
Dimeja makan sudah tersedia dua piring nasi goreng yang Satria buat. Namun setelah Satria selesai pun Ara belum juga keluar dari kamar. Satria langsung melangkah menuju kamar mereka, melihat Ara. Satria masuk kedalam kamar dan menggeleng pelan melihat istrinya masih meringkuk dibawah selimut. Padahal tiga puluh menit lagi mereka akan berangkat kesekolah karena hari ini ujian jadi tidak boleh terlambat.
Satria mendekati Ara dan membangunkan Ara.
"Ra bangun. Nanti kita terlambat, hari ini UN Ra"
"Ehmmm. Jam berapa?" Tanya Ara dengan suara parau khas orang bangun tidur.
"Jam setengah tujuh!"
"APA!." Ara langsung bangun dan duduk " Kenapa gak bangunin dari tadi" Kesal Ara
Satria menghela nafas, kedua tangannya terangkat mencubit pipi Ara gemas " Sayang, aku udah bangunin kamu dari tadi. Tapi gak bangun-bangun. Sarapan juga udah siap dimeja" Ucap Satria
Ara tertunduk, ada perasaan bersalah merasuki hatinya. "Maaf"
"Jangan minta maaf. Sekarang mandi terus siap siap. Biar sarapannya dimakan dimobil saja"
Ara mengagguk dan langsung pergi kekamar mandi. Sedangkan Satria pergi kedapur untuk sarapan dan memasukan nasi goreng milik Ara kedalam kotak bekal makanan.
Ara keluar dari kamar sudah rapi dengan seragam dan membawa peralatan untuk ujian. Bertepatan dengan Satria yang telah selesai dengan sarapannya. Ara dan Satria pun berangkat kesekolah. Didalam mobil, Satria memberikan kotak bekal kepada Ara.
"Ini sarapan dulu" Ucap Satria
Ara menerima pemberian Satria dan membukanya. Ara tersenyum melihat nasi goreng dengan telur mata sapi berbentuk hati. Ara mengecup pipi Satria sehingga membuat Satria terkejut. Namun ia masih bisa mengontrol diri, kalau tidak mungkin Satria sudah menginjak rem mendadak saking kagetnya.
"Terima kasih suamiku yang tampan" Ucap Ara
Senyum Satria mengembang " Sama-sama sayang" Balas Satria sambil mengelus kepala Ara pelan.
Ara pun akhirnya memakan sarapannya didalam perjalanan menuju sekolah. Sesampainya disekolah, Alia, Dion dan Alvin sudah menunggu ditempat parkir dengan gelisah. Karena sebentar lagi ujian akan dimulai. Untung saja mereka sampai tepat waktu disekolah dan tidak terlambat. Ara dan Satria keluar dari mobil dengan disambut omelan Dion.
"Kalian tahu gak sih kalau hari ini ujian!. Bisa-bisanya kalian datang jam segini. Kalau terlambat bagaimana!" Ucap Dion kesal.
"Sorry gue kesiangan" Ucap Satria berbohong dan itu membuat Ara langsung memandang Satria.
"Dia berbohong demi aku" Batin Ara bermonolog
"Udah-udah yang penting datang dan tidak terlambat" Ucap Alia "Ayo Ra, bentar lagi masuk" Alia langsung menarik Ara untuk pergi kekelas yang sudah ditentukan.
Ara dan Alia ternyata satu ruangan dengan Dion. Tapi tidak dengan Satria dan Alvin. Mereka beda ruangan dan mereka ujian diruangan sebelah. Ujian berlangsung tenang, namun saat bel berbunyi tanda berakhir waktu ujian keributan mulai tercipta. Hal itu karena ada sebagian murid yang belum selesai mengerjakan soal dan lembar jawaban harus diserahkan. Alhasil banyak yang mengisi secara asal karena saking paniknya. Dari pada tidak diisi lebih baik diisi walau asal fikir mereka dan berharap jawaban asal mereka benar dan bisa menambah nilai.
Ara dan Satria keluar dengan santai dari dalam ruangan ujian, membuat dion mencibir.
"Santuy bener kalian berdua" Sindir Dion
"Lah terus kita harus ngapain. Panik gitu?. Ya gak lah" Jawab Ara
Mendengar jawaban Ara, Satria gemas mengacak -ngacak rambut Ara.
"Udah kita berdoa saja semoga jawaban kita benar. Kita kan sudah berusaha untuk belajar" Ucap Alia
"Alia benar, lebih baik ayo kekantin. Persiapan nutrisi buat otak, biar bisa mikir" Timpal Alvin
"Nah itu gue setuju" Ucap Ara riang
__ADS_1
"Makan aja jago" Sarkas Dion
"Tidak masalah, yang pentik tidak sampai sakit" Satria membela Ara
"Bela terus" Ucap Dion sambil berlalu
Merka berlima pun menuju kantin. Namun ditengah jalan Ara ingat bahwa ia membawa oleh-oleh untuk sahabatnya itu.
"Aduh lupa" Ara menepuk jidatnya
"Lupa apa?" Tanya Satria penasaran
"Itu oleh-oleh buat Alia" Ucap Ara
"Wah kita juga kebagian donk" Ucap Dion senang
"Sorry gue beli cuma buat Alia sayang. Kalau lo tanya aja sama Satria" Ucap Ara
"Tega banget sih lo sampe gak inget gue" Dion kecewa
"Idih siapa lo yang harus gue inget"
"Noh cewek lo Sat" Kesal Dion mengadu pada Satria
"Udah jangan ribut!. Kita beli buat kalian bahkan teman sekelas. Nanti dibagikannya pulang sekolah" Ucap Satria menengahi
" Assik" Dion berjoget ria
"Ich amit-amit" Ucap Ara melihat tingkah Dion dan kalimat Ara membuat yang lain tertawa.
Hari ini hari terakhir ujian. Ara dan Satria melewati ujian ini dengan tenang. Karena sebenarnya Satria dan Ara termasuk siswa yang pintar. Begitu pula dengan ketiga sahabat mereka.
Hari ini Ara agak pucat dan itu membuat Satria khawatir. Tapi Ara menyakinkan suaminya bahwa ia baik-baik saja. Disaat Ara mengerjakan mata pelajaran terakhir Ujian Nasional, Ara merasa pusing dan tidak nyaman pada bagian perut. Namun sebisa mungkin ia bertahan dan mengerjakan soal dengan baik. Sampai Ara berhasil mengerjakan semua soal ujiannya namun bel belum berbunyi. Ara berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke meja pengawas sembari membawa lembar jawaban.
"Maaf Pak saya sudah selesai. Apa boleh saya keluar?" Ucap Ara lemah
Guru yang mengawasi ujian itu menatap Ara dan melihat wajah Ara yang pucat.
" Kamu tidak apa-apa?. Wajah mu pucat sekali Ara"
"Tidak apa-apa Pak, hanya sedikit pusing"
"Baiklah silahkan keluar. Tapi lebih baik kamu istrirahat dulu di UKS"
"Iya terima kasih Pak" Dan pengawas itu mengagguk
Ara berjalan keluar kelas, namun baru saja ia membuka pintu kelas Ara ambruk dan tidak sadarkan diri.
"Ara" Teriak Pak Ahmad, Alia dan Dion
Mereka bertiga dengan cepat menghampiri Ara.
"Ara kamu gak apa apa Ra" Alia menepuk-nepuk pelan pipi Ara
"Sudah. Lebih baik kalian berdua kembali kemeja masing-masing dan kerjakan soal ujian kalian biar saya yang membawa Ara ke UKS"
__ADS_1
"Saya sudah selesai Pak" Ucap Alia yang memang baru saja menyelesaikan mengerjakan soal ujiannya.
"Baiklah kamu bisa ikut"
Ara pun dibawa oleh Pak Ahmad ke UKS diikuti oleh Alia. Sesampainya di UKS, Ara dibaringkan diblangkar yang ada didalam UKS setelah itu datanglah perawat yang bertugas.
"Ini kenapa Pak?" Tanya Bu Tanti perawat yang sedang bertugas
"Ini Bu tadi dia pingsan. Mungkin terlalu stres menghadapi ujian" Bu Tanti pun mengangguk "Kalau begitu saya permisi dulu Bu"
"Iya Pak" Jawab Bu Tanti
Bu Tanti lalu memeriksa Alia dengan seksama. Ia mengerutkan keningnya lalu tidak lama menggelengkan kepalanya pelan.
"Mungkin ia sedang menstruasi" Batin Bu Tanti melihat perubahan pada payudara dan panggul Ara. Karena seingatnya waktu pemeriksaan kesehatan yang diadakan disekolah, panggul dan payudara Ara lebih kecil dari yang ia lihat sekarang.
Pada Saat menstruasi, payudara berkembang agak sedikit besar karena perubahan hormon. Begitu pula saat hamil dan perubahan bentuk panggul yang lebih besar saat hamil
bertujuan untuk menopang kehamilan dan mempersiapkan kelahiran. (Maaf sedikit informasi yang saya tahu)
Tak lama Ara pun sadar dan Bu Tanti langsung menanyakan gejala yang dialami oleh Ara.
"Apa yang kamu rasakan saat ini?".
"Saya pusing Bu dan sedikit mual. Rasanya tidak nyaman" Jawab Ara
Deg..
"Apa benar dugaan ku. Tapi harus tes dulu" Batin Bu Tanti
" Apa kamu suka mual di pagi hari?" Ara mengagguk "Suka ingin makan sesuatu secara tiba tiba dan membayangkannya serasa sudah dilidah" Ara pun mengagguk
Bu Tanti menghela nafas yang membuat Ara dan Alia bingung
"Kapan terakhir kamu menstruasi?" Tanya Bu Tanti lagi
Ara pun mengingat ngingat kapan ia menstruasi terakhir kali.
Deg...
Mata Ara membulat sempurna, ia langsung berbalik menatap Bu Tanti dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Melihat reaksi Ara Bu Tanti menyimpulkan bahwa apa yang difikirkannya benar.
Brak...
Pintu terbuka secara kasar dan membuat ketiga perempuan yang ada didalam melihat kearah pintu. Satria berdiri disana langsung menghampiri Ara
"Sayang kamu gak apa-apa?" Tanya Satria yang baru saja datang di ikuti Dion dan Alvin
"Kalian berpacaran?" Tanya Bu Tanti melihat betapa khawatirnya Satria dan Satria pun mengagguk.
"Dasar anak jaman sekarang!. Saya akan menghubungi guru BP dan menyuruh orang tua kalian berdua datang" Ucapnya sedikit ketus
"Tapi Ada masalah apa bu?" Tanya Satria yang merasa ada yang janggal
"Pacar kamu hamil!" Jawab Bu Tanti dengan tegas
__ADS_1
"APA HAMIL" Ucap Satria dan ketiga sahabatnya