Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
81


__ADS_3

"Apa yang lo inginkan dengan memfitnah gue" Satria mengatakan itu dengan santai, tidak ada ekspresi kekesalah di wajahnya.


Angel begitu senang karena Satria bisa berbicara santai dengannya. Biasanya Satria akan bersikap dingin, kesal dan marah bila menghadapinya.


"Bukankah kamu sudah tahu apa yang kuinginkan" Angel menopang dagunya memandang Satria


Satria tersenyum tipis, ia mengaduk minumannya dan minum dengan santai.


"Katakan saja, gue ingin mendengarnya" Satria meletakkan minumannya dan menatap Angel


Angel menjadi salah tingkah mendapat tatapan dari Satria. Ia memalingkan wajahnya kearah lain.


"Menjijikan" Batin Satria


"Kenapa lo memalingkan wajah. Bukannya lo suka sama gue"


Blush...


Wajah Angel langsung memerah. Ia merapihkan anak rambutnya kebelakang telinga.


"Cih" Satria berdecih lalu memalingkan wajahnya.


"Gue. Gue suka sama lo dan gue ingin lo jadi milik gue" Jawab Angel


"Dengan cara menjebak dan memfitnah gue melecehkan lo. Lo ingin gue jadi milik lo" Angel mengagguk " Mimpi " Batin Satria


"Tapi gue gak suka dengan wanita murahan. Lo masih suci bukan?. Karena gue bahkan tidak menyentuh lo sama sekali waktu ditoilet"


Deg...


Angel terpaku mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan Satria. Angel memang sudah tidak suci lagi. Dan Ia memberikan kesuciannya pada Renaldi malam itu.


"Kenapa lo diam?. Apa lo su-" Perkataan Satria langsung dipotong Angel


"Gue gak sehina itu!" Angel mengatakan itu sambil membuang pandangannya dari Satria


Satria menarik wajah Angel dengan lembut kearahnya.


"Katakan dan tatap gue" Satria melakukan itu karena tahu bahwa Angel sedang berbohong.


Tatapan mereka bertemu dan mereka saling menatap.


"Gu-gue masih su-suci" Jawab Angel terbata-bata. Bola mata Angel bergerak saat mengatakan itu.

__ADS_1


Satria melepaskan tangannya dan tersenyum licik.


Glek...


Angel menelan ludahnya melihat senyum Satria


"Apa dia tahu aku berbohong" Batin Angel


Satria memalingkan wajahnya, ia enggan menatap atau melihat wajah Angel.


"Mulut bisa berbohong tapi mata tidak"


Prang...


Gelas yang Angel pegang terjatuh saking terkejutnya. Ia mematung menatap Satria, mulutnya terkunci. Ia ingin mengatakan sesuatu namun lidahnya kelu.


"Berarti apa yang gue fikirkan benar. Apakah Renaldi?" Angel diam namun air matanya tiba-tiba meluncur dengan deras


Untung saja Satria memesan private room jadi tidak ada yang melihat apa yang terjadi.


"Sepertinya benar. Bukan kah kalian dekat akhir-akhir ini. Cih menjijikan"


Mendengar kata terakhir Satria, Angel tidak bisa menahan amarahnya lagi.


Brak...


" Apa kamu tidak punya hati. HAH!.. Apa yang kurang dari diriku!. APA!"


"Lo murahan"


Prang...


Angel melempar piring yang ada didepannya pada Satria. Untung Satria cepat menghindar, kalau tidak mungkin piring berisi steak itu mengenai wajahnya.


"BRENGKSEK!. Kenapa gua bisa jatuh cinta sama iblis bermuka malaikat kaya lo!. Gue bener-bener nyesel!."


Satria hanya tersenyum mendengar kata-kata penuh amarah dari Angel.


"Gue pastiin lo bakalan hancur, sehancur hancurnya. Gue bakalan bilang pada semua orang bahwa lo" Angel menunjuk Satria dengan jarinya " Udah merenggut kesucian gue. Dan gue minta pertanggung jawaban lo" Ucap Angel bersungut-sungut


"Jika lo bisa silahkan!" Ucap Satria Santai


"Hahaha" Angel tertawa sambil menangis. la mencondongkan tubuhnya pada Satria" Gue bakalan lakuin apapun untuk menghancurkan lo"

__ADS_1


"Termasuk memfitnah gue menodai lo"


"Iya!"


"Jadi lo mengakui bahwa lo memfitnah gue melecehkan dan menodai lo"


"Iya memang gue fitnah lo dan buat lo kaya penjahat!. Trus kenapa lo gak punya bukti bukan. Karena gue sudah menghilangkan bukti itu" Ucap Angel percaya diri


"Gue gak akan pernah jadi milik lo" Satria berdiri dari duduknya


"Hahahahaha. Gue pastiin jika gue gak bisa dapetin lo, orang lain pun tidak akan pernah bisa!" Angel berbicara dengan serius


Satria mengerutkan keningnya menatap Angel


"Maksud lo"


Angel berjalan mendekati Satria lalu ia membisikkan sesuatu yang membuat amarah Satria meledak.


"Gue bakalan singkirin cewek yang dekat dengan lo" Bisik Angel


Satria mendorong Angel sampai ia terjatuh dilantai. Satria berjongkok menatap tajam Angel. Nyali Angel menciut mendapat tatapan Satria, ia bergeser mundur.


"Siapa bilang gue gak punya bukti" Satria mengambil sesuatu dan melemparnya pada Angel. Angel mengambil amplop coklat yang Satria lemparkan padanya. Ia membukannya dan terkejut, mukanya memucat melihat isinya. Isinya adalah foto ia dan Renaldi yang berada dihotel.


Satria mengambil tisu basah dan mengelap tangannya dihadapan Angel


"Apa semenjijikan itu gue dimata lo" Batin Angel sembari menitikan air matanya


" Tunggu saja, gue pastiin lo tidak akan mampu menampakan diri lo dihadapan gue lagi!" Satria berdiri setelah mengatakan itu, lalu ia keluar dari ruangan.


"SATRIA BRENGSEK. GUE BENCI SAMA LO. GUE BENCI!. ARGHH!"


"Hiks hiks hiks"


Tiba-tiba kepala Angel merasa pusing. Ia merasa pandangan matanya buram.


Brug...


Tubuh Angel sudah tidak bisa lagi bertahan. Ia ambruk dan pingsan.


...----------------...


Satria tidur terlentang menatap langit-langit. Kini ia berada dikamar apartemennya. Ia menghembuskan nafasnya kasar lalu bangkit mengambil handphone nya dan mengirim pesan di grup yang berisi tiga anggota yaitu dirinya dan kedua sahabatnya.

__ADS_1


Kumpul diapartemen gue nanti pulang sekolah


Setelah mengirim pesan ia beranjak dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


__ADS_2