Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
siapa dia


__ADS_3

tiba saatnya satria berangkat ke kota B. di dalam kamar ara sedang membantu satria menyiapkan segala keperluannya. satria akan berangkat menggunakan mobil bersama kedua sahabatnya siang ini.


setelah sarapan bersama mereka pun bersiap berangkat. ada perasaan bersalah pada diri satria melihat ara mengantarkannya pergi. satria memasukan koper kecil ke dalam bagasi. teman temannya sudah duduk dalam mobil. di belakang kemudi ada alvin dan di kursi belakang ada dion. sedangkan satria akan duduk di depan samping alvin.


satri hendak masuk namun ia urungkan, melangkah menuju ara yang masih setia berdiri di depan pintu rumahnya


" beneran lo gak mau ikut?..."


" gak,, gue gak mau ikut malas nungguin orang kerja" satria mengangguk


" lagi pula ibu ngajak gue shopping and ke salon" ara terkikik saat mengatakan itu


satria pun tersenyum tanpa sadar.


" kalian udah nikah masa panggilannya lo gue, gak pantes!..." satria dan ara terkejut lalu melihat ke sumber suara


" ibu !!!" satria dan ara berbarengan


" ibu tau kalau kalian belum bisa panggil sayang atau panggilan lumrahnya suami istri tapi seridaknya panggil aku kamu gitu jangan lo gue"


satria dan ara tidak menjawab hanya tersenyum kaku pada ibunya. lisa yang melihat itu hanya menggeleng dan melangkah masuk kedalam rumah.


" woi..." satria dan ara melirik kearah dion


" udah belum acara perpisahannya,,, ya ela siang nih. macet nanti!! "sambung dion


ara menjulurkan lidahnya dan mengacungkan jari tengahnya kearah dion lalu masuk kedalam rumah. satria dan alvin tersenyum seraya menggelngkan kepalanya melihat kelakuan ara dan dion yang jika ketemu gak akur, selalu berdebat


" sialan,, istri lo noh" lalu duduk menyilangkan tangan di dada.


" kita berangkat sekarang " tanya alvin dan dianggukin satria " gak da yang ketinggalan" tanyanya lagi


" tidak"


merekapun berangkat


...----------------...


" ara..."


" masuk bu gak dikunci " saut ara dalam kamar


cklek....


lisa melihat ara sedang bersiap siap


" udah siap sayang..." tanya lisa


" udah bu, ayo..." ara bergelayut manja di tangan lisa dan mereka pun turun.

__ADS_1


sesampainya di bawah...


" bi mobil sudah siap"


" iya nyonya"


" saya berangkat dulu, kalau ada apa apa hubungi saya" bibi pun mengagguk


ara dan mertuanya lisa berangkat. didalam mobil meraka bercanda, tertawa sampai tidak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti. mereka langsung masuk kedalam mall. tujuannya adalah salon kecantikan. setelah hampir 2 jam mereka melakukan perawatan. mereka melanjutkan dengan shopping. ara di ajak ibu mertuanya masuk kedalam sebuah butik ternama.


" ada yang bisa saya bantu nyonya" sapa pelayan kepada lisa


" tolong perlihatkan koleksi terbaru di butik ini, untuk putri saya" sambil menunjuk ara dengan ekor matanya.


" baik, silahkan tunggu sebentar" pelayan itu pun pergi


lisa dan ara sedang duduk di sofa khusus tamu VIP di butik itu. lalu ada pelayan yang datang membawa secakir teh dan kue. ara meminta izin untuk berkeliling toko dan lisa mengizinkan.


dalam butik ada seseorang yang sedang memperhatikan ara.


" siapa dia, kenapa wajahnya serasa tidak asing" dia pun berfikir keras untuk mengingat wajah yang sedang ia perhatikan


" dia dia seperti ara!" dia terkejut membekap mulutnya dengan tangan dan menggeleng gelengkan kepalannya


" tidak mungkin"


" dia benar benar seperti ara, tapi penampilannya berbeda. apa dia merubah penampilannya?... lalu siapa wanita yang bersamanya, kelihatannya mereka sangat dekat. apa itu ibunya, tapi bukankah ara dari kalangan biasa. hanya orang orang kaya yang masuk kedalam butik ini. bahkan aku saja hanya bisa membeli sepotong baju yang harganya paling murah disini. siapa dia sebenarnya?...dilihat dari penampilannya dia bukan orang biasa. aku harus bisa melihatnya lebih dekat, apa dia benar ara atau hanya mirip" batinnya bermonolog


dia melangkah mendekati ara yang sedang memilih milih baju...


bruk...


gadis itu dengan sengaja menabrakan diri pada ara. dan mereka pun terjatuh..


" awww"


" aduh.."


mereka saling menatap


" perasaan aneh apa ini?... kenapa melihatnya aku merasa sakit, serasa sesak dadaku" ara memegang dadanya "kenapa tanganku gemetar" batin ara


" ternyata dia memang ara, penampilannya sudah berubah. tapi kelihatannya dia tidak mengenalku" batin gadis itu


"sayang kamu tidak apa apa" lisa berjongkok lalu membantu ara berdiri


" tidak apa apa bu" menepuk nepuk bajunya merasa kotor


" maaf saya tidak sengaja,,, saya tersandung" kata gadis itu

__ADS_1


" tidak masalah" jawab ara


" ayo sayang kita lihat baju untukmu" ajak lisa


ara mengagguk lalu pergi bersama lisa ketempat tadi. ara berjalan sambil bergelayut manja pada mertuanya


gadis itu tersenyum mengejek


" ternyata lo sangat beruntung ara, lo selamat. tapi lihat saja gue bakalan bikin hidup lo menderita" batinnya lalu pergi darisana.


selesai berbelanja ara dan lisa pergi ke cafe... ternyata disana sudah banyak ibu ibu sosialita yang menunggu lisa. mereka akan mengadakan arisan.


" hai jeng,,, maaf baru datang. tadi nemenin mantu belanja dulu" sapa lisa kepada teman teman arisannya


" owh yang jeng bawa ini mantu jeng" saut si A, dia melihat ara dari atas sampai bawah. ara hanya tersenyum canggung


" bukannya anak jeng itu masih SMA ya seumuran anak saya yang kedua, tapi kok udah nikah aja....apa jangan jangan udah hamil ya" timpal si B.


mendengar itu lisa meradang. sedangkan ara jangan ditanya betapa terkejutnya dia dituduh hamil diluar nikah.


" heh jeng kalau mulut itu di jaga ya, jangan asal nyeplak aja. menantu saya ini masih suci saat dinikahkan. lagi pula saya cepat cepat menikahkan anak saya karena takut dengan pergaulan anak jaman sekarang. memangnya anak jeng yang terkenal Casanova!..." lisa tersenyum menang


ibu ibu arisan itu berbisik bisik mencibir, sambil melihat si B. karena kesal dia pergi.


" gak apa apa kan sayang " lisa mengusap ngusap lengan ara


" tidak apa apa bu" ara tersenyum tulus


" jeng gak dikenalin nih mantunya" saut si C


" ah iya lupa,,, ini kenalkan mantu saya Tiara"


ara mencium tangan satu persatu ibu ibu sosialita itu sambil memperkenalkan diri


" kamu beruntung sekali lisa dapet mantu cantik gini, sopan lagi" kata si D dan dianggukin semuanya.


" iya aku memang beruntung" jawab lisa. lisa bahagia semua teman temannya memuji ara.


" ara ayo pesan makanan apapun yang kamu suka" lisa menyodorkan menu


" iya bu,,, ehmm ara duduk disana ya bu?" ara meminta izin untuk pindah meja dan lisa mengizinkan


ara sebenarnya risih dengan ibu ibu itu, pasti nantinya bakalan ngegibah. itu yang ara fikirkan sehingga dia menghindar dan memilih duduk sendiri.


ara melamun, memngingat kejadian beberapa saat yang lalu.


" kenapa tubuh ini bereaksi seperti tadi, apa yang sebenarnya terjadi. kenapa dada gue serasa sakit, sesak rasanya. siapa dia?"...


tbc...

__ADS_1


__ADS_2