Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
fitting baju


__ADS_3

drtt..drtt...drtt..


satria merogoh HP nya didalam saku. dia melihat ibunya yang memanggil langsung di angkat.


" Assalamualaikum bu, ada apa?"....


" Waalaikumussalam satria kamu dimana sekarang?"...


" satria masih di sekolah bu, lagi makan di kantin"...


"kalau sudah selesai urusan disekolahnya, cepetan pulang, jemput calon menantu ibu. kita akan fitting baju"


" kenapa tidak bareng ibu saja, nanti satria nyusul"


" kamu calon suaminya, jadi kamu yang jemput"


" baik bu" dan sambungan telepon pun terputus.


dion dan alvin hanya menatap satria penuh tanya.


" ada apa?" tanya alvin sembari melanjutkan makannya yang sempat terhenti


" ibu suruh gue jemput tuh anak buat fitting baju" bisiknya pada alvin yang duduk disebelahnya.


uhukk...uhukkk


alvin tersedak saking terkejutnya. satria menyodorkan air mineral dan langsung di minum alvin


" kalian tuh gak anggap gue ada,,,bisik bisik gak ngajak ngajak" sarkas dion cmberut


" sini gue bisikin" dion pun mendekati alvin.


" satria mau jemput calon istrinya buat fitting baju" alvin berbisik


" WHAT!!!" dion langsung berdiri dan berteriak membuat mereka jadi pusat perhatian


satria menatap dion tajam. yang di tatap cuma cengir kuda.


" sorry...gue kaget" menggaruk tengkuknya yang tak gatal lalu kembali duduk.


" iya sat, kita tuh masih gak percaya aja. ya walaupun sudah tau tapi tetap aja ngedengernya kaget" dan langsung di anggukin dion


" eh bentar lagi sahabat kita ni mau belah duren" sambil berbisik supaya tidak ada yang dengar. seketika satria menatap tajam kedua sahabatnya. namun mereka malah tertawa melihat tatapan satria.


...****************...


tak... tak...tak...


ara menuruni tangga, lalu menuju ke arah meja makan. sesampainya di meja makan ara terdiam. datanglah seorang pelayan yang usianya tidak jauh beda dengannya

__ADS_1


" non membutuhkan sesuatu atau mau makan siang, biar nanti saya siapkan"


" ach tidak usah kak biar aku saja" ara pun melangkah ke arah dapur.


ara membuka kulkas lalu mengambil pokcoy, telur, nori, jamur, daun bawang, cabe rawit dan daging sapi. lalu ia mencari mie instan, bawang putih dan bawang merah


" nona mau bikin apa, biar saya bantu" lalu mendekati ara dan bersiap membantunya tapi ara menolak.


" tidak usah kak meli, biar aku saja. kak meli boleh mengerjakan yang lain. aku tidak apa apa" meli pun mengangguk


" saja tidak punya pekerjaan lain, semua sudah selesai. saya mau menemaninjona saja" ara pun tersenyum lalu menggaguk


ara memcuci semua bahan yang ia siapkan kecuali nori dan mie instan. lalu mengiris ngirisnya. ara menyiapkan air dalam panci diamkan sampai mendidih... lalu masukan daging, setelah matang masukan mie, lalu sayuran, cabe rawit dan terkhir bumbunya. ara menumis bawang merah dan bawang putih lalu di masukan kedalam panci. terakhir ara masukan telur. setelah matang ara sajikan di mangkuk, lalu tambahkan nori yang sudah di remas. aromanya memnggugah selera siapapun yang menciumnya, bahkan meli yang melihatnya pun langsung menelan salivanya.


" dah jadi,,,ehmm aromanya enak banget" pas ara mau makan hanphone ara berbunyi


drtt...drtt..drtt...


ara langsung mengakatnya setelah melihat nama mamanya yang tertera di layar HP nya.


" Asslamualaikum ma"


" waalaikumussalam, ara satria sampai dirumah?...tadi kata ibu mertua mu dia sudah berangkat.."


" belum mah nanti sebentar lagi"


" ya sudah, mama tutup dulu, Assalamualaikum"


panggilan pun berakhir, ara melanjutkan makannya. saat ara mau menyuakan mie kedalam mulutnya, satria datang.


" ehmzz" satria berdehem lalu duduk depan ara


" ada aja gangguannya mau makan juga" batin ara " gue makan dulu ya laper soalnya" dan di anggukin satria


melihat ara makan mie satria terus terusan menelan salivanya..


" kaya enak banget tuh mie, ngiler gue" batin satria. pada akhirnya satria pun tak tahan. " lo gak nawarin gue gitu" tanyanya datar


" hah" ara langsung cengo " sorry...lo mau?" dan hanya dibalas deheman oleh satria


" ehmz gimana ya ini tinggal setengah, gue masih laper pula. bikin lama lagi" beo ara


" ya udah deh itu buat gue aja, gue juga laper..." satria langsung mengambil mangkuk dan sendok serta garpu yang sedang di pegang ara.


ara yang melihat kelakuan satria hanya bengong. saat satria mau menyuapkan mie nya baru ara sadar


" eh itu sendok bekas gue" teriaknya


"berisik lo,,, ini semua juga bekas lo" dan akhirnya ara diam dengan wajah cemberut.

__ADS_1


melihat itu satria menjadi merasa bersalah


"kalau lo masih laper, kita nanti makan lagi diluar. anggap aja kencan pertama kita. sekarang lagi ngeganjal perut dulu. " ara pun cengo mendengar perkataan satria.


" kencan katanya?...ada ya yang ngajak kencan kaya ngajak gelud" batin ara bermonolog


satria akhirnya memakan mie sisa ara. satria terkejut,tapi mencoba terlihat biasa. ternyata rasanya seenak aromanya. satria pun memakannya dengan lahap. sensasi pedas gurih memanjakan lidahnya. keringat pun bercucuraan di dahi satria. ara menyodorkan air minu. ketika melihat satria kepedasan. satria pun langsung meneguknya. dan mie pun habis tak bersisa.


satria pun beranjak dari duduknya. dan mengajak ara pergi.


" ayo berangkat, kita fitting baju trus pulangnya kita jalan jalan. terserah lo mau kemana" ara lalu berdiri.


" lo janji ya abis fitting jalan jalan" dan dianggukin satria " awas boong lo"


" gak bohong gue, janji" satria meyakinkan


" ya udah gue ke atas dulu ngambil tas" ara pun pergi kekamarnya mengambil tas dan turun lagi ke bawah. menghampiri satria dan akhirnya mereka berangkat ke butik


dalam perjalanan tak ada seorangpun yang berbicara, hening. sampai akhirnya mereka sudah ada didepan butik.


" ayo turun " satria melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobil. begitu juga dengan ara.


di dalam butik sudah ada devina mama ara dan juga lisa ibu satria.


" kenapa kalian lama sekali" tanya lisa, karena seharusnya mereka sampai 20 menit yang lalu


" macet bu" satria memjawab dan ara hanya tersenyum canggung.


" ayo ara kamu coba dulu bajunya" perintah devina pada ara


ara hanya menurut saat pelayan membawa ara ke ruang ganti


" nyonya, tuan, nona ara sudah berganti pakaian" kata pelayan


lalu semua mata tertuju pada ara, satria sampai terbengong melihat ara. ara begitu cantik dengan kebaya warna gading, dengan leher berbentuk v line dan bertabur permata. bagian ekor kebaya panjang sampai menyentuh lantai. dipadukan dengan kain batik warna gold. kebayanya sangat pas dibadan ara. modelnya terlihat sederhana namun elegan.


ara merasa malu di tatap seperti itu oleh satria. sedangkan kedua ibu ibu itu tersenyum melihat kelakuan pasangan ini


"cantik" batin satria


" cantik ya anak mama" dan di anggukin satria tanpa melepas pandangannya. ara semakin malu dibuatnya


" ngicep satria!" lisa berkata sambil menepuk pundak satria.


satria pun tersadar, tersenyum sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal


maaf bila kata katanya terlihat rancu atau aneh...saya baru pertama kali menulis novel


dukung author dengan like, komen, vote dan tambahkan ke daftar favorit kamu

__ADS_1


terima kasih sudah baca


__ADS_2