
Sudah tiga hari Satria tidak masuk sekolah. Sedangkan Angel memang sejak kejadian itu dia tidak masuk sekolah. Berita tentang Satria kini menjadi trading topic. Bahkan kini banyak media yang memberitakannya. Orang tua Satria pun sudah dipanggil kesekolah. Walaupun Lisa dan Heru menjelaskan duduk perkaranya itu tidak bisa membuat Satria terhindar dari hukuman namun karena memandang keluarga Aditama hukuman Satria hanya mendapat skors selama satu minggu dan tidak dikeluarkan. Pihak sekolah memberi waktu kepada Satria untuk membuktikan diri bahwa dia tidak bersalah dalam waktu kurang dari satu bulan. Dan jika Satria belum bisa membuktikan dirinya, ia akan dikeluarkan dari sekolah.
Semenjak tersebarnya video itu, satria dan Ara tinggal dikediaman Adithama. Itu karena para orang tua terjadi sesuatu kepada anak menantunya dan untuk mempermudah mereka mengawasi serta menjaga Satria dan Ara.
Kegiatan Satria lebih banyak membantu Ayahnya membereskan masalah perusahaan yang muncul akibat video Satria. Selain itu ia tetap berusaha mencari bukti untuk membuktikan dirinya tidak bersalah. Namun Satria selalu menyempatkan untuk mengantar jemput Ara disekolah. Seperti hari ini, Satria menjemput Ara dengan menggunakan salah satu koleksi mobil sport nya yang jarang sekali ia pakai.
Mobil sport Buggati Veyron La Voiture Noire ini buatan ulang dari versi 70 tahun lalu. Berbeda dengan versi lamanya, mobil yang dirilis tahun 2019 ini mempunyai mesin 16 silinder 8.000 cc 400 km/jam. Mobil termahal di dunia ini didesain futuristik dan aerodinamis, hingga memungkinkan melaju denga kecepatan tinggi. Buggati Veyron La Voiture Noire hanya diproduksi 36 unit dengan harga Rp 271 miliar.
Mobil milik Satria itu berhenti didepan gerbang sekolah menunggu Seorang gadis datang memasukinya.
Ara berjalan bersama Alia disampingnya menuju gerbang sekolah dan menunggu jemputan datang.
Alia yang sedang berjalan, melihat mobil yang dikendarai Satria dan ia terpana.
"Ra lihat itu mobil bangus banget" Ucap Alia Sumringah
Ara mengangkat kepalanya dan melihat kedepan, senyumnya mengembang. Setelah melihat mobil milik Satria, ia bergegas menghampiri Suaminya sambil menarik lengan Alia yang berada disampingnya.
"Ayo cepat dia sudah datang"
"Ra sebentar Ra. Pelan dikit donk!. Siapa yang datang?" Rengek Alia yang di tarik-tarik Ara
"Satria lah. Ayo cepat, Ich kamu lama" Ucap Ara
"Hah Satria?" Beo Alia.
Ara menghiraukan perkataan Alia dan terus menarik Alia. Alia pun akhirnya pasrah ditarik Ara
Dibelakang Ara, nampak Dion dan Alvin berjalan ketempat parkir sambil memperhatikan Ara.
"Wah akhirnya itu mobil dipakai juga" Ucap Dion pada Alvin
"Dia paling males kalau pakai mobil itu. Katanya mencolok" Timpal Alvin dan Dion pun mengangguk.
"Tapi sekarang dia memaikainya untuk kamuflase" Ucap Dion
"Iya tapi tetap saja jadi pusat perhatian pada akhirnya" Ucap Alvin yang melihat para murid berkerumun dekat mobil Satria karena penasaran
__ADS_1
"Kalau gak Salah itu hadiah ultah Satria yang ke tujuh belas kan dari bonyok nya" Ucap Dion mengingat-ngingat
"Iya benar" Jawab Alvin
Mereka berdua akhirnya masuk kedalam mobil masing-masing.
Setelah sampai didepan mobil yang mulai dikerumuni oleh para murid sekolah. Ara membisikan sesuatu pada Alia
"Al yang didalam itu Satria" Bisik Ara
"Hah" Alia terpaku
"Aku pulang duluan ya" Ucap Ara sambil melambaikan tangan dan Alia pun mengagguk.
Ara lalu masuk kedalam mobil. Melihat Ara masuk kedalam mobil sport mewah para murid yang melihat tercengang dan saling berbisik.
Saat Ara masuk, ia disambut oleh senyum yang mempesona dari Satria. Ara pun membalas dengan senyum yang tak kalah mempesona membuat Satria terpana beberapa Saat.
"Aku kira belum sampai. Kamu gak ngabarin aku kalau sudah sampai" Ucap Ara sambil memasang Sabuk pengaman
"Untuk apa. Lagian aku juga lihat kamu sudah berlajan keluar, tinggal tunggu saja" Ucap Satria apa adanya.
"Loh kita mau kemana?" Tanya Ara setelah melihat jalan yang bukan jalan ke arah apartemen, kafe maupun rumah mertuanya.
"Kita keapartemen Dion dulu" Ucap Satria memberitahu
"Owh. Kenapa gak bilang dari tadi"
"Nanti juga tahu" Jawab Satria sekenanya
"Dion sudah dapat sesuatu?" Tanya Ara penasaran
"Ia makanya kita kumpul untuk menyusun rencana" Ucap Satria
"Rencana?. Kenapa tidak langsung saja buat conferensi pers saja"
"Buktinya tidak cukup kuat" Ara memgagguk.
Tak lama mereka sampai di tempat parkir apartemen Dion. Sebelum Satria keluar, ia mengambil topi dan masker lalu memakainya.
__ADS_1
Saat Ara dan Satria keluar, dua mobil mewah yang dikendarai Alvin dan Dion pun berhenti tepat disamping kanan dan kiri mobil Satria. Alvin dan Dion keluar menghampiri Satria dan Ara.
"Wow akhirnya sang raja dikeluarkan juga" Ucap Dion sambil mengelus mobil Satria
"Ayo cepet kita keatas, jangan banyak iklan lo" Ucap Alvin yang kesal dengan tingkah Dion
"Ayo. Gue udah pesan makanan tadi. Jangan sampai makanannya tiba duluan depan apartemen lo" Ucap Satria menimpali
"Iya bener, nanti makanannya disimpan didepan pintu lagi. Karena lama nunggu, trus ada yang lewat diambil deh" Ucap Ara menakuti
"Wah parah kalian. Ayo cepetan" Ucap Dion langsung melangkah meninggalkan Satria, Ara dan Alvin.
Mereka bertiga menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat absurd mereka.
Tepat setelah mereka sampai didepan pintu apartemen Dion. Kurir yang mengantar makanan yang Satria pesan pun datang.
"Permisi, apa adek ini penghuni apartemen no. 301?"
"Iya saya yang punya unit ini" Dion melirik Bungkusan yang dibawa oleh kurir itu " Itu pesanan makanan yang dipesan atas nama Satria bukan Mas?. Sini makanannya"
"Owh iya dek" Kurir itu memberikan pesanan makanan yang ia bawa dan disambut Dion dengan mata berbinar
"Terima kasih mas" Ucap Ara
"Sama-sama" Lalu kurir itu pergi
Mereka berempat masuk kedalam apartemen Dion. Dion langsung kedapur untuk mengambil beberapa alat makan. Sedangkan Ara, Satria dan Alvin langsung duduk manis di sofa ruang tamu Dion. Dion kembali dengan membawa alat makan dan minuman dingin untuk mereka minum.
Mereka pun makan makanan yang dipesan Satria. Setelah makan mereka menyingkirkan meja dan duduk lesehan untuk membahas rencana yang akan mereka jalankan untuk membuktikan Satria tidak bersalah.
Namun Ara tidak ikut nimbrung, ia membereskan bekas makanan yang mereka makan. Setelah selesai Ara duduk disofa belakang Satria. Mereka bertiga terlihat serius membahas rencana yang akan mereka mulai besok. Sedangkan Ara tertidur disofa dengan posisi duduk.
"Noh istri lo tidur" Tunjuk Dion dengan dagunya
Satria memutar tubuhnya untuk melihat Ara dan benar saja Ara tertidur. Satria lalu melepas kemeja falanel nya dan menutupi paha Ara yang tersingkap. Lalu kembali keposisi semula.
"Kita akan mulai besok Sat dan lebih baik lo kasih tahu rencana lo pada Ara dan bokap lo. Agar tidak ada salah paham yang akan memperkeruh suasana" Ucap Alvin
"Gue tahu"
__ADS_1