boleh kan?” ucap Arga sambil terus memainkan tangannya di perut Anita kemudian naik ke atas menyusuri semua bagian tubuh Anita. Anita mendesah manja kepada suaminya. Arga semakin memanas hingga mereka berdua mencapai kepuasan seagai suami istri.


“Terimakasih sayang, aku selalu dan sangat mencintaimu.” Arga memeluk Anita daan mengecup keningnya hingga mereka terlelap di alam mimpinya.


Setelah kira-kira dua jam tertidur mereka terbangun dan hendak mandi. Arga menggendong istrinya ke dalam kamar mandi dan berlanjut mandi bersama. Setelah mandi mereka melakukan sholat Ashar dan hendak main ke rumah Katrin karena Anita sangat merindukan si kembar.


“Kak, baju untuk si kembar yang kamu beli tadi sekalian kita bawa. Aku ingin lihat Katty yang cantik memakai gaun yang kamu belikan. Apalagi si jagoan Katan pasti tambah tampan.” Anita mengemas baju-baju untuk keponakannya yang dibelikan Arga dari luar kota. Begitulah mereka sangat menyanyangi kedua putra Andi dan Katrin.

__ADS_1


Arga dan Anita begitu sampai di kediaman Andi langsung masuk. Mereka yang melihat mbok Sum sibuk di dapur langsung nyelonong mengagetkan mbok Sum.


“Mbok Sum kak Katrin dan kak Andi mana?” tanya Anita yang tiba-tiba berada di sebelah mbok Sum hingga mbok Sum yang latah kaget dibuatnya.


“Eh copot…, copot…, jantung mbok Sum copot non,” ucap mbok kaget sambil mengelus-elus dadanya.


“Itu non, nyonya dan tuan muda ada di taman belakang. Mereka kayaknya lagi karaoke non, sedangkan anak-anak lagi tidur di kamarnya ditemani suster Erni.” Ucap mbok Sum yang melanjutkan memasak kembali.


Arga dan Anita langsung bergabung dengan mereka. Mereka berempat sangat menikmati kebersamaannya. Katrin dan Anita menyanyikan lagu-lagu tembang kenangan. Suami mereka akhirnya melanjutkan aktifitasnya dengan ngobrol bersama.


“Kak gimana properti kakak jadi dijual tidak?” tanya Arga tiba-tiba membuat Andi mendelik menatap Arga. Andi tidak menjawab pertanyaan Arga karena takut kalau Katrin mengetahuinya. Beberapa hari terakhir usaha Andi memang sedikit mengalami masalah. Tapi Andi tidak mau mengeluh sama Katrin maupun ibunya. Andi sebagai lelaki tidak mau menambahkan bebannya dalam mencari nafkah pada istrinya.


Katrin yang merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Andi langsung mendekati mereka.


“Sayang, ada apa? Kelihatannya ada sesuatu yang kamu sembunyikan?” tanya Katrin pada suaminya.


“Tidak apa sayang. Ayo masuk ke dalam kelihatannya makanan mbok Sum sudah siap,” ucap Andi sambil menggandeng istrinya untuk masuk ke ruang makan. Katrin yang mengetahui ada sesuatu yang disembunyikan suaminya langsung membisikan sesuatu ke telinga Andi.


“Sayang, ma uterus terang apa tidak dapat jatah sama sekali.” Katrin mengerlingkan matanya menggoda suaminya.


“Ini lo sayang kemarin itu usaha kita ada sedikit masalah bahkan pendapatan kita selalu mengalami penurunan. Tapi Alhamdulillah kemarin sudah diselesaikan dengan mencari sumber permasalahannya sehingga kita bisa bangkit kembali. Tenanglah sayang aku pasti akan selalu membuat kamu dan buah hati kita tidak akan kekurangan apapun,” ucap Andi diakhiri dengan mencium kening istrinya.

__ADS_1


“Betul kak, kak Andi meskipun bangkrut, dia tidak akan membiarkan keluarganya kelaparan. Dan kak Andi pasti akan mencarikan solusi yang terbaik.


💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.💕💕💕


__ADS_2