Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
82


__ADS_3

"Hallo" Jawab Ara disebrang telepon saat ia menerima panggilan Satria


"Maaf hari ini aku tidak bisa menjemput mu. Aku ada sedikit urusan yang harus segera diselesaikan. Tidak apa kan?"


"Iya tidak apa-apa. Nanti aku naik taksi saja"


"Jangan. Aku sudah suruh supir untuk menjemput mu"


"Ehmm.Bolehkah aku main dengan Alia?"


"Sayang, bukankah kau sudah tahu jawabannya." Ucap Satria dengan nada lembut


"Ih. Apaan sih sayang sayang. Geli aku dengernya" Ara pun tertawa


"Tidak. Untuk saat ini tolong dengarkan aku"


"Baiklah" Jawab Ara lemas


"Ini untuk keselamatan mu. Aku khawatir"


"Aku tahu"


"Baiklah kalau begitu aku tutup dulu"


"Iya bye"


Satria menatap handphone nya setelah panggilan berakhir. Satria menatap sekeliling apartemennya, sepi itu yang dirasakan.


"Ara kau tahu, begitu sepi disini tanpa mu" Gumma Satria. Ia menghela nafas lalu bersandar disandaran sofa apartemennya.


"Maafkan aku tidak mengatakannya. Aku hanya ingin melindungi mu dengan caraku"


Tidak berselang lama suara bel apartemennya berbunyi. Satria yakin bahwa itu adalah kedua sahabatnya. Satria beranjak dan berjalan menuju pintu. Saat ia membuka pintunya alangkah terkejutnya ia karena yang ada didepan pintu bukan kedua sahabatnya melainkan Renaldi


"Dari mana ia mengetahui apartemen ku" Benak Satria "Ngapain lo kesini!" Namun pertanyaan Satria dijawab dengan sebuah pukulan keras diwajahnya.

__ADS_1


Bugh...


Satria tersungkur dan duduk dilantai. Ia mengelap sudut bibirnya yang berdarah lalu ia bangkit menghadapi Renaldi yang berada dipuncak amarah.


Satria berdiri didepan Renaldi dan tersenyum smirk. Renaldi yang melihat itu mencengkram kerah baju Satria.


"Kalau lo gak suka sama Angel, buat dia ninggalin lo!. Jangan lo buat dia masuk rumah sakit!." Satria terkejut mendengarnya, namun sebisa mungkin ia tidak memperlihatkan ekspresi itu pada Renaldi.


"Kenapa lo diam HAH!. Dasar banci lo" Renaldi melepaskan cengkramannya dan sedikit mendorong Satria.


Satria merapihkan kemejanya dan tersenyum. Yang membuat Renaldi semakin marah dan melayangkan tinjunya lagi. Namun tangannya tidak sampai menyentuh Satria karena Satria menahan tangan Renaldi yang hendak memukulnya lagi


"Gue bukan orang bodoh yang akan menerima pukulan lo untuk yang kedua kali"


"Sialan lo" Renaldi melayangkan tangan yang satunya namun Satria menahannya.


"Gue heran sama lo. Gue tahu bahwa lo suka sama Angel. Kenapa lo malah bantu dia dengan gilanya untuk dapetin gue?. Kenapa lo gak berusaha dapetin dia?" Satria melonggarkan tangannya saat Renaldi melemah. Ia melepaskan tangan Renaldi dengan kasar.


"Idiot!" Umpat Satria


"Dengan cara gila sekalipun!. Bodoh!" Satria membalikan badannya namun tidak mengusir Renaldi. Ia masuk dan duduk disofa dan Renaldi mengikuti Satria


"Gue terpaksa melakukan semua itu. Karena kalian yang memulainya." Satria melirik Renaldi yang berdiri tidak jauh darinya "Gue gak akan melakukan apapun jika kalian tidak mengusik kehidupan gue"


Renaldi hanya tersenyum mengejek. Lalu ia memalingkan wajahnya. Mata Renaldi membulat sempurna saat melihat bingkai foto besar sang menampilkan sepasang pengantin dengan pose mesra terpampang nyata didepannya. Sampai ia tidak mengedipkan matanya, tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Satria yang merasa aneh karena Renaldi diam tanpa suara melirik dan mendapati Renaldi dengan raut muka terkejut tengah menatap fotonya dengan Ara.


"Kini lo tahu siapa Ara" Renaldi berbalik melihat Satria " Ya dia istri gue. Anak kedua dari keluarga Wiguna" Ucap Satria dengan santai


"Di dia istri lo?" Satria mengagguk


"Dan saat kalian menjebak gue dengan obat perangsang itu. Gue melakukannya dengan istri gue. Dan sebenarnya kalau gue inginkan. Gue bisa saja melakukan konferensi pers. Bahwa gue tidak melakukan apa yang kalian tuduhkan. Seharusnya lo tahu Ara juga ada disana"


Renaldi benar-benar terkejut dengan fakta yang ia dapatkan saat ini. Sampai dia bahkan tidak bisa berkata apapun.

__ADS_1


"Berarti gue udah ngusik dua keluarga besar" Batin Renaldi


"Gue gak bakalan nuntut kalian berdua kejalur hukum dan gue juga akan membersihkan nama gue tanpa bantuan kalian. Lebih baik lo urusin dia dan jangan lagi mengusik kehidupan gue. Owh satu lagi, jangan mengatakan apapun tentang apa yang lo lihat saat ini" Renaldi akan berbicara namun dipotong oleh Satri "Jangan membicarakan tentang dia. Apapun yang terjadi padanya gue gak mau mendengarnya"


Renaldi mengepalkan tangannya dan berbalik keluar dari apartemen Satria. Saat ia membuka pintu hendak keluar, Alvin dan Dion berdiri tepat didepan pintu. Mereka semua terkejut dengan apa yang mereka lihat.


"Lo ngapain disini" Ucap Alvin dengan nada tidak bersahabat.


Namun Renaldi tidak menanggapinya. Ia melewati Dion dan Alvin tanpa mengatakan apapun.


"Heh budeg lo ya. Woi" Teriak Dion yang melihat Renaldi berjalan menjauhi mereka.


"Sudah kalian masuk saja" Ucap Satria yang tiba-tiba sudah berada didepan mereka.


Alvin dan Dion pun masuk dan mereka bertiga duduk disofa.


"Ini" Satria memberikan sebuah flash disk pada Dion "Lo edit dan ambil yang pentingnya saja" Lanjut Satria


"Ok" Jawab Dion


Dion memasukan flash disk itu ke notebook miliknya dan mulai mengedit bagian suara yang mereka butuhkan.


"Ngapain si Renal kemari?. Dan itu kenapa dengan bibir lo" Tanya Alvin penasaran dan itu membuat Dion menghentikan kegiatannya.


"Owh ini tadi dia mukul gue dan gue kaget tidak sempat menghindar."


"Terus" Tanya Dion


"Katanya Angel masuk rumah sakit gara-gara gue"


"Hah" Ucap Alvin dan Dion berbarengan


...----------------...


Disebuah ruang rawat inap VIP rumah sakit, seorang gadis terbaring lemah dengan selang infus terpasang ditangannya dan selang oksigen terpasang dihidungnya. Tidak ada yang menemaninya atau memberinya semangat. Hening, sampai pintu ruangan itu terbuka dan nampak seorang yang masih berseragam sekolah memasuki ruangan itu. Ia menggenggam tangan gadis itu dan mengecupnya.

__ADS_1


"Gue bakalan bertanggung jawab atas lo. Lo suka atau gak. Gue udah bilang sama kedua orang tua gue buat lamar lo yang sedang mengandung anak gue" Ucapnya lirih. Tangan yang satunya lagi terangkat mengelus perut Angel yang masih rata.


__ADS_2