
setelah makan malam semua orang kembali ke kamar mereka masing masing
ara masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual sebelum tidur, gosok gigi dan cuci muka. setelah selesai giliran satria. tidak ada percakapan diantara mereka. ara duduk selonjoron di atas kasur memikirkan apa yang akan terjadi sampai ara tidak sadar satria sudah keluar dari kamar mandi dan sedang menatapnya bingung.
" apa yang ada didalam isi kepalanya itu" batin satria, ia menggelengkan kepalanya.
satria naik keatas tempat tidur dan duduk dengan posisi yang sama seperti ara. merasakan ada pergerakan ara tersadar dan menoleh ke arah satria. lalu menghembuskan nafasnya kasar.
"gue tau pernikahan ini bukan kemauan kita" satria menoleh tapi diam menunggu apa yang akan dikatakan ara
" tapi ini pernikahan, ikatan yang suci gue gx mau main main dengan itu" menoleh ke arah satria ,,pandangan mereka pun bertemu lalu satria mengalihkan pandangannya.
" iya gue tau" jawab satria datar " jadi ini yang dia fikirin sampe gak nyadar gue udah berada di sampingnya" batin satria
" gue bakalan berusaha untuk menjadi istri yang baik buat lo. tapi jika lo meminta hak lo sebagai suami sekarang, sorry, gue belum bisa penuhin itu. gue belum siap" satria diam dan hanya menyimak
" tapi gue janji jika sudah lulus SMA gue usahain memberikan hak istimewa lo buat ngelakuin itu" satria tersenyum tipis mendengernya, ada perasaan bahagia dan satria tidak tahu kenapa.
" jadi tolong jangan paksa gue" satria hanya mengagguk " dan satu hal lagi, jika suatu hari ternyata tidak ada cinta yang tumbuh di hati lo buat gue, tapi malah buat orang lain. sebaiknya lo bilang jadi kita bisa berpisah baik baik."
satria menoleh dan tatapan mereka bertemu tapi hanya sebentar lalu mereka berdua menatap lurus kedepan
"gue janji. tapi sebelum gue minta hak gue. gue bakalan pastiin perasaan gue ke lo" ara tersenyum mendengarnya.
"bagaimana kalau kita menjalani secara bertahap?"...ara mengerutkan keningnya, menatap satria bingung
satria yang mengerti tatapan ara menjelaskan maksudnya
__ADS_1
" kita temenan dulu, trus pacaran, setelah itu ya tau lah" ara terkekeh mendengar penuturan satria
" lo aneh kita kan ludah nikah" lalu tertawa, satria mengagguk sambil tersenyum
" ternyata lo gak seperti gue bayangin" satria bermonolog
" hah,,,apa?" satria menggeleng
" tidurlah" lalu menarik selimut dan memunggungi ara
" bolehkah aku mematikan lampunya" tanya ara
" iya"
dan merekapun akhirnya tidur dengan saling memunggungi.
pagi yang hangat dikeluarga wiguna, selepas sarapan mereka semua berkumpul di ruang keluarga.
" kalian mau honeymoon kemana?"..
" ehmm begini pah kalau di izinkan saya akan mengurus pembukaan cabang cafe saya di kota B karena sudah saya rencanakan jauh jauh hari dan persiapannya juga sudah selesai." bambang hanya mengagguk tanda mengerti
deg...
ara memegangi dadanya...sakit,,, bahkan hanya karena mendengar nama kotanya saja. kota dengan sejuta cerita indah juga menyakitkan. ara hanya diam tidak bersuara, tatapannya kosong, fikirannya menerawang jauh kemasa lalu.
" kamu sudah membicarakannya dengan ara?..." bara bertanya karena melihat adiknya hanya diam dan terlihat murung dan satria pun hanya menggeleng
__ADS_1
semua mata kini tertuju pada ara, mereka mengira ara kecewa karena tidak jadi honeymoon seperti yang direncanakan.
nyonya devina yang duduk bersebelahan dengan ara, menepuk pundaknya. ara pun menoleh.
nyonya devina mengusap ngusap punggung ara lalu bertanya" ara apa kamu kecewa" ara hanya diam, dia tidak tahu harus bilang apa.
ada sedikit rasa bersalah dihati satria melihat ara yang terlihat kecewa. akhirnya bambang meminta satria untuk membicarakannya secara pribadi pada ara.
" satria, pergilah bawa ara kekamarnya dan bicarakanlah. papa akan mendukung setiap keputusan kalian" mama devina dan bara pun mengangguk setuju.
satria dan ara pergi kekamar setelah berpamitan...
didalam kamar mereka saling diam tidak ada yang mengeluarkan suara. mereka sibuk dengan fikirannya masing masing.
tbc...
jika para readers berekspektasi bahwa dalam hubungan ara dan satria bakalan kocak karena mereka masih SMA,,, readers salah,,,,hehehe😄
karena sejatinya ara itu adalah ana yang sudah dewasa dan pernah menjalani biduk rumah tangga
sedangkan satria dituntut untuk dewasa karena ia adalah pewaris dari keluarga aditama....
tolong selalu dukung author dengan like, vote, and comment
thanks,,,,
selamat menjalankan ibadah dibulan ramadhan bagi yang menjalankannya.
__ADS_1