Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
73


__ADS_3

Siang berganti malam, sepasang suami istri muda itu masih betah meringkuk saling berpelukan. Bahkan Satria lupa bahwa ia membawa kedua sahabatnya untuk bertamu di apartemennya. Satria mulai mengerjapkan matanya. Gelap, itu yang pertama ia lihat disekelilingnya. Jelas gelap ya udah malam juga guys.


"Engh. Ternyata sudah malam" Satria melihat Ara yang masih betah tidur dipelukannya lalu tersenyum "Dasar kebo" Ucapnya lalu terkikik "Perasaan dulu gue yang kebo. Kenapa jadi kebalik, apa itu menular?" Pertanyaan konyol yang meluncur dari mulut seorang Satria.


Satria melepaskan tangannya yang dijadikan bantal oleh Ara secara perlahan. Ia duduk dan bersandar disandaran tempat tidur lalu mengambil handphone nya yang disimpan diatas meja samping tempat tidur. Ia terkejut melihat puluhan daftar panggilan dari sahabatnya Alvin. Ia melupakan mereka yang sedang berada diruang tamunya.


Satria menepuk keningnya pelan " Ya ampun gue lupa" Ucapnya pelan


Satria beranjak dan turun dari tempat tidur. Ia berjalan menghidupkan lampu kamar lalu keluar. Tak berbeda jauh seperti didalam kamar, di seluruh ruangan apartemen pun gelap. Satria mulai menghidupkan setiap lampu yang ada diapartemennya. Setelah semua terang, ia terkejut melihat penampakan apartemennya yang berantakan. Kaleng minuman berserakan, sampah bekas makanan ringan pun tak jauh beda, gelas dan piring kotor menumpuk di wastapel didapur. Satria menggelengkan kepalanya dan mengusap wajahnya kasar.


"Mereka benar-benar" Ucapnya kesal.


Satria mulai membersihkan ruang tamu. Disaat ia memunguti sampah Satria menemukan memo diatas meja. Ia mengambilnya dan kemudian membacanya.


Sorry kalau rumah lo jadi kaya kapal pecah. Itu hukuman buat lo karena ninggalin kita berdua buat indehoy di kamar dan tak tahu waktu!


Salam kasih dari Dion & Alvin


Satria tersenyum membaca memo tersebut. Ia sadar bahwa memang ia salah meninggalkan kedua sahabatnya.


Cklek...


Pintu kamar terbuka, keluarlah Ara dari kamar dengan masih menguap. Ia melihat apartemennya yang tadinya sangat bersih menjadi lautan sampah bagi Ara. Ia terkejut dan berteriak.


"ASTAGFURULAHHALADZIM" Mendengar suara Ara, Satria yang sedang memunguti sampah pun menoleh "Kalian habis ngapain sampai rumah kaya gini!. Ya ampun!" Omel Ara


"Abis gue" Batin Satria sembari melanjutkan kegiatannya


"Satria!" Panggil Ara


"Ehmm" Dijawab deheman oleh Satria


"Kalian abis ngapain sih. Aku gak mau tahu ya pokoknya semuanya harus kembali kesemula!. Kamu beresin semuanya!" Perintah Ara tidak ingin dibantah


"Sial!" Gumma satria pelan


"Kamu bilang apa?"


"Tidak ada" Jawab Satria


Ara meninggalkan Satria yang sedang beres-beres diruang tamu menuju dapur karena ia merasa haus. Sama seperti saat Ara melihat ruang tamunya, ia pun juga terkejut melihat dapurnya yang berantakan.


Ara membuka lemari es dan lagi-lagi ia terkejut melihat isinya sudah banyak berkurang. Apalagi minuman yang ia beli tempo hari sudah ludes tak bersisa. Ara menutup lemari esnya dengan kesal lalu membuka lemari tempat ia menyimpan snack dan lagi-lagi Ara terkejut karena snack nya habis. Ara marah lalu berteriak memanggil Satria.


"SATRIAAA!!."

__ADS_1


Satria yang hampir selesai membersihkan sampah diruang tamu terlonjak kaget.


"Astagfurullahal'adzim" Ucapnya sambil mengelus dada


Ara menghampiri Satria dengan amarah memuncak. Terlebih karena siklus bulannannya yang akan datang membuat hormonnya tidak stabil dan mudah sekali marah.


" Satria!" Panggil Ara dengan kesal setelah berada tepat didepan Satria


Satria tersenyum semanis mungkin "Iya kenapa sayang" Jawab Satria lembut


Ara menyilangkan tangannya dan menatap tajam Satria.


Satria menelan salivanya kasar "Habis gue. Singa betina dalam tubuh Ara bangkit!.Awas kalian berdua!" Batin Satria


Ara menghembuskan nafasnya kasar. " Pokoknya aku gak mau tahu!. Semua harus kembali seperti semula!. Aku kasih waktu kamu tiga puluh menit buat beresin semua kekacawan yang udah kalian buat!. "


"A-apa!. Tiga puluh menit?. Mana bisa secepat itu Ra!" Ucap Satria kaget


"Aku gak mau tahu!." Satria menghela nafas


"Baiklah" Jawabnya lemah


Ara duduk disofa sambil memeluk bantal dengan masih menatap tajam Satria


"Setelah itu antar aku pergi belanja!. Semua cemilan dan minuman aku habis gak bersisa!. Kamu harus ganti!."


Satria mulai membereskan rumah dengan cepat. Menyapu, mengepel, membereskan semua barang ke tempat semula, mencuci piring dan mengelap meja yang kotor.


Akhirnya setelah sekitar empat puluh menit. Lebih sepuluh menit dari waktu yang diberikan Ara. Namun Ara tidak memperdulikannya, ia senang melihat apartemennya kembali bersih. Tapi tetap memperlihatkan wajah cemberutnya. Satria terlihat sangat lelah, ia menjatuhkan diri diatas sofa disamping Ara dan bersandar kesandaran kursi sambil memejamkan mata.


Ara melihat Satria "Dia pasti capek sekali" Batin Ara.


Ara beranjak dari duduknya, pergi menuju dapur dan membuatkan Satria teh manis hangat.


"Ini, minumlah" Ucap Ara sembari menyodorkan segelas teh manis hangat


"Terima kasih. Istri ku memang the best" Puji Satria berharap mengurangi sedikit kekesalan Ara dan Satria berhasil.


Ara tersenyum "Ya iya lah, Udah cantik, baik, pintar mengerjakan pekerjaan rumah, memasak dan juga rajin menabung" Ucap Ara bangga


"Satu lagi kelewat" Satria tersenyum jahil


"Apa?" Tanya Ara


Satria menaruh gelasnya diatas meja lalu mendekati Ara dan berbisik "Pintar diatas ranjang" Ucapnya

__ADS_1


Blush...


Wajah Ara seketika memerah mendengar perkataan Satria.


"SATRIAAA" Teriak Ara memekakkan telinga


Satria dengan sigap menutup telinganya dengan kedua tangannya.


"Berisik Ra!"


"Biarin!. Lagi pula siapa sih yang ngajarin anak kecil kaya kamu kata-kata seperti itu!" Cerocos Ara


"Hadeuh kaya dirinya bukan anak kecil aja" Batin Satria


Satria mengambil tangan Ara dan menggenggam jemarinya. Ia menatap Ara dalam, yang ditatap malah salah tingkah. Satria pun tersenyum.


"Ra" Panggil Satria


"Ehmm"


"Kita itu memang anak kecil, maksudnya anak remaja. Yang terjebak dalam hubungan dewasa. Kita udah nikah Ra dan bukan hubungan yang bisa putus nyambung semudah yang kita mau seperti pacaran" Ucap Satria


" Iya tahu" Jawab Ara


Satria mengacak gemas rambut Ara "Jangan diacak-acak donk. Kan jadi kusut rambutnya" Ucapnya Cemberut


"Biarain lagipula kamu juga belum mandi" Ucap Satria lalu beranjak menuju kamar namun langkahnya terhenti didepan pintu.


"Malah bengong. Katanya mau belanja" Ucap Satria


Mendengar kata belanja membuat mata Ara berbinar


"Mau" Ucapnya manja


"Cepat siap-siap" Perintah Satria


Ara berdiri dan menyusul Satria kekamar. Ara duduk ditepi tempat tidur menunggu Satria keluar dari kamar mandi. Setelah Satria keluar lalu giliran Ara masuk kekamar mandi. Tidak memerlukan waktu lama, Ara sudah siap tinggal memoleh wajahnya dengan make up tipis.


"Sudah siap belum?". Tanya Satria


"Udah. Bentar ambil tas sama handphone dulu" Jawab Ara


"Ayo cepetan!. Nanti keburu supermarketnya tutup lagi. Ini udah malam" Satria berjalan keluar kamar


"Iya" Ara menyusul Satria "Makan dulu ya, aku lapar" Rengek Ara

__ADS_1


"Iya ayo"


Satria menggenggam tangan Ara dan mereka berjalan keluar apartemen


__ADS_2