
"Owh ia Sat, lo dah tau belum kalau Bokap nya Susan dipecat sama mertua lo?" Tanya Dion
Satria terkejut mendengarnya. Dia tidak tahu bahwa mertuanya sudah bertindak.
" Gue gak tahu, tapi sepertinya Papa udah mulai bertindak" Satria menghela nafas " Kita belum bisa membuat laporan kepihak berwajib karena tidak ada bukti, hanya asumsi. Lagi pula video yang kita ambil juga tidak akan membuat dia masuk penjara." Jelas Satria
" Lo benar Sat, dalam video itu hanya memperlihatkan Susan dan Ara yang sedang bertengkar. Walaupun Susan mendorong Ara, tapi tidak cedera. Yang membuat Ara koma adalah efek dari ia memaksakan diri untuk mengingat masa lalunya" Ucap Alvin
" Ya benar juga sih" Beo Dion
Tak lama bell berbunyi, Satria menyuruh Dion membuka pintu karena mungkin itu yang mengantar makanan pesanan Satria dari kafe. Namun mereka salah, yang datang adalah Papa Ara Bambang Wiguna.
Cklek...
" Pa pak Bambang" Ucap Dion terkejut.
" Satria ada?" Ucap Bambang datar
" A-ada di dalam, mari masuk pak"
Bambang berjalan masuk ke dalam apartmen. Satria dan Alvin terkejut melihat Papa Ara datang. Satria langsung berdiri dan menyalami Papa mertuanya. Satria mempersilahkan Papa mertuanya untuk duduk dan mereka pun ikut duduk.
" Apa kamu punya rencana Sat?" Tanya Bambang
Satria mengerti arah pembicaraan Papa mertuanya.
" Aku belum memikirkan rencana apapun Pa. Yang jadi fokus utama saat ini adalah menemukan Susan. Karena hanya Ara dan Susan lah yang tahu persis kejadian itu" Jawab Satria
" Papa sudah berusaha mencarinya juga tapi belum ketemu. Papa bertanya pada orang tuanya. Namun mereka mengelak, tapi dari gerak-gerik nya Papa bisa menyimpulkan bahwa mereka tahu. Namun mereka menyembunyikannya. Ya sebagai orang tua wajar jika mereka takut anaknya masuk penjara. Tapi jika itu anak Papa, Papa akan meminta mereka bertanggung jawab dan tidak lari"
Satria, Alvin dan Dion terkejut mendengar pernyataan Bambang. Satria merasa bangga pada Papa mertuanya. Satria berharap bahwa Ara cepat sadar dan masalah ini cepat selesai.
...----------------...
Akhir pekan ini Satria berencana seharian menemani Ara. Ia membawa buket bunga yang indah untuk Ara. Satria berjalan memasuki ruangan Ara sembari memasang senyum indahnya. Walau ia tahu bahwa Ara tidak akan bisa melihatnya. Didalam ruangan Ara tidak ada siapapun karena Mama Ara sudah pulang beberapa saat lalu.
" Aku datang "Ucap Satria
Ia menata buket bunga yang ia bawa dalam vas yang cantik. Lalu ia duduk dikursi disamping Ara dan menggenggam tangannya.
__ADS_1
" Apa kau tak merindukanku" Katanya Sendu " Bangunlah ku mohon"
Satria menciumi Tangan Ara yang ia genggam. Ia terus memandangi wajah Ara. Tanpa ia sadari air matanya menetes, buru-buru Satria menghapusnya. Ia membelai wajah Ara lalu beranjak dan duduk dipinggir Ara . Satria menciumi seluruh wajah Ara dan terakhir bibir Ara. Satria mencium bibir Ara lama dan penuh perasaan. Beberapa saat kemudian ia melepaskannya, menempelkan keningnya dan kening Ara.
" I want to hug you now, Ara" Ucap Satria dengan suara yang serak.
Dibalik pintu seseorang menangis melihat perlakuan Satria terhadap Ara. Dia adalah Mama Ara, nyonya Devina. Ia kembali ke kamar Ara karena ada barang yang tertinggal dan berniat mengambilnya. Namun saat ia akan masuk, ia melihat perlakuan Satria pada Ara dari awal Satria menggenggam tangan Ara sampai Satria melontarkan keinginan Satria memeluk Ara. Devina merasa bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena Ara mendapatkan pasangan yang begitu mencintainya dengan tulus. Dan sedih karena keadaan Ara yang membuat Satria terluka. Devina berbalik dan melangkah pergi meninggalkan pasangan muda itu.
Satria duduk kembali di bangku samping Ara. Ia mengambil Handphone nya lalu membuka aplikasi pemutar musik dan memutar lagu kesukaan Ara. Lagu A Thousand Years dari Christina Perry
" Ini lagu kesukaan mu kan?. Dengarkan lah, lagu ini juga mewakili isi hatiku" Ucap Satria.
Satria menggenggam tangan Ara dan ikut menyanyi. Satria menyanyi dengan penuh perasaan.
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave?
How can I love when I'm afraid to fall?
All of my doubt suddenly goes away some how
One step closer
I have died every day waiting for you
Darling, don't be afraid
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
__ADS_1
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer
I have died every day waiting for you
Darling, don't be afraid
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a…
" I miss you, really miss you Ara" Mata Satria berkaca-kaca saat mengatakan itu.
"I love you, please wake up. open your eyes. I am waiting for you in here, always."
Satria tertunduk, ia mengamati cincin yang melingkar dijari manis Ara. Lalu Satria mengeluarkan kalung berbandul cincin yang selama ini ia kenakan dilehernya. Satria melepaskannya lalu ia pakai dijari manisnya.
" Aku sekarang memakainya. Biar semua orang tahu bahwa aku milik mu. Aku tidak perduli bila orang lain mengetahui hubungan kita."
Satria memegang tangan Ara lalu ia memotret tangannya dan tangan Ara yang sedang berpegangan memamerkan cincin yang mereka pakai. Satria memposting foto yang barusan ia ambil di akun media sosialnya.
Tiba-tiba tangan Ara bergerak. Satria terkejut,ia memegang tangan Ara dan menaruhnya didadanya. Ia memanggil-manggil nama Ara.
" Ara, bangun Ra. Ini aku Satria. Bangun" Ucap Satria
__ADS_1
Satria beranjak lalu memencet tombol untuk memanggil Perawat dan Dokter.