
Seorang gadis berseragam abu-abu mengepalkan tangannya disudut kantin. Matanya menatap tajam ke arah Ara dan Dion.
" Sialan dia, gue dianggap apa olehnya" Sisil berbicara dengan kesal . Wajahnya memerah karena menahan emosi.
" Awas aja lo, lihat apa yang bakalan gue lakuin untuk ngebalas penghinaan lo hari ini."
" Tenang dulu Sisil, ayo minum dulu "
Angel memberikan air minum pada Sisil. Sisil pun meminum air yang diberikan Angel, meminumnya dengan cepat.
" Lo berani main main sama gue, lihat saja lo bakalan sengsara selama lo sekolah disini. Gue pastiin itu! "
" Jangan macam macam Sil, lo tahu siapa Dion. Dia itu tidak akan segan segan dengan orang yang menyinggungnya. Lagi pula dia itu Playboy dan lo tahu kan resiko berpacaran dengannya?" Sisil mengagguk lemah
" Iya gue tahu, tahu banget malah. Tapi mau gimana donk, gue cinta. Sama kaya lo yang udah ditolak berkali kali tapi masih tetep setia mencintai Satria. Benerkan yang gue omongin!"
Tatapan Angel menjadi sendu mengingat Satria.
" Iya gue tahu " Jawabnya lemas
...----------------...
Setelah selesai dengan makan siangnya Ara dan Alia pergi menuju kelasnya. Dilorong sekolah saat Ara berjalan ada yang dengan sengaja menabrakkan dirinya pada Ara sehingga Ara terjatuh.
Bruk...
"Awww, aish sakit" kata Ara
" Ups sorry gak sengaja gue" Sisil terkikik lalu pergi meninggalkan Ara.
" Ara kamu gak apa apa? " tanya Alia
" Gak apa apa, tenang aja " Ara tersenyum " Siapa sih dia, aku tahu dia pasti sengaja" batin Ara
Alia membantu Ara berdiri tepas saat Satria dkk lewat. Satria berhenti dan melihat memperhatikan apa yang Ara lakukan.
" Kenapa tuh anak, jatuh? Ck jalan aja bisa jatuh" beo Dion
" Lo gak bantu Ara ? " tanya Alvin karena melihat Satria hanya diam memperhatikan
Satria menggeleng sebagai jawaban. Lalu Satria pun berjalan kembali menuju kelasnya, tepat dibelakang Ara dan Alia. Ara berbalik melihat kebelakang dan pandangan mereka pun bertemu. Satria dengan muka datarnya menatap Ara.
__ADS_1
Bel pulang pun berbunyi. Semua murid berhamburan keluar kelas. Begitu pula dengan pasangan ini. Ara berjalan keluar kelas bersama Alia. Banyak pasang mata yang menatapnya tajam sendari dari kelas hingga ke gerbang sekolah. Ara mendesah, ia menghindari Fan's Satria tapi malah berhadapan dengan Fan's Dion.
" Keluar dari lubang buaya, masuk ke kandang singa. Hadeuh " Ara berguma sambil menggeleng pelan
" Kenapa Ra?" Alia sendari tadi memperhatikan gerak gerik Ara.
" Gara-gara tuh cunguk, aku bakalan berhadapan dengan Fan's garis kerasnya dia. Apa sih istimewanya dia, begitu dipuja-puja." Kesal Ara
" Dia ganteng, pinter juga... Apalagi ya? " Alia nampak berfikir
" Udah lah jangan difikirin. Bikin kesel aja! " Lalu Ara berjalan mendahului Alia " Aku duluan ya" Sembari melambaikan tangannya dan diangguki Alia
Ara berjalan menuju halte dekat sekolah. Ternyata banyak murid sekolahnya yang berada disana. Ara berdiri di pinggir jalan. Tiba-tiba ada sebuah mobil mewah terparkir tepat didepannya.
Ting...
Pangeran Es...
Ayo naik
Ara bengong menatap mobil didepannya
Ting...
Pangeran Es...
Ara melangkah menuju mobil, dengan ragu ia masuk. Semua murid yang melihatnya menatap heran. Pasalnya itu adalah mobil Alvin. Mereka bertanya-tanya siapa Ara sebenarnya. Ara sangat dekat dengan Alvin dan Dion yang notabennya Most The Wanted sekolahnya
Ara duduk disamping kemudi, tepatnya disamping Satria. Ara masih bengong menatap Satria penuh tanya. Satria kemudian menjalankan mobilnya.
" Ini mobil siapa? " pertanyaan yang meluncur dari bibir Ara
" Mobil Alvin "
" Ya ampun! Bisa gak sih kamu gak nempatin aku dalam masalah" Ara kesal melipat kedua tangannya didada sembari menatap tajam Satria
Satria mengerutkan keningnya mendengar perkataan Ara " Apa maksud mu?"
Ara berbalik lalu berbalik menatap lurus kedepan, ia menghela nafasnya. Lalu mengatur pernafasan agar meredakan sedikit emosinya.
"Maksud aku itu kenapa kamu suruh Dion nganter jus? Kamu tahu sekarang Fan's nya Dion memusuhi ku. Dan sekarang kamu pinjam mobil Alvin buat pulang bareng aku. Apa kamu tidak tahu konsekuensinya?"
__ADS_1
Satria terlihat berfikir sembari fokus menyetir. Ia membenarkan perkataan Ara
" Bego! kenapa gue sampe gak kepikiran ke arah sana" Batin Satria " Maaf" Ara langsung menoleh mendengar permintaan maaf Satria.
" Ehmm, sudahlah" Ara berbalik melihat kearah jendela, menikmati pemandangan luar " Apa yang akan terjadi besok" Batin Ara
Sesampainya didepan gedung Apartmen milik mereka. Terlihat Alvin yang sedang diam dekat motor semabari bermain Hp.
" Owh jadi mereka tukeran kendaraan ceritanya" Batin Ara bermonolog
Satria dan Ara keluar dari mobil.
" Sorry, udah nunggu lama?"
Satria menghampiri Alvin. Ia menyerahkan kunci mobil milik Alvin. Begitu pula dengan Alvin yang menyerahkan kunci motor Satria.
" Gak juga" Jawab Alvin " Hai.." Sapa Alvin pada Ara.
Ara tidak menjawab sapaan Alvin. Ara mengembuskan nafasnya kasar lalu pergi begitu saja meninggaljan Alvin juga Satria
Alvin terlihat bingung, ia menatap kepergian Ara. Sampai punggung Ara tidak terlihat lagi
" Dia kenapa? " Tanya Alvin
Satria menghembusakan nafasnya kasar.
" Dia marah sama gue, karena kejadian dikantin juga karena gue minjem mobil lo"
Alvin mengerutkan keningnya, bingung. menatap Satria meminta jawaban.
" Huft. ia kesal karena sekaranf Fan's nya dion mulai mengganggunya" Alvin terkejut mendengar pernyataan Satria
" Jadi maksud lo sekarang dia mungkin jasi sasaran amukan penggemar Dion?" Satria pun mengaguk. "Dan sekarang kemungkinan dia juga bakalan jadi sasaran amukan siswi karena dekat sama gue" Satria memgagguk lagi
" ini benar - benar rumit"
maaf ya para readers setia aku. Maaf baru apdate. akunya lagi sibuk do dunia nyata. Hehehehe
terus dukung erus author dengan like, commen and Vote
Terima kasih untuk para readers setia aku yang menunggu uodate terbaru
__ADS_1