
Satria buru-buru keluar setelah rekapitulasi suara selesai.
" Satria!" Langkah Satria terhenti mendengar Alvin memanggilnya. Alvin melangkah mendekati Satria
" Lo mau kemana buru-buru pergi?." Tanya Alvin
" gue di tung.." Ucapan Satria terhenti
" Woi jangan tinggalin gue!" Teriak Dion sambil berlari menghampiri Satria dan Alvin.
" Kalian tega banget ninggalin gue" Rengek Dion
" Siapa juga yang ninggalin lo" Jawab Alvin.
" Ara dimobil sendiri" Ucap Satria pelan
" Lo gila emang!"
" Lo bisa gak nada suara lo kecil. Gak usah teriak, nanti ketahuan dia" Menunjuk Satria dengan dagunya
" Sorry sorry" Ucap Dion memelas
" Gue cabut dulu" Setelah mengucapkan itu Satria pergi tanpa mendengar jawaban Alvin atau Dion.
" Eh dia maen pergi gitu aja" Kesal Dion
" Biarin aja lah, kasian dia kwhatir sama pacarnya" Jawab Alvin agak keras saat dia melihat Angel bersembunyi dibelakang tembok, supaya Angel mendengarnya.
Dion mengerutkan keningnya mendengar jawaban Alvin. Alvin yang mengerti Arti tatapan Dion mengetik sesuatu di HP nya lalu memberikannya pada Dion
Ada Angel sedang bersembunyi dibalik tembok
Dion mengagguk dan malah menambah memanasi seseorang yang sedang bersembunyi.
"Baru pertama kali seumur hidup gue kenal Satria. Liat dia kaya gitu" Ucap Dion
" Itu namanya cinta" Alvin menimpali
" Dia bucin banget sama ceweknya" Dan dianggukin Alvin
" Semoga hubungan mereka langgeng " Doa Alvin untuk pasutri muda itu
" Gue dukung terus hubungan mereka. Siapa pun yang berusaha buat hancur hubungan mereka, bakalan berhadapan sama gue." Ucap Dion bersungguh-sungguh
" Siapapun itu gue bakalan ngehancurin mereka!" Ucap Alvin menimpali
__ADS_1
" Cabut yuk ach. Kita ke kafe gimana?. Laper gue"
" Makanan aja yang ada di otak lo!. Ayo"
Mereka berdua pergi dengan rasa puas. Sementara itu Angel yang mendengarkan percakapan Dion dan Alvin terduduk lemas lalu menangis dalam diam
" Sesulit itu kah aku menggapai mu" Batin Angel
Di sisi lain Satria baru sampai diparkiran. Ia tersenyum berjalan menuju mobilnya. Sesampainya didepan mobil. Tangan Satria terangkat akan membuka pintu namun diurungkannya saat seseorang memanggil namanya.
" Satria" Panggilnya manja.
Satria menatap tak percaya pada gadis didepannya. Disaat yang bersamaan Ara terbangun dari tidurnya.
" Dih ngapain dia disitu?" Gumma Ara pelan
" Kamu mau pulang sekarang?" Tanya Susan. Namun Satria tidak menjawab, hanya diam dengan ekspresi datar.
" Kasian banget dia dicuekin" Ucap Ara
" Aku boleh ikut?. Sepertinya kita searah"
" Tidak" Jawab Satria dingin
" Tapi kenapa?" Ekspresi Susan dibuat semenyedihkan mungkin dan itu membuat Satria jijik.
"Gue gak suka cewek kaya lo duduk disebelah gue!" Susan terkejut dengan ucapan Satria
Satria lalu berbalik membuka pintu mobil. Ara secepat kilat menutupi tubuhnya dengan hodie milik Satria yang selalu Satria bawa. Satria masuk dan pergi dari sekolah. Untung saja Susan tidak melihat Ara ada didalam mobil.
Melihat mobil Satria melaju pergi meninggalkannya. Susan kesal, ia menghentak-hentakkan kakinya.
" Awas aja lo, Gue bakalan dapetin lo bahkan dengan cara kotor sekalipun!" Lalu Susan pergi
Dari jauh Dion dan Alvin melihat kejadian itu. Mereka berfikir harus mengawasi satu lagi ancaman untuk hubungan Satria dan Ara.
Didalam mobil Ara tertawa mengingat kejadian diparkiran sekolah. Satria menggelengkan kepalanya melihat Ara menertawakan Susan, tanpa menanggapinya.
" Hahaha. Gila banget ya itu cewek. Dia pindah kesekolah kita, pasti karena aku." Satria melirik Ara sekilas lalu fokus kembali mengemudi " Apa dia belum puas ngehancurin aku" Ucap Ara pelan
Mendengar itu Satria mengerem mobilnya tiba-tiba.
Ckitt...
Ara terhunyung kedepan, hampir menabrak dashboard mobil. Untung tangan Satria sigap menghalangi kepala Ara.
__ADS_1
" Kamu kenapa ngerem ngedadak kaya gitu. Aku masih pengen hidup tahu!" Omel Ara
Satria memandang Ara dengan tatapan yang tidak bisa diaratikan. Lalu pandangan mereka bertemu. Meraka saling menatap sampai suara klakson dari mobil dibelakang Satria berbunyi.
Tin...Tin...Tin..
Mendengar suara klakson yang saling bersautan akhirnya Satria menjalankan mobilnya kembali.
" Kamu ingat apa yang dilakukan dia padamu?" Ara melirik Satria sebentar, lalu menghembuskan nafasnya kasar.
" Aku tidak ingat, hanya saja tubuhku selalu bereaksi berlebihan" Ucap Ara
" Maksudnya?" Satria tidak paham dengan ucapan Ara
" Awalnya aku tidak tahu kalau dia mantan sahabatku" Ara menjeda ucapannya. Satria hanya diam menyimak apa yang akan Ara ucapkan
" Pertama kali masuk kekamar ku setelah pulang dari Rumah Sakit. Aku melihat sebuah bingkai foto, namun aku tidak terlalu memperhatikannya. Keesokan harinya foto itu sudah tidak ada. Mungkin Mama menyembunyikannya. Aku juga tahu bahwa aku melakukan percobaan bunuh diri dengan terjun dari atap gedung dan itu alasanya karena Sahabatku, Mama yang cerita. Namun aku merasa aneh, karena tidak mungkin kalau aku melakukan hal itu. Aku pun tidak mengerti. Aku bertemu dengannya sudah dua kali sebelum aku mengetahui siapa dia."
" Kapan kamu betemu dengannya, dia tidak melakukan apapun padamu?"
" Pertama kali aku bertemu dengannya saat aku dan Ibu pergi ke mall. Waktu kamu pergi ke kota B. Perasan yang aneh menghinggapiku saat itu. Aku merasa tidak nyaman, ada rasa kesal, marah, sedih dan kecewa menjadi satu. Tubuhku gemetar dan dadaku sesak. Aku bingung sendiri Awalnya. Yang kedua itu waktu kita datang ke acara perusahaan rekan bisnis Papa dan Ayah. Dia menghampiri ku saat kamu pergi ketoilet. Aku pun merasakan perasaan yang sama saat pertama kali bertemu dengannya. Dia tidak melakukan apapun saat itu, dia hanya memperhatikanku"
" Kapan kamu tahu siapa dia?"
" Saat kita menginap dirumah Mama. Saat kamu melihat bingkai foto itu dan aku pun melihat foto itu. Aku teringat gadis yang kutemui di mall dan di pesta"
" Sepertinya memang benar, dia sedang mengincar mu. Apa ada sesuatu belakangan ini?" Ara menggeleng lalu Ara membulatkan matanya dan melirik Satria
" Kamu tahu kejadian itu?"
" Ya aku tahu, aku tidak mungkin menikahi seorang perempuan tanpa tahu siapa dia"
" Jadi kamu menyelidiki aku?" Satria mengagguk.
"Daebak" Ucap Ara kaget " Serem juga ternyata suami aku. Hahaha" Ara tertawa lalu seketika terdiam
Satria merasa aneh karena Ara tiba-tiba berhenti tertawa dan terdiam. Satria melirik Ara lalu mengikuti arah pandangan Ara. Satria melihat seorang murid laki-laki sedang duduk dihalte bis sembari mendengarkan musik.
" Kamu mengenalnya?" Tanya Satria yang kembali fokus menyetir
" Aku tidak ingat, hanya aku merasakan perasaan yang sama saat aku bertemu dengan Susan waktu itu" Jawab Ara pelan. Satria melihat tatapan Ara menjadi sendu.
" Apa dia itu mantan Ara?. Laki-laki yang menghianatinya?" Batin Ara dan Satria
Dukung terus author dengan like, comment dan vote. Juga tambahkan kedaftar favourite kamu
__ADS_1