Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
perasaan aneh lagi


__ADS_3

Malam ini Ara dan Satria akan menghadiri acara bersama kedua orang tua mereka. Ara terlihat sangat cantik dengan balutan dress dibawah lutut, berkerah turtel neck dan lengan ¾. Dress cantik berwarna pink pastel bercampur dengan hiasan warna tosca diseluruh dressnya. Ara memakai make up yang tipis tapi terlihat sangat cantik. Juga rambut yang dikepang indah. Begitu pula dengan Satria yang terlihat gagah dengan balutan jas yang pas body berwarna abu tua dan kemeja berwarna tosca. Walau Satria sedikit tidak nyaman dengan warna kemejanya. Tapi ia tetap memakainya karena pemberian mertuannya.


Ara dan Satria berangkat menggunakan mobil dari apartmen menuju tempat acara. Mereka sudah ditunggu oleh kedua orang tua mereka masing-masing. Sesampainya di tempat acara Ara melihat kedua orang tuanya dan Satria sedang menunggu mereka di depan lobi hotel untuk masuk bersama.


Satria dan Ara menghampiri orang tua mereka. Mereka langsung menyalami para orang tua yang sudah berdiri menunggu Ara dan Satria.


" Ayo masuk" Ajak Heru


Mereka masuk kedalam tempat acara. Sebelum masuk mereka diperiksa undangannya terlebih dahulu. Mereka semua masuk kedalam tempat acara. Ara terkejut dengan dekorasi yang disuguhkan. Tapi Ara berusaha untuk terlihat biasa saja padahal ia sangat gugup karena ini pertama kalinya ia menghadiri pesta kaum konglomerat.


Ara menggandeng Satria erat. Entah kenapa tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak. Satria pun menyadarinya, ia mengusap lengan Ara memberikan rasa aman. Setelah masuk Ara dan Satria diperkenalkan oleh orang tua mereka pada rekan bisnis yang mengadakan acara. Juga rekan bisnis mereka yang lain.


" Euhh pegalnya" Ara duduk di kursi sofa yang ada disudut ruangan.


Melihat Ara terlihat pegal Satria berjongkok didepan Ara dan memijat kakinya. Ara tercengang, ia mengerjapkan matanya.


" Gak apa apa biar aku aja" Pinta Ara.


Satria melirik Ara sebentar lalu melanjutkan pijatannya. " Tidak masalah" Jawab Satria


Bibir Devina dan Lisa mengembang. Mereka tersenyum bahagia melihat Ara dan Satria semakin dekat.


"Tidak salah keputusan untuk membiarkan mereka hidup berdua" Batin Lisa


Satria berhenti memijat kaki Ara lalu berdiri.


" Aku ambil minum dulu"


" Sama makanan ya, Aku laper" Satria tersenyum melihat ekspresi wajah Ara yang dibuat imut.

__ADS_1


" Baiklah, tunggu disini"


Beberapa saat kemudian Satria belum juga kembali. Ara memonyongkan mulutnya sebal. Tak berselang lama ada seorang perempuan yang cantik berjalan kearahnya dan duduk disebelah Ara. Entah kenapa Ara merasa takut. Perasaan yang sama seperti saat Ara menabrak seseorang dibutik. Ara melihatnya sekilas dan tersenyum. Ara mengutak ngatik HP nya mengirim pesan pada Satria untuk segera kembali.


" Hai" Sapa perempuan itu


Ara melihat kearah perempuan itu " Hai juga" Lalu memfokuskan pandangannya pada benda yang sendari tadi ia mainkan.


Ara menjadi gelisah karena Satria tak kunjung kembali. Rasa takut menghinggapinya, bahkan tangan Ara kini gemetar. Ara berusaha menyembunyikannya dari gadis yang ada disampingnya. Ara mencoba menghubungi Satria berkali kali dan akhirnya tersambung.


Satria sedang mengambil makanan untuk Ara. Merasa ada getaran dari HP nya Satria pun mengambil HPnya yang berada dalam jas dan melihat siapa yang menghubunginya.


Ara calling


" Kamu dimana? Lama banget"


" Gak apa-apa. BT aja sendiri, yaudah deh aku kesitu"


" Ok"


Dan Ara menutup telephonnya. Setelah Ara menaruh HP nya dalam tas, Ara beranjak dari duduknya dan pergi mencari Satria.


" Ini sudah kedua kalinya gue bertemu dengan Ara. Apa dia benar-benar tidak mengenali gue? Atau dia hanya pura-pura!. Siapa yang dia hubungi. Setahu gue dia tidak punya teman dekat selain gue. Gue haris secepatnya cari tahu!." Batin Susan


Ara mencari satria, lalu pendangannya terruju pada sosok laki-laki yang sedang bercengkrama dengan seorang laki-laki yang mungkin seumuran dengannya. Ara tidak langsung menghampirinya karena ingin memberikan privasi pada Satria. Tak lama mereka pun berpisah tapi kini ada seorang gadis seumurannya mendekati Satria. Satria terlihat mengacuhkannya, entah kenapa Ara menjadi kesal. Ara menghampiri Satria, lalu Ara bergelayut pada lengan Satria. Satria menatap Ara heran tapi tidak lama ia mengerti bahwa Ara sedang membantunya terhindar dari gadis yang sedang menggodanya.


" Kenapa kemari? Tunggu saja disana. Bukankah kakimu pegal?" Satria berkata dengan lembut dan penuh cinta pada Ara


" Sayang Kamu begitu lama" Satria terkejut dengan kata sayang yang diucapkan Ara tapi sedetik kemudian dia tersenyum " Aku tidak suka menunggu" Ara mengerucutkan bibirnya

__ADS_1


Gadis itu terkejut melihat perlakuan Satria pada Ara. Dia melipat tangannya didada dan menatap tajam Ara.


" Aku minta maaf" Satria mengusap kepala Ara sayang "ayo kita cari makanan yang kamu suka" Lalu Satria dan Ara pergi meninggalkan gadis itu tanpa berpamitan. Gadis itu terlihat sangat kesal, ia menghentak hentakkan kakinya lalu pergi.


...----------------...


Waktu terus berlalu. Tak terasa Ara sudah satu bulan bersekolah. Dan Ara masih bernafas lega, pasalnya sekarang Ara tidak menjadi bahan perbincangan atau tatapan tajam dari para fans Dion dan Alvin. Semua siswa masih penasaran dengan sosok pacar Satria yang kemungkinan adalah siswa disekolah mereka. Setiap hari Ara naik taksi online, tidak pernah pergi bersama ketiga prince itu. Ara menghindari apapun yang berhubungan dengan ketiganya. Ia berkata ingin damai menjalani pesan sebagai seorang siswa.


Siang itu sepulang sekolah Ara langsung pulang ke apartmen. Sedangkan Satria sedang mempersiapkan pemilihan ketua OSIS yang baru bersama yang lainnya. Ara menyeret tas sekolahnya dan memasuki kamarnya. Ara merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur tanpa berganti pakaian. Tidak butuh waktu lama Ara pun terlelap.


Jam menunjukan pukul tiga sore. Satria belum pulang dari sekolah. Ara juga masih terlelap dalam mimpi indahnya sampai suara notifikasi handphone nya terus berbunyi


Ting...


Ting...


Ting...


Ting...


Ting...


" Ya ampun berisik banget!" Ara terbangun lalu meraih handphone nya.


Setelah dilihat ternyata itu notifikasi dari forum sekolah yang sudah ramai dengan komentar-komentar jahat yang tertuju pada Angel. Ara mengscrol dan melihat sebuah video. Ara membulatkan matanya saat memutar video itu. Ia menggelengkan kepalanya dan menutup mulutnya dengan tanagan. Sungguh Ara terkejut dengan isi video itu. Video yang menunjukan Angel sedang mengancam Satria dengan nyawanya. Angel menekan kan pisau kecil diatas nadinya namun belum menyayatnya. Darah segar mulai mengalir dipergelangan tangannya, walau hanya sedikit. Banyak sisiwa yang berteriak histeris dan ada juga yang mencibir. Satria berusaha mencoba berbicara dengannya namun Angel tetap kukuh dengan pendiriannya. Dibelakang Angel Alvin mengendap-ngendap mulai mendekati posisi Angel. Alvin mengcode dengan isyarat pada Satria untuk membuat Anggel hanya terfokus padanya sehingga tidak akan menyadari keberadaan Alvin. Setelah Alvin benar-benar berada dibelakang Angel, dia memukul tengkuk Angel sampai jatuh tak sadarkan diri. Sisil berlari menghampiri Angel yang berada dalam pangkuan Alvin. Angel pun dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sebelumnya pihak sekolah sudah memberitahu orang tuannya perihal kejadian ini. Angel sungguh terobsesi dengan Satria hingga rela melakukan apapun.


" Ya ampun apa dia itu bodoh!"


Ara melemparkan Handphonenya lalu berbaring kembali. Ara memijat kepalanya pusing. Ternyata walau dia selamat dari Amukan fans Satria, Alvin dan Dion. Ada orang yang sanagat terluka karenanya.

__ADS_1


__ADS_2