Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
85


__ADS_3

Keluarga Aditama sedang berkumpul diruang keluarga. Mereka menonton berita tentang sekandal Satria yang telah berbalik 180° mendukungnya dan opini publik kini menyerang si pemeran wanita yaitu Angel. Semua merasa lega termasuk pelayan dirumah keluarga Aditama. Ara yang sangat senang mendengar berita itu tanpa sadar memeluk Satria didepan kedua mertuanya.


"Akhirnya kamu bisa membalikan keadaan"


Satria tersenyum lalu membalas pelukan Ara. Sudut bibir kedua orang tua Satria tertarik keatas. Mereka bahagia melihat anak menantunya yang akhirnya bisa saling mencintai dan menerima pernikahan yang diatur oleh kedua keluarga.


"Ehmm" Heru berdehem membuat pasangan itu tersadar dan melepaskan pelukannya.


"Kalian kalau mau mesra mesraan di kamar gih" Lisa menggoda anak menantunya


Wajah Ara merona mendengar ucapan Ibu mertuanya "Ibu apaan sih" Ucap Ara yang malu, Ara menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinga.


Lain dengan Satria, walau ia malu tapi masih bisa mengontrol diri dan terlihat santai. Ara melirik Satria sekilas, Ia mencebikkan bibirnya pada Satria. "Eh dia mah watados" Batin Ara


"Kalau orang lagi jatuh cinta itu dunia serasa milik berdua dan yang lain ngontrak" Lalu lisa terkikik setelah mengatakan itu


Ara yang mendengar perkataan Lisa menundukan kepalanya. "Aku malu, sungguh...Argh" Batin Ara


"Sudah jangan digoda terus menantu mu"


"Mereka menggemaskan Yah" Heru menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku istrinya. "Jangan menunduk seperti itu Sayang" Lisa mengangkat wajah Ara dengan tangannya


"Makanya mulut Ibu itu dijaga" Sarkas Satria


"APA KAMU BILANG!." Teriak Lisa, ia berbalik menghadap suaminya "Tuh lihat anaka mu Yah" Rengek Lisa pada Heru


"Itu juga anak mu"


"Hais" Lisa menghela nafas "Sama gunung es dan turunannya harus lebih mengalah dan bersabar" Gumma Lisa pelan namun masih bisa didengar jelas oleh Ara, Satria dan Suaminya Heru


Satria dan Heru langsung menatap lisa tidak percaya. Sedangkan Ara cekikikan sambil menutup mulutnya dengan tangan agar tidak tertawa keras.


" Sudah lah. Ibu hari ini sangat bahagia. Mari kita Rayakan" Ia melirik ke arah suami dan anak menantunya


"Ayo kita makan malam diluar"


"Ide bagus Yah. Bagaimana Satria" Kini Lisa meminta pendapat Satria

__ADS_1


Satria mengagguk "Ayo kita makan diluar"


"Aku akan menghubungi Devina"Lisa beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar untuk mengambil gawainya.


"Kalian ada rencana?" Tanya Heru


"Sebenarnya tidak ada Yah. Tapi aku akan pergi ke apartemen menemui Dion dan Alvin"


"kamu tidak mengajak Ara?" Satria berbalik menatap Ara


"Mau ikut?. Kalau mau ikut kumpul diapartemen kita saja"


Ara mengagguk kecil "Boleh, sekalian beres-beres."


"Tapi kalian jangan lupa malam ini kita makan diluar. Ibu sudah menghubungi Mama kalian"


Ara dan Satria menengok kebelakang. Melihat Lisa yang datang dari Arah kamarnya.


"Iya Bu" Jawab Ara dan Satria serempak


Ara tersenyum senang melihat Satria berjalan masuk keapartemen mereka dengan menenteng dua keresek besar ditangan kanan dan kirinya. Sedangkan Ara hanya membawa botol minuman dan snack yang sedang ia makan sambil berjalan.


Flash Back On


Diperjalanan keapartemen Satria Diam ia terlihat sedang memikirkan sesuatu dan fokus kejalan. Melihat itu Ara mendengus kesal lalu memalingkan wajahnya melihat ke jendela. Tiba-tiba ia teringat sesuatu, bahwa diapartemen tidak ada makanan atau bahan makanan. Saat melihat supermarket didepannya, Ara berteriak meminta Satria menghentikan mobilnya


"STOP SATRIA. STOP!!" Teriak Ara


Ckittt....


Satria yang kaget langsung menginjak remnya secara mendadak dan itu membuat Ara terhunyung kedepan. Untung saja Satria sigap menahan tubuh Ara sehingga kening Ara tidak menyentuh dashboard mobil.


Ara menatap tajam Satria, lalu ia menghembuskan nafasnya kasar. Lalu Ara membuka pintu mobil dan keluar. Sedangkan Satria masih diam didalam mobil menatap bingung kepergian Ara sampai akhirnya ia tersadar saat Ara memasuki supermarket. Satria lalu memarkirkan mobilnya ditempat parkir supermarket dan keluar menyusul Ara. Ia masuk kedalam supermarket dan berkeliling mencari Ara. Sedangkan Ara sedang sibuk memasukkan bahan makanan dan cemilan kedalam troli yang ia bawa. Satria yang telah menemukan Istrinya tersenyum melihat troli yang Ara bawa sudah hampir penuh dengan barang belanjaan. Satria berjalan menghampiri Ara dan mengambil alih troli yang Ara bawa.


Ara menyeringai, ia terus mengambil cemilan dan minuman. Karena ia sudah selesai mengambil bahan makan mentah. Sampai troli yang satria bawa penuh bahkan sampai menggunung.


"Ra, apa ini tidak terlalu banyak?" Tanya Satria yang bingung.

__ADS_1


"Tidak" Jawab Ara jutek


Akhirnya Ara selesai berbelanja dan membiarkan Satria mengantri membayar belanjaannya. Sedangkan ia duduk manis ditempat duduk yang disediakan pihak supermarket untuk pengunjung.


"Ya ampun ini banyak sekali" Gumma Satria pelan


Akhirnya giliran Satria, ia membayar belanjaan Ara dan menenteng dua kantong besar yang berisi belanjaan Ara. Melihat Ara berjalan mendekatinya, Satria tersenyum. Ia mengira Ara akan membantunya, namun tebakan Satria salah.


"Ada apa?. Kamu mau bantuin aku bawa ini?. Gak usah, aku bisa kok sendiri" Satria tersenyum


"Pede" Ara mencibir


"Hah"


Ara membuka satu kantung yang beriai makanan ringan dan minuman. Ia mengambil satu pcs makanan ringan dan satu botol air teh kemasan.


"Aku mau ini" Ara menunjukan dua benda ditangannya


"Jadi dia..." Batin Satria


Setelah mendapatkan yang ia mau, Ara pergi meninggalkan Satria yang masih bengong melihatnya.


Flash Back Off


Didepan pintu apartemen mereka terlihat dua orang laki-laki yang sedang berdiri menunggu si empunya apartemen membukakan pintu. Kedua laki-laki itu adalah sahabat Satria, siapa lagi kalau bukan Alvin dan Dion. Menyadari kehadiran Ara dan Satria mereka pun menoleh. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Satria yang menenteng dua kantong besar belanjaan.


"Pttt..." Alvin langsung menahan ketawanya melihat sahabatnya.


Sedangkan Dion sebaliknya. Ia langsung tertawa sembari memegang perutnya. "Hahahaha, lo ganti profesi Sat. Dasar bucin"


Satria tidak mengeluarkan satu kata pun dari mulutnya. Namun ia menatap tajam kedua sahabatnya itu.


Glek...


Dion dan Alvin menelan salivanya bersamaan mendapat tatapan yang menusuk dari Satria.


"Wis, aura membunuhnya keluar" Gumma Dion pelan yang hanya bisa didengar oleh Alvin

__ADS_1


__ADS_2