
Ketiga laki-laki itu menelan ludahnya
"Wah kayaknya enak nih" Ucap Alvin
"Kayaknya pedes bener" Ucap Dion
"Al cuma bikin satu porsi?" Tanya Satria yang melihat kedua sahabatnya ngiler.
"Gak masih ada" Jawab Alia dan diangguki Satria
"Tolong buat lagi untuk dua jomblo ini" Ucap Satria
Alia terkekeh lalu mengangguk mengiyakan permintaan Satria.
"Sialan lo" Ucap Alvin dan Dion bersama
"Owh iya, berapa no rekening lo Biar nanti gue transfer uang untuk mengganti uang yang tadi dipakai beli bahan bahannya."
"Gak usah Sat gak apa-apa, Lagi pula Ara juga sahabat ku"
"Jangan nolak rejeki Al, dia itu uannya banyak" Ucap Dion
"Gue harap lo gak nolak. Ion nanti anter Alia sampe rumah. Nanti kirim no rekeningnya" Ucap Satria
"Ok"
"Mas tolong bungkus tahu gejrot nya, mau dibawa pulang" Perintah Satria pada karyawannya.
Satria pergi keruang kerjanya, mengambil kunci dan dompet. Lalu bergabung dengan Alvin dan Dion yang sedang duduk menunggu tahu gejrot yang dibuat Alia. Tak lama keluarlah Alia dan seorang pelayan dari dapur membawa nampan berisi dua porsi tahu gejrot dan bungkusan makanan berisi tahu gejrot untuk Ara.
"Thanks Al, guys gue cabut" Satria pamit
"Ok" Jawab Dion dan Alvin
"Salam buat Ara" Ucap Alia
Satria mengagguk sebagai jawaban, ia melangkah pergi keluar dari kafe dan masuk kedalam mobil sambil tersenyum membayangkan Ara menikmati makanan yang ia bawa. Tak butuh waktu lama ia sudah sampai di kediaman keluarga Aditama.
Satria masuk kedalam rumah namun tidak menemukan siapa pun.
"Kemana mereka semua, tapi mobil papa masih ada didepan" Gumma Satria
Satria pun bertanya pada pelayan yang lewat " Kemana istri ku dan yang lainnya, kenapa sepi?" Tanya Satria
"Maaf tuan muda, semua orang ada dibelakang" Jawabannya
Satria pun mengangguk lalu melangkahkan kakinya ketaman belakang rumah. Satria terpaku diambang pintu melihat pemandangan yang sekarang ia lihat. Tak lama kemudian ia tersenyum melihat istrinya tidur beralaskan paha sang Papa mertua yang sedang berbicara dengan Ayahnya digazebo. Sedangkan Ibunya dan Mama mertua sedang merawat tanaman hias yang berjejer rapi. Puas memandangi orang-orang yang ia sayangi, Satria melangkah menuju gazebo dimana istrinya berada.
"Loh udah pulang kamu" Ucap Bambang membuat kedua wanita paruh baya itu memalingkan pandangannya pada Satria
__ADS_1
"Udah pulang Nak?" Ucap Lisa
Satria hanya mengangguk sebagai jawaban. Lisa dan Devina pun menghampiri Satria.
"Itu pesanan Ara" Tunjuk Devina pada bungkusan yang Satria bawa.
"Ah iya Ma, ini pesanan Ara."Satria beralih melihat istrinya "Ara tidur dari tadi Pah?"
"Belum lama" Jawab Bambang sambil mengelus kepala Ara
"Biar Satria pindahkan kekamar" Ucap Satria
"Iya pindahkan saja, kasihan tidur disini" Timpal Heru
Satria pun memposisikan diri untuk menggendong Ara ala bridal style. Mencium bau suaminya, Ara langsung membenamkan wajahnya di dada Satria dan mengalungkan tangannya pada leher suaminya. Para orang tua tersenyum melihat itu. Baru saja Satria berdiri dan turun dari gazebo, Ara berguma dengan mata terpejam.
"Apa kamu membawa apa yang ku minta" Gumma Ara pelan namun masih bisa didengar oleh yang lain.
"Masih ingat?" Tanya Ara
"Ehmm"
Semua orang yang mendengarnya menggelengkan kepalanya mereka melihat tingkah bumil didepannya.
"Kalau masih mau bangun!. Kalau gak aku yang makan, keliatannya enak" Goda Satria
"Jangan itu kan punya ku" Rengek Ara dan semua yang ada di sana tertawa melihat tingkah Ara
"Baiklah-baiklah, ayo duduk" Ajak Satria
Mereka semua pun duduk di gazebo yang lumayan luas. Ara membuka bungkusan yang disodorkan padanya. Matanya berbinar melihat tahu gejrot yang ia inginkan. Bukan hanya Ara tapi kedua mertua dan orang tua Satria pun tergiur untuk mencicipi makanan yang ada didepan mereka namun ditahan karena itu milik Ara. Bisa gawat fikir mereka kalau diminta. Susah lagi mencarinya.
Ara pun mulai memakan tahu gejrot nya. Sensasi rasa pedas, asam dan manis menyatu didalam mulutnya.
"Ehmm enak banget. Makasih sayang" Ucap Ara sembari tersenyum
Satria bahagia melihat istrinya puas dengan apa yang ia bawa. Satria mengusap pelan rambut Ara.
"Pelan pelan makannya. Tidak akan ada yang minta" Ucap Satria ketika melihat cara makan istrinya yang sedikit terburu-buru.
Satria tersenyum geli melihat keempat orang dewasa didepannya. Yang terus-terusan menelan ludahnya melihat Ara makan.
"Sat kenapa cuma bawa satu porsi" Ucap Bambang yang melihat menantu kesayangannya terus tersenyum.
Satria menggaruk tengkuknya yang tidak gatal " Maaf Pah. Satria kira tidak ada yang mau kecuali Ara"
"Dasar anak durhaka. Kalau beli makanan itu inget orang tua" Ucap Lisa kesal.
"Iya betul" Timpal Devina dan Heru
__ADS_1
Mendengar itu Ara merasa bersalah karena tidak menawarkan makanannya pada kedua orang tua dan mertuanya.
Ara menatap tajam Papa nya. "Papa kalau mau bilang!. Jangan mojokin Satria" Ucap Ara kesal
Semuanya terkejut dengan perkataan Ara. Namun mereka senang karena itu berarti hubungan Ara dan Satria baik.
"Jadi kamu sekarang bel- hemph" Ucapan Bambang terpotong dengan masuknya sepotong tahu yang Ara masukan secara paksa.
"Enak kan" Ucap Ara melihat Papanya menikmati apa yang ia suapi. Bambang mengagguk
Lalu Ara menyuapi Ayah mertuanya, Ibunya dan Mamanya.
"Ehmm enak sayang. Benar-benar rugi Satria bawa seporsi" Ucap Lisa sembari melirik Satria. Satria menghela nafas panjang. Bagaimanapun tetap ia yang akan dipersalahkan
"Beli lagi Sat. Ini enak" Ucap Heru dengan santainya
Satria mendengus " Silahkan Ayah yang beli. Cari diseluruh kota. Kalau Ayah dapat, Aku bakalan lakuin apapun buat Ayah" Satria menaik turunkan alisnya
"Emang susah ya carinya?" Tanya Devina
"Enggak susah sih. cuma pada habis" Jawabannya
"Terus kamu dapat ini dari mana?" Tanya Ara penasaran
"Itu Alia yang buat. Khusus untuk Kesayangan ku"
Wajah Ara merona mendengar kata 'kesayangan" dari mulut suaminya.
...----------------...
Disisi lain ada dua sejoli yang canggung didalam mobil yang melaju membelah jalanan. Sesekali Alia melirik Dion begitupun sebaliknya. Hingga tatapan mereka bertemu persekian detik sampai Alia memalingkan wajahnya.
"Ehmm" Dion berdehem "Kamu sudah makan?" Tanya Dion
"Be-belum" Jawab Alia tergagap
"Kita makan siang dulu ya" Pinta Dion
"Eng gak usah, aku langsung pulang saja" Tolak Alia halus
Dion merasa sedikit kecewa mendengar penolakan Alia " Tapi tadi Satria nyuruh aku ajak kamu makan siang dulu." Ucap Dion dan Alia hanya diam tidak menjawab
"Kenapa mulut gue gak bisa di rem ya. Kok gue bohong sih. Sat Sorry gue pake nama lo" Batin Dion
Melihat Alia yang masih diam, ia lalu mulai melancarkan aksinya pada Alia. " Ayolah, ya please. Nanti aku kena amuk Satria sama Ara. Ya " Ucap Dion sembari memohon
Alia menarik nafas dalam. "Ehmm baiklah, tapi makan saja ya jangan lama-lama. Takut Umi dan Abi nyariin" Ucap Alia dan diangguki Dion
"Yes!" Ucap Dion dalam hati
__ADS_1