Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
80


__ADS_3

"Kita akan mulai besok Sat dan lebih baik lo kasih tahu rencana lo pada Ara dan bokap lo. Agar tidak ada salah paham yang akan memperkeruh suasana" Ucap Alvin


"Gue tahu" Satria melirik Ara sekilas "Gue juga tidak mau ada salah paham dengannya" Jawab Satria


"Dan lo Ion. Lebih baik lo siapin segala sesuatunya. Kita jangan meremehkan mereka" Perintah Alvin


"Gue tahu. Tenang aja kalian, serahin semuanya" Ucap Dion


"Gue masih penasaran. Gimana caranya lo dapetin foto Angel berada di sebuah hotel bersama Renaldi. Ya walaupun gak kelihatan jelas si Renal nya" Tanya Alvin penasaran


Dion tersenyum lebar "Hahahaha, Kalian pengen tahu?" Alvin dan Satria mengagguk "Gue dapet di medsos orang" Ucap Dion


Satria dan Alvin mengerutkan keningnya lalu saling pandang.


"Kok bisa" Ucap Alvin


"Ada seorang tamu lagi selfi di lobi dan tanpa sengaja pasangan mesum itu terpotret"


"Dari mana kamu tahu ada orang yang lagi selfi dan mereka terpotret?" Tanya Satria penasaran


"Gue itu ngehack CCTV malam kejadian itu dihampir seluruh hotel kecuali milik keluarga lo dan Ara. Dan hanya ada satu hotel yang beberapa rekaman CCTVnya itu dihapus pada malam kejadian. Gue ulik seluruh CCTV di hotel itu. Dan gue nemuin sekilas mereka yang sedang berjalan, namun sayang terhalang oleh pohon hias didalam hotel. Namun gue gak patah semangat dan akhirnya gue nemuin ini" Tunjuk Dion pada foto Angel dan Renaldi yang menunggu didepan lift hotel.


"Lo the best lah kalau masalah ginian" Alvin mengacungkan jempolnya


"Gue bangga sama kalian berdua. Kalian Sahabat gue yang selalu ada buat gue" Ucap Satria tulus


...----------------...


Temuin gue, besok direstoran xxx. Pukul 10.00 WIB. Satria


Angel sangat senang mendapat pesan dari Satria. Bahkan Satria mengajak dirinya untuk bertemu. Lalu Angel menghubungi Renaldi saking senangnya. Tanpa ia sadari semenjak cinta satu malam dengan Renaldi, hubungan mereka menjadi lebih dekat. Angel mulai terbuka dengan Renaldi. Ia mulai terbiasa dengan kehadiran Renaldi disisinya.


"Ada apa?"


"Gue seneng banget Nal"


"Ehmm"


"Lo tahu, sepertinya rencana kita berhasil. Satria tadi ngajakin ketemu di restoran xxx. Sepertinya dia akan memohon untuk membantu membersihkan namanya"


"Jangan senang dulu, kita tidak tahu apa yang dia rencanakan. Jangan sampai terjebak"

__ADS_1


"Gue tahu, gue akan hati-hati"


"Bagus"


"Terima kasih. Lo selalu ada buat gue"


"Jangan terlalu percaya diri. Gue gak akan selalu ada buat lo"


Setelah mengatakan itu Renaldi memutuskan sambungan teleponnya. Angel menatap sendu handphone ditangannya. Entah kenapa ia merasa kecewa saat Renaldi menutup panggilannya begitu saja.


"Ada apa dengan ku?"


Keesokan harinya sendari pagi Angel bersiap-siap. Ia ingin tampil secantik mungkin sampai Satria melihatnya dengan tatapan kagum. Ia berniat pergi ke salon untuk melakukan perawatan dan membeli dres cantik untuk ia kenakan nanti. Angel menuruni tangga bersiap sarapan bersama keluarganya. Ia adalah putri kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya perempuan dan sudah menikah. Sedangkan adiknya masih duduk di Sekolah Menengah Pertama. Ia menarik kursi dan duduk disamping Mamanya. Anggota keluarga yang lain merasa aneh dengan raut wajah Angel yang terlihat sangat senang tidak seperti biasanya terlebih ia sudah berpakaian rapi dan berdandan.


"Kamu mau kemana sudah rapi begitu?"


"Angel mau keluar Pa"


"Jangan membuat masalah!"


"Pah" Mama Angel mengusap lengan Suaminya


Angel menatap Ayahnya tidak suka " Apa maksud Papa!"


Klang...


Sendok yang di pegang Mama Angel terjatuh.


"Apa maksud Papa. Anak kita melakukan hal-hal yang tidak senonoh begitu!" Namun Papa Angel hanya diam " Jawab Pa!"


Mama Angel beralih pada anaknya " Nak, apa benar yang dikatakan Papamu" Namun Angel hanya diam


Papa Angel berdiri dari duduknya "Jangan membuat keluarga kita malu dan jangan membuat masalah dengan keluarga Aditama!" Setelah mengatakan itu dia pergi


"Kak" Angel melirik adiknya "Apa yang dikatakan Papa benar?"


Namun Angel tidak menjawab malah pergi tanpa sarapan terlebih dahulu.


"Angel kamu mau kemana Nak" Tapi ia terus saja berjalan tanpa menengok kebelakang " Angel"


"Kenapa semua orang tidak pernah mengerti diriku. Mereka hanya memikirkan dirinya sendiri bahkan keluarga ku" Batin Angel

__ADS_1


Ia menghapus air mata yang sudah tak terbendung lagi dengan kasar. Lalu ia pergi mengendarai mobilnya melaksanakan apa yang telah ia rencanakan hari ini.


Disisi lain, Satria sudah sampai digerbang sekolahnya. Mengantar Istri tercintanya pergi sekolah. Selain itu ia juga akan bertemu dengan kedua sahabatnya.


"Ra. Apapun yang terjadi. Tolong percaya sepenuhnya padaku" Satria memegang tangan Ara dan menatapnya dengan tatapan yang serius.


"Iya. Aku udah hatam dari tadi kamu ngomongnya kaya gitu terus. Ditanya kenapa malah senyum. Udah ah aku turun dulu ya. Bye" Ara berbalik hendak membuka pintu namun perkataan Satria menghentikannya.


"Gak salim dulu" Satria menyodorkan tangannya


"Sejak kapan kita salim-saliman" Beo Ara, namun tetap menurut. Ia mencium tangan Satria dan Satria mencium kening Ara. Membuat Ara menarik sudut bibirnya


"Minta nafkah" Ara menengadahkan tangan pada Satria


Satria tersenyum lalu mengacak-ngacak rambut Ara. "Ich rusak rambut aku" Rengek Ara sembari merapihkan rembutnya.


"Kan aku udah kasih kamu ATM dan credit card."


"Malas ngambil aku" Ucap Ara asal


Satria mengambil dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang merah dan memberikannya pada Ara " Buat seminggu"


"Ich pelit" Ara mengambil uang yang disodorkan padanya " Terima kasih Suami ku" Ucapnya sembari tersenyum senang


"Wahai suamiku tercinta Aku pergi dulu untuk menuntut ilmu. Bye" Ara keluar dari mobil.


Satria menggelengkan kepalanya seraya tersenyum melihat kelakuan Istrinya. Tak lama Dion masuk kedalam mobil Satria.


"Ngapain dulu sih lo sama Ara, lama amat" Cerocos Dion kesal karena menunggu lama diluar.


"Kalau mau tahu makanya nikah" Satria tersenyum mengejek


"Gue masih pengen bebas, kaya burung yang terbang bebas gak harus terkurung disangkar"


Satria menggelengkan kepalanya " Mana alatnya?"


"Hampir aja gue lupa" Dion merogoh sakunya dan mengambil sesuatu " Nih" Dion memberikan sebuah barang


"Thanks" Satria mengambil barangnya


"Lo mau pergi sendiri" Dion merasa khawatir

__ADS_1


"Iya, tapi lo tenang aja. Anak buah Bokap selalu ngintilin gue"


"Syukur deh, gue jadi tenang "


__ADS_2