Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
pasrah


__ADS_3

Satria POV


sekarang udah jam 08.15 WIB dan gue masih tiduran diranjang. hari ini gue bakalan ketemu sama cewek itu, malas gue . mending tiduran aja, bobo siang atau main sama kunyuk kunyuk. tapi apa daya gue gak bisa nolak permintaan ortu yang gue sayang.


akhirnya gue beranjak dari zona nyaman gue dan mandi. setelah gue selesai dan keluat dari kamar mandi, gue liat ada setelan jas semi formal warna navy di atas tempat tidur.


" pasti ibu yang nyiapin ini "gue berguma pelan.


mau tidak mau gue harus pakai baju yang udah ibu siapkan. setelah siap gue gak langsung turun ke bawah tapi asik main handphone aja di kamar....setelah beberapa lama ada yang mengetuk pintu kamar gue


tok...


tok...


tok....


gue melangkah membuka pintu kamar. Dan dipastikan itu ibu yang ngetuk pintu...


cklek....


nah bener dugaan gue...


"udah siap nak, ayo turun bentar lagi kita akan berangkat"


"iya bu" ibu tersenyum manis, senyum yang selalu buat gue tenang dan bahagia saat melihatnya


gue turun bersama ibu, gue liat di bawah udah pada siap. bibi dan si mamang ikut buat bawa " seserahan" kata ibu ini acara lamaran walau hanya keluarga antara keluarga inti.


saat melihatku turun ayah berkata


" sat udah siap kan, kalau udah siap kita berangkat sekarang. takut macet" katanya, gue hannya mengagguk tanda setuju. pasrah gue


" ya udah ayo berangkat,," ibu menoleh ke arah bibi " bi barang barang bawaannya udah di masukin ke mobil semua?" bibi pun mengangguk

__ADS_1


akhirnya kita semua berangkat, gue duduk di depan ama supir, sedangkan ortu di belakanh berdua. sepanjang jalan gue hanya diam, melihat ke luar jendela sampai gak kerasa udah sampai depan rumah calon istri gue


huft....


gue menghela napas saat mau keluar. saat gue keluar dari mobil, gue liat ada dua orang yang nyambut kedatangan kita. gue yakin mereka sahabat ortu dan calon mertua gue.


" Asslamualaikum" saut kami berbarengan.


" waalaikumussalam" jawab mereka.


mereka saling berpelukan dan saling bertanya kabar. lalu


" ini calon mantu aku lis,,, ganteng banget ya ...pasti anak aku kelepek kelepek" kata calon ibu mertua gue. gue cuma senyum aja nanggepinnya.


" iya ini satria tante, om" kataku sambil menyalami calon mertua


"jangan tante donk, mama gitu. kan bentar lagi jadi mantu mama" dan semua orang yang mendengar tertawa kecuali gue


" ina, ini sedikit bingkisan buat calon mantu" kata ibu dan diterima calon mertua gue


"terima kasih ya lis,, jadi ngerepotin" katanya


" tidak apa apa" jawab ibu


kita akhirnya masuk ke dalam rumah, dan duduk di ruang tamu yang hampir sama luasnya dengan yang di rumah. kita duduk dan tidak lama pelayan datang bawa makanan dan minuman, ayah, ibu dan calon papa mertua berbincang bincang. sedangkan mama mertua gue pergi buat manggil putrinya, calon istri gua. kalo kalian tanya gue lagi ngapain, gue sibuk sama gadget gue.


dan akhirnya suara deheman ayah mengalihkan geu dari gedget dan meliriknya. Apa?...itu yang aku katakan lewat tatapan gue


"nah sekarang semuanya sudah berkumpul" kata calon mertua gue,


seketika itu gue menoleh ke sumber suara dan menatap seseorang yang diampit oleh calon mertua.


" satria gadis didepanmu itu Tiara, calon istrimu" kata ibu. gue hanya diam dan menatap cwe yang ada di depan gue dan sepertinya dia juga sama.

__ADS_1


" ara itu calon suami kamu, satria " kata mama mertua


gue liat dia dari atas sampai bawah, tidak buruk, lumayan...


...----------------...


" ayo udah tatap tatpannya" nyonya devina berkata memecah keheningan yang terjadi karena dua sejoli yang saling menatap dan larut dengan fikirannya masing masing


"ayo kita makan siang dulu, lanjut berbincangnya nanti"


setelah selesai makan siang, semua orang kembali berkumpul membicarakan rencana pernikahan. yang berbincang hanya kedua orang tua calon mempelai. sedangkan ara dan satria hanya sesekali menaggapi.


" bagaiman kalau acara akad nya kita laksanakan sesudah pembagian rapot" pak bambang berkata. dan seketika pasangan yang dijodohkan membulatkan matanya , terkejut dan itu melirik ke arah suara walau sebenarnya ara sudah tau tapi tetap ia terkejut juga walau tidak seterkejut satria.


" ide bagus bam, jadi liburan semester meraka bisa buat bulan madu" jawab heri dan tawa semua orang pecah kecuali, ya kalian pasti tau siapa. ara menggerucutkan bibirnya. dan satria mencebik


" iya betul itu , ide bagus" timpa lisa


" berarti dua minggu lagi ya" jawab devina


satria menghela nafas. lalu mengungkapkan keinginannya sampai semua orang terdiam karena kata katanya.


" apa tidak terlalu cepat, kenapa tidak tunangan dulu saja. kami masih SMA, jika kalian masih ingat. kami juga belum mengal satu sama lain. kenapa tidak menikahkan kami saat kami sudah lulus SMA setidaknya..."


" aku setuju" ara menjawab


kedua orang tua sejoli itu saling lirik. dan akhirnya menghela nafas mendengar keinginan anak anaknya


" satria, ara, kami sudah sepakat. dan tidak ada bantahan." kata Heri


ara dan satria menghela nafas mereka , pasrah itu yang ada dalam fikiran mereka.


dan setelah lama berbincang bincang, akhirnya keluarga aditama pun pulang

__ADS_1


__ADS_2