Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
104


__ADS_3

i am come back....😄😄😄


maaf yang sudah nunggu up novel saya yang sangat lama..hihihi


selamat membaca guy


Heru menatap daftar nama lima orang yang tercetak didepan matanya. Dari kelima orang itu adalah empat orang yang menurut Dion adalah orang yang sangat keterlaluan memberikan komentar jahat pada Ara. Sedangkan yang satunya lagi adalah perempuan yang memposting dan memfitnah Ara.


"Kalian akan mendapatkan pelajaran berharga" Gumma Heru


"Margaretha Sudirjo. Keluarga Sudirjo kalian akan merasakan apa yang menantu ku rasakan"


Keesokan harinya ada berita heboh yang disiarkan oleh seluruh stasiun televisi. Seorang anak dari pengusaha ditangkap polisi karena melakukan transaksi jual beli narkoba. Dan kepala keluarga Sudirjo yaitu Bayu Sudirjo ditangkap atas tuduhan pencucian uang digaleri seni yang dikelolanya.


Satria tersenyum saat ia membaca berita yang sedang heboh sekarang. Menggeser berita negatif tentang ia dan Ara. Saat ini Satria sedang duduk diruang keluarga menemani Ara yang sedang menonton drama Korea kesukaannya. Satria mengirim pesan pada Ayahnya Heru.


Bagaimana dengan ketiga orang sisanya?


Ting


Pesan Satria langsung dibalas oleh Heru


Tenang saja. ketiga orang itu, perusahaan keluarga mereka bekerja sama dengan perusahaan Ayah dan Papa mu. Kami berencana untuk membatalkan dan menarik investasi di perusahaannya.


Satria menyimpan handphonenya setelah membaca pesan dari sang Ayah. Ia menatap Ara dengan intens, namun yang ditatap malah sibuk dengan drama yang ditontonnya.


"Ra" Panggil Satria


Ara berbalik melihat Satria "Apa?"


"Bosen gak dirumah terus?" Tanya Satria yang dijawab anggukan oleh Ara.


"Aku juga mau sekolah, ketemu Alia dan yang lainnya." Ucap Ara sendu "Gak apa apa kan sekolah juga, gak bakalan sampai kenapa kenapa dengan kandungan ku"


Tangan Satria terulur mengusap pipi Ara lalu turun ke perut Ara yang sedang bersemayam buah hati mereka.

__ADS_1


"Ada satu hal yang mau aku kasih tahu" Ucap Satria


"Apa?" Tanya Ara penasaran


Ara mematikan televisinya dan balik menatap Satria. Menunggu Satria menyampaikan sesuatu entah apa itu.


"Tapi kamu harus tenang jangan sedih" Ara mengerutkan keningnya bingung


"Apaan sih. Cepetan bilang jangan bikin orang penasaran deh"


"Ok. Tapi janji ya jangan terbawa emosi. Gak baik buat kamu dab anak kita" Ara mengagguk mantap


Satria menghela nafas panjang. Akhirnya ia pun menceritakan permasalahan yang menimpa mereka. Satria menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat. Ia tidak ingin menyembunyikan sesuatu dari Ara. Ara merasa sedih mendengar cerita Satria tentang apa yang sebenarnya terjadi. Matanya mulai berkaca-kaca, menahan rasa sakit yang timbul. Entah kenapa ia merasa sangat sakit mendengarnya. Mungkin karena ia sedang hamil fikirnya. Karena kalau ia dalam keadaan normal, ia tidak akan sesakit ini. Melihat itu Satria langsung memeluk Ara dan menenangkannya. Membuat Ara tidak kuasa menahan air mata yang sudah membendung dan akhirnya menetes.


"Sehina itu kah diriku Dimata mereka" Ucap Ara pelan yang hanya bisa didengar oleh Satria


"Kamu itu berlian, walaupun tertutup oleh lumpur kamu tetap berlian. Mereka itu yang buta karena tidak bisa melihatnya. Dan sebentar lagi mereka akan tahu bahwa kamu adalah berlian yang sangat aku jaga" Ucap Satria tulus


Ara melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya dengan kasar. Ara mengerucutkan bibirnya dan mengerutkan keningnya.


Satria kaget, namun ia cepat merubah ekspresi wajahnya. "Iya aku menyembunyikannya" Jawabannya datar


"Dimana handphonenya. Kembalikan!" Bentak Ara


Satria tersentak "Barusan dia nangis sedih bukan. Sekarang seperti singa yang lagi ngamuk. Ibu hamil memang amazing" Batin Satria


"Ada nanti aku kembalikan" Ucap Satria santai


"Sekarang!"


"Ra. Aku belum selesai bicara tolong dengarkan" Ucap Satria serius. " Sabar Sat Ara lagi hamil anak lo" Ucap Satria dalam hati


"Maaf"Ucap Ara pelan


Satria menghela nafasnya " Dengarkan aku. Besok kita akan mengadakan konferensi pers"

__ADS_1


"Konferensi pers?" Ara mengulang ucapan Satria


Satria mengagguk" Iya"


"Tapi kenapa? Untuk apa?" Tanya Ara penasaran


"Untuk mengungkapkan identitas istri ku" Jawab Satria lembut


"Bisakah aku tetap menutupi identitas ku?" Pinta Ara


"Maaf sayang kali ini kita memang harus mengungkapkan identitas mu dan hubungan kita. Demi keamanan mu dan anak kita" Satria menarik Ara kedalam pelukannya


"Aku hanya ingin sekolah dengan tenang tanpa embel-embel Wiguna" Ucap Ara sendu


Menjadi terkenal atau dikenal banyak orang bagi Ara mungkin akan sangat merepotkan karena disetiap langkah akan selalu ada mata yang mengawasi.


"Itu demi kebaikan mu. Jika identitas dan hubungan kita terungkap. Kamu tidak akan dihina sebagai wanita yang tidak baik karena menggoda ku dan hamil diluar nikah" Ucap Satria kesal karena mengingat penghinaan yang ditujukan pada istrinya.


"Kamu marah" Ara mendongkrak kan kepalanya melihat wajah Satria


"Tidak, aku hanya kesal mengingat penghinaan yang ditujukan pada Mu" Satria menatap Ara "Dengar, mungkin dirimu merasa baik-baik saja tapi kami yang mendengarnya merasa sakit. Setidaknya fikirkanlah kami yang sangat menyayangi mu"


Ara terdiam sejenak. Mungkin dirinya kini baik-baik saja karena hanya melihat komentar jahat dimedia sosial. Namun ia ragu bila ia berhadapan langsung dengan mereka yang membenci dirinya karena berada disamping Satria. Bahkan sekarang ia hamil anaknya akan baik-baik saja. Mungkin ia tidak tahan dan malah stres yang berakibat pada kandungnya.


"Baiklah, aku akan menuruti keinginan kalian" Ara tersenyum pada suaminya


"I love you" Ucap Satria


"I love you too my husband" Balas Ara


Satria mengecup kening Ara " Kamu segalanya" Ucap Satria pelan yang membuat Ara tersenyum


"Beli bakso yuk. Enak kayaknya" Ucap Ara sambil membayangkan memakan bakso denga sambal dan perasaan jeruk purut. Gurih, asam dan pedas yang membuat Ara meneteskan air liurnya.


"Hah"....

__ADS_1


__ADS_2