
hanya butuh waktu 30 menit untuk ara dan satria sampai di mall terbesar di kota J. selama mereka di perjalanan menuju mall, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka.
" kita mau kemana?" tanya ara sambil menyamakan langkah lebar satria.
" ke toko perhiasan" jawabnya dingin tanpa melirik. "udah tau mau beli cincin tanya lagi mau kemana, bodoh!" batin satria
mendengar jawaban satria ,ara menjadi kesal. ia berhenti menghentak hentakan kakinya dan menggeram kesal.
" Astagfirullah hal'adzim" teriaknya tanpa sadar sambil mengusap mukanya. tanpa disadari ara menjadi pusat perhatian orang orang yang berada di mall tersebut.
satria yang merasa melangkah sendiri, menoleh kebelakang dan terkejut karena ara tidak ada di dekatnya. dia mencari ar yang ternyata tidak terlalu jauh tertinggal. senyumnya terukir ketika melihat kelakuan ara yang menjadikan dirinya sendiri bahan tontonan orang orang yang lewat.
" ternyata dia lucu juga kalo kesel" lalu melangkah ke arah ara dan menarik tangan ara lalu pergi.
ara terkejut saat dia di tarik oleh satria. ara setengah berlari menyamakan langkah satria yang menariknya. ara yang kesadarannya kembali kumpul mulai meronta.
" lepas!!....lepasin ich!...sakit tau!!"...satria yang mendengar rengekan calon istrinya berhenti dan menatap datar tanpa melepas tangan ara.
" salah lo lelet!..." beo satria
ara menatap tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"WTF.....dia bilang gue lelet.. dia kali yang jalannya kaya orang kesurupan!" batin ara
" segitu terpesona ya lo sama gue sampe memandang gue tanpa berkedip?"...
ara yang tersadar langsung melepaskan tangannya dari satria dengan satu tarikan.
" cih.. pede!" pergi mendahului satria.
lagi lagi senyum itu terukir di bibir satria. dia lalu menyusul ara dan mengajaknya ke toko perhiasan langganan ibunya. sesampainya di toko.
"ini toko perhiasanya?" tanya ara
" iya" melangkah masuk, ara mengekor
__ADS_1
" ternyata toko langganan mama sama ibu sama ya."
"ehmz" hanya dibalas deheman satria.
" ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan
" kami mencari cincin couple" satria menjawab
" mari ikut saya" pelayan mengajak ara dan satria ke bagian koleksi cincin dan ara juga satria hanya mengekor.
mereka sampai di deretan cincin yang sangat indah..
" ini semua model terbaru di toko kami" sambil menyodorkan beberapa model cincin
ara melihat beberapa model cincin yang di yang dibawa pelayan. tapi tidak ada yang menarik hatinya. dan satria melihat ekpresi ara pun tahu bahwa tidak ada yang diminatinya
" ada yang lain, saya ingin model edisi terbatas" katanya pada pelayan. mendengar kata kata satria,.ara melirik dan menatap satria
" apa dia tahu gak ada cincin yang gue suka,, ternyata dia peka juga" gummanya dalam hati lalu terseyum dan menglihkan pandangannya lagi pada cincin yang baru saja dibawYha pelayan.
"ini cincin edisi terbatas di toko kami"...
" pilihan anda sangat bagus nona, cincin yang anda pakai adalah sebuah karya seni dari pengrajin perhiasan dan dibuat dengan tangan. berliannya juga spesial dan hanya ada beberapa didunia dan itu adalah cincin paling mahal ditoko kami walau berliannya tidak terlalu besar" ara terkejut mendengar penjelasan pelayan dan langsung melepaskan cincinnya.
" tidak apa saya ambil" kata satria sambil memberikan black card nya. mendengar itu ara terkejut dan menoleh ke arah satria " apa, mau yang lain?" tapi ara buru buru menggeleng sebagai jawaban.
"GILA.....dia santai aja gitu ngabisin uang sampe puluhan miliyar....jiwa orang miskin kaya gue meronta ronta." batin ara.
tingkah laku ara menjadi perhatian satria
" apa yang ada di otak cetek lo" lalu menggeleng kan kepalanya.
" hah"... ara bengong (nyawanya belum kumpul readers, masih mode kaget...hahaha)
pelayan pun datang memberikan bagpaper kecil dan kartu black card satria. dan mereka pun keluar
__ADS_1
satria melangkah lebih dulu dan ara hanya mengekor
" kita mau kemana dulu" tanya ara
"makan, gue laper" tanpa menghentikan langkahnya atau sekedar melirik ara. lalu melangkah ke arah food court di mall tersebut. ara lagi lagi dibuat kesal satria. ara mencebikkan bibirnya dan mengumpat.
" ich nyesel gue tadi muji miji lo peka" guma ara pelan tapi masih bisa didengar satria. namun satria puru pura tidak mendengarnya. bibirnya tertarik sedikit, hanya sedikit.
" duduk disini..." lalu pergi meninggalkan ara untuk memesan makanan.
ara yang biasa dapat perlakuan romantis dari suaminya dulu langsung cengo mendapat perlakuan dari satria
" dasar nyebelin, maen nyelonong aja, emang dia aja yang laper gue juga kan haus pengen minum"...
tak berapa lama satria datang membawa nampan berisikan eskrim dan wafel untuk ara dan nasi goreng seafood untunya. beserta air mineral. satria menaruh semuanya di meja. sedangkan ara melihat ke arah lain. walau sadar satria sudah duduk di depannya. tapi ara tidak ingin melihat ke arah satria.
" makan!"...
" hah" ara bengong, dia tidak menyangka satria membelikannya es krim dan wafel juga air mineral.
" ini buat gue,," tanyanya
"emng ada orang lain di sini!" jawab satria sambil menyuapkan nasi ke mulutnya. ara mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan satria
" makasih ya minum sama es krimnya, gue emang haus" ara membuka air mineral dan meminumnya " lo kok tau gue gak pengen makan cuma pengen ngemil?" menyendokan es krim dan wafel ke mulutnya.
mendengar itu satria menaikan sebelah alisnya.
" kata mama lo dah makan" ara pun mengangguk , melanjutkan makan es krimnya.
setelah selesai makan, satria mengajak ara untuk pulang. saat berjalan di mall tiba tiba satria menarik ara dan memakaikan topi yang tadi ia pakai untuk menutupi wajah ara. dan menyuruh ara berada di belakangnya. ara bingung dengan tindakan satria tapi ara tidak melawan, hanya diam.
tak lama ada dua orang menghampiri satria. dua orang ini menatap curiga. terlebih mereka melihat ada seorang perempuan di belakang satria, tapi wajahnya tidak terlihat.
" sat, lo disini ,ngapain?" menatap penasaran pada orang dibelakang satria. melihat itu satria makin menyembunyikan ara di belakangnya.
__ADS_1
" menurut lo"
to be continued