
seminggu berlalu, tidak henti hentinya kedua sejoli yang dijodohkan itu memohon kepada orang tua masing masing untuk membatalkan perjodohan yang mereka rencanakan.
mereka sudah memohon, merengek, ngambek malah... tapi semua itu sia sia. bahkan bagi ara, yang asalnya hanya untuk syarat supaya ingin masuk sekolah pun jadi tidak bisa memilih... keputusan itu jadi mutlak bagi mereka.
dikamar satria dia sedang tidur terlentang menatap langit langit kamar dengan tangan sebagai bantalnya, memikirkan nasibnya yang malang karena harus terjebak dengan namanya perjodohan.
tring...
suara pesan masuk, satria mengambil HP nya dengan malas. ia melihat pesan chat dari grupnya yang beranggotakan 3 orang yaitu sahabatnya sedari kecil...
Dion Samudra
hallo everybody ,,kok sepi pada kemana.
Alvin Candra D.
ada gue di rumah aja lagi maen pes.
Dion Samudra
njirrr maen gak ngajak ngajak lu... gue bt dirumah woy.
Alvin Candra D.
sini lo,,,kita maen. nih pes terbaru
kemana si es batu gak nongol nongol🤣🤣
Dion Samudra
🤔
Satria Putra
lo bilang apa es Batu!!!!
Alvin Candra D.
sorry 😅
Dion Samudra
woi woi woi Prince charming come 😁
otw gue
Satria Putra
gue juga
satria lalu bangkit dan berganti pakaian,,,lalu menyambar kunci motor gedenya. saat menuruni tangga, satria berpapasan dengan ibunya
"mau kemana?... dah rapi gitu" tanya lisa penuh selidik
" mau ke rumah Alvin bu" lisa mengangguk
" ya sudah jangan lewat jam 9 pulangnya" lisa memperingati
" baik bu, satria pergi dulu." pamit lalu mencium tangan ibunya
...----------------...
__ADS_1
dirumah Alvin...
Alvin sedang duduk bersila sambil memegang stik gamenya menoleh mendengar teriakan sahabatnya.
" Assalamualaikum everybody" Dion berteriak sambil masuk rumah.
" waalaikumussalam,,eh den dion. den Alvin ada di ruang tengah lagi maen game " saut seorang pembantu
dion mengagguk lalu berjalan ke tempat Alvin..
" woi vin" Alvin memutar bola matanya jengah
" lo gak usah teriak teriak gitu, lo fikir rumah gue hutan apa!!!" Dion hanya cengir kuda mendengar omelan Alvin " untung aja bonyok gue gak ada" sautnya lagi
" iya iya sorry" nyomot kripik yang ada di samping Alvin... dan yang punya rumah hanya geleng geleng kepala liat kelakuan salah satu sahabatnya itu
" bagi gue kripiknya!!"
" Astagfurullahhal'adzim " teriak Alvin dan Dion berbarengan
" lo kapan disitu, ngagetin kita aja" beo dion sambil mengusap dada
" gak lama setelah lo" jawab satria sambil anteng nyemil keripik
"kaya hantu aja lo masuk gak ada suaranya. napak gak sih lo kalo jalan, sampe gak ngedenger suara orang jalan" kesal alvin
" lo berdua aja yang pada sibuk berdebat!"
dan akhirnya alvin dan dion yang main game berdua karena satria hanya diam tiduran dilantai yang dilapisi permadani sambil ngemil.
...----------------...
di kediaman keluarga wiguna...
" ara " panggil pak bambang
" iya pa "
"papa sama mama mau ngomong " ara melirik , mengerutkan dahinya
" begini sayang,,, kan kamu bentar lagi ujian semester" ara mengangguk " kami sudah sepakat dengan keluarga calon suami kamu kalau acara pernikahannya itu diadakan pas liburan semsester gitu,,giman kamu setuju?".
ara menghela nafas panjang
" bukan kah pendapat ara tidak penting, mama dan papa tetap akan melaksanakannya walau ara bilang tidak setuju"
pasangan suami istri itu merasa sedih mendengar penuturan putrinya, tapi mereka kukuh pada pendirian mereka bahwa ini yang terbaik bagi ara.
nyonya devina memeluk ara
" maafkan mama dan papa, ini yang terbaik ara" melepaskan pelukannya
" ara, besok keluarga aditama akan kemari untuk membahas pernikahan. bersiap siaplah"
" baik pah, ara ngerti" ara beranjak dari duduknya " ara ke kamar dulu mah, pa, mau istirahat"
"baiklah, istirahatlah sayang" nyonya devina mengusap tangan anaknya
kedua pasutri itu menatap kepergian ara
" apa kita kerlalu memaksanya pah?"... menyandarkan kepala kebahu suaminya
__ADS_1
" ini yang terbaik" mengusap tangan istrinya
dikamar ara duduk di pinggir tempat tidur
" bukannya aku tidak mau menikah, hanya saja aku masih trauma, luka yang di torehkan oleh nya saja belum kering. dan sekarang aku harus menerima orang lain sebagai suamiku, takdir macam apa ini" menghempaskan tubuhnya keranjang
" aku memang berniat untuk move on dan menjalani kehidupanku yang baru. tapi bisakah aku menerimanya sebagu suami, lalu bagaimana dengannya apa dia bisa menerima ku dan pernikahan ini. aku takut semuanya akan terulang kembali" ara terus bermonolog sampai tertidur
...----------------...
keesokan harinya semenjak pagi buta kediaman wiguna sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan calon besan dan calon mantunya.
tok...
tok...
tok...
" masuk"...saut ara
" ara apa kamu udah siap sayang?..." nyonya devina menatap putrinya tidak percaya. ara sangat cantik dengan dres warna navy lengan pendek dibawah lutut, dengan mode turtle neck dan perpaduan brokat bagian lengan dan leher. dipadu dengan make up tipis natural namun terlihat sangat cantik.
" kamu cantik sekali sayang" berjalan menghampiri ara lalu memeluknya ara pun membalas.
air mata nyonya devina pun menetes, tapi cepat cepat dihapusnya. ara melepaskan pelukan mereka, melihat mamanya seperti menangis tangan ara pun terangkat mengusap mata mamanya.
" kenapa mama menangis" nyonya devina menggeleng " jangan bohong mah katakan saja"
" putri mama sudah dewasa ternyata, gak bisa dibohongin" tersenyum membelai wajah ara, ara mencebik mendengar penuturan mamanya
"jelas lah jiwaku berumur 27 tahun" batinnya
" mama hanya tidak percaya, bahwa anak mama mau nikah dan meninggalkan mama" tatapannya menjadi sendu
ara yang melihat raut wajah mamanya pun menjadi sedih, tapi ara tidak ingin mamanya terus seperti itu.
" siapa suruh dinikahkan cepat cepat,,, tunggu ara lulus kulah ke setidaknya" sambil memanyunkan bibirnya
nyonya devina yang gemas akhirnya mencubit pinggang putri kesayangannya " awww" ara mengusap ngusap pinggangnya
" ayo ach kita turun,, calon suami mu dah datang"
mereka keluar kamar,,,menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruang tamu. semua yang ada disitu tersenyum melihat keara ara kecuali satria yang sibuk dengan handphone nya.
ara duduk diampit kedua orang tuanya dan begitu pun denga satria
" ehmm" suara deheman heru mengalihkan fokus satria pada ayahnya,, Apa, itu lah arti tatapan satria pada ayahnya.
" nah sekarang semuanya sudah berkumpul" saut bambang memulai pembicaraan
seketika itu satria menoleh ke sumber suara dan menatap seseorang yang diampit orang tuanya.
" satria gadis didepanmu itu Tiara, calon istrimu" kata ibunya , lisa
" ara itu calon suami kamu, satria " saut nyonya devina
" tidak buruk, lumayan " batin mereka bersama
to be continued.....
in bab terpanjang yang aku tulis but reader setia aku....
__ADS_1
jangan lupa like, komen, and vote
thanks