Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
83


__ADS_3

Dion menyodorkan notebook nya pada Satria.


"Nih lo dengerin dulu. Kalau menurut gue udah segitu cukup"


Satria mengambil notebook yang disodorkan padanya dan memutar rekaman percakapan Satria dan Ang yang telah Dion edit


"Gue pastiin lo bakalan hancur, sehancur hancurnya. Gue bakalan bilang pada semua orang bahwa lo. Udah merenggut kesucian gue. Dan gue minta pertanggung jawaban lo"


"Jika lo bisa silahkan!"


"Hahaha. Gue bakalan lakuin apapun untuk menghancurkan lo"


"Termasuk memfitnah gue menodai lo"


"Iya!"


"Jadi lo mengakui bahwa lo memfitnah gue melecehkan dan menodai lo"


"Iya memang gue fitnah lo dan buat lo kaya penjahat!. Trus kenapa lo gak punya bukti bukan. Karena gue sudah menghilangkan bukti itu"


"Gue gak akan pernah jadi milik lo"


"Hahahahaha. Gue pastiin jika gue gak bisa dapetin lo, orang lain pun tidak akan pernah bisa!"


"Good job" Alvin mengacungkan dua jempolnya "Rencana kita berhasil"


"Siapa dulu dong" Dion menepuk dadanya "Dion gitu" Ucap Dion membanggakan dirinya


"Jangan senang dulu. Kita tidak tahu apakah ini akan membalikan keadaan atau tidak"


"Kita harus percaya, terlebih Dion sudah mendapatkan foto mereka dihotel" Alvin tersenyum sambil menaik turunkan alisnya


"Kamu dapat dari mana?" Tanya Satria pada Dion


"Itu gak penting, yang penting sekarang adalah kita bisa membalikan keadaan"


"Semoga"


Ting

__ADS_1


Handphone Alvin berbunyi, ia langsung mengambil dan membuka pesan yang masuk ke handphone nya. kedua sudut bibirnya tertarik, membuat Sebuah lengkungan yang indah dipandang mata.


"Kenapa lo senyam senyum kaya orang gila" Dion bergidik ngeri melihat tingkah Alvin


"Kalian mau tahu, kenapa si Angel masuk rumah sakit?" Satria dan Dion menatap Alvin dengan penasaran. "Dia... Hamil!"


Satria dan Dion terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Alvin


"WHAT!!." Teriak Dion saking terkejutnya.


"Dan kata anak buah gue, Renaldi juga ada disana sekarang"


"Gue tahu. Semoga dia tidak membuat masalah yang akan menghancurkannya. semoga dia memilih pilihan yang tepat" Ucap Satria


Dion dan Alvin mengerutkan keningnya menatap Satria. Mereka bingung dengan apa yang Satria ucapkan barusan.


"Ada yang lo sembunyiin dari kita?" Tanya Alvin


"Iya bener"


"Memangnya apa yang gue sembunyiin dari kalian" Jawab Satria santai


"Nah itu barusan, lo bilang apa. Pake bilang semoga dia memilih pilihan yang tepat" Satria tidak menjawab dia hanya diam


"Tadi itu tidak ada pembicaraan yang serius. Dia datang hanya untuk melampiaskan amarahnya"


"Gak mungkin cuma kaya gitu doank" Dion duduk menyilangkan tangannya didada menatap Satria


Satria menghela nafas" Iya itu memang yang terjadi. Lalu gue harus bilang apa" Alvin memandang Satria curiga " Jangan memandang gue kaya gitu"


"Ya abis lo mencurigakan. Bener gak" Alvin meminta dukungan dari Dion


"Iya bener itu. Lo mencurigakan" Dion memicingkan matanya menatap Satria


"Terserah kalian" Setelah mengatakan itu Satria beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur mengambil air minum.


"Woi tuan rumah kita kehausan" Teriak Dion


Satria menggelengkan kepalanya. Lalu ia mengambil minuman kaleng dan makanan ringan untuk kedua sahabatnya.

__ADS_1


...----------------...


Disisi lain dikediaman Aditama. Ara sedang duduk dipinggir kolam renang dengan kaki masuk kedalam air.


"Kenapa dari kemarin Satria aneh. Bicaranya pun juga aneh. Apa dia menyembunyikan sesuatu dariku" Ara bermonolog


Ia menatap pantulan dirinya diatas kolam. "Dia selalu mengatakan bahea aku harus percaya padanya. Apa sebenarnya yang sedang dia rencanakan"


Ara menatap lurus kedepan, beberapa kali ia menghela nafas dan tingkah lakunya diperhatikan oleh Lisa mertuanya. Lisa melangkah menghampiri Ara. Ia membungkukkan badannya dan mengusap punggung Ara. Ara yang sedang sibuk dengan fikirannya kaget, ada yang mengusap punggungnya. Ia terlonjak dan langsung memutar melihat kebelakang siapa yang kiranya menyetuh punggungnya.


"Ahhh Ibu bikin kaget aja" Ara mengusap dadanya lega


Lisa ikut duduk disamping Ara dengan posisi memeluk lutut "Kamu kenapa?. Dari tadi Ibu perhatiin melamun saja." Ara hanya menanggapinya dengan senyum


"Ada masalah dengan Satria?" Tanya Lisa lagi


Ara menggeleng "Tidak Bu. Ara tidak ada masalah. Hanya merasa sepi saja" Jawab Ara lalu ia memaksakan senyumnya


"Jangan memaksakan untuk tersenyum jika hati kita sangat tidak ingin untuk tersenyum. Ara boleh melakukan itu didepan orang lain tapi jangan didepan Ibu. Karena Ibu tahu kamu sedang tidak baik-baik saja" Ara hanya diam mendengar mertuanya. Tatapannya menjadi sendu


Lisa merasa iba pada menantunya. Ia juga sering merasakan hal demikian karena kesibukan suaminya. Dan sekarang ia melihat menantunya merasakan hal yang sama karena Putranya sedang sibuk membantu suaminya mempertahankan perusahaan dan membersihkan nama baiknya.


Lisa memeluk Ara "Nak, kamu harus sabar dan mengerti. Karena Satria sekarang sedang sibuk mencari bukti untuk membersihkan namanya"


"Ara tahu Bu. Ara merasa tidak berguna. Ara tidak bisa berbuat apa-apa" Ucapnya sedih


"Jangan berkata seperti itu. Ibu yakin Satria akan sedih mendengarnya. Dengan adanya dirimu disamping Satria, memberinya semangat dan dukungan menghadapi masalah ini. Kamu sudah sangat membantunya Nak. Satria hanya perlu kamu ada disisinya dan percaya padanya apapun yang terjadi Nak"


"Iya Bu" Jawab Ara


Lisa melepaskan pelukannya dan tersenyum pada menantunya. Ia mengusap pipi Ara dengan sayang.


"Ayo kita kedapur saja. Kita buat sesuatu untuk anak itu" Ajak Lisa untuk mengalihkan fikiran Ara


" Iya Bu. Ayo kita buat sesuatu yang segar" Ara tersenyum senang


Terkadang kalau lagi gak ada mood buat menulis aku selalu baca komenan readers. Aku jadi langsung semangat lagi buat menulisnya. Membaca komenan kalian semua juga menjadi kesenangan tersendiri untuk ku. So teruslah menulis komentar kalian. Tapi jangan buat author yang lemah ini down ya. Hehehe 😊


thanks buat readers yang udah dukung aku dan menghargai karya aku yang masih jauh dari kata bagus😩.

__ADS_1


semoga kedepannya aku bisa menulis lebih baik lagi


Semangat.💪💪


__ADS_2