Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
pertarungan yang singkat


__ADS_3

kini sekarang Asep sudah berjalan keluar di perpus, ia sedikit bingung apa yang harus dilakukan nya sekarang, ia hanya terus berjalan dan tidak lupa membeli minuman botol dingin dengan harga cuma seribu,


lalu ia memutuskan untuk pergi ke taman yang biasa di datangi anak seumurannya untuk bermain, sesampai disana ia memang melihat banyak orang tetapi ia tidak tertarik untuk ikut bermain


kemudian ia melihat ada 2 ayunan yang cukup tua dan berkarat di ujung tempat bermain itu, kemudian ia langsung kesitu dan berniat untuk duduk,


entah kenapa saat Asep duduk angin disana sangat menyejukkan dan tidak terkena matahari, karena dilindungi oleh pohon yang cukup besar dan rindang


“siall, sudah lama aku tidak menikmati angin seperti ini!” ucap Asep yang sedang menikmati segarnya angin


tidak lama Asep duduk datang 3 orang yang berumur sama seperti Asep dan sepertinya mereka akan mengganggu Asep


“hey serahkan uangmu sekarang dan pergilah!” ucap pemimpin dari kelompok itu dengan sedikit menendang tiang ayunan


“sepertinya dia anak baru bos!!” jawab orang yang sebelah kiri. “ya kau benar aku tidak pernah melihatnya” sambung anak sebelah kanan


“maaf aku tidak punya uang, bisakah kau pergi dari sini, kau mengganggu mood ku!” jawab Asep yang membuat ketiga orang itu marah


“serahkan saja uangmu dan kami akan pergi, kau hanyalah anak batu disini!!” ucap Bobby pemimpin ketiga orang itu. “hajar saja bos, dia sudah melawan”. “benar bos” lanjut kedua temannya

__ADS_1


'aku sepertinya sudah terlalu lama hidup dalam kedamaian hingga aku lupa sampah sampah seperti mereka akan selalu ada di dunia ini!!' gumam batin Asep yang perlahan berdiri


“aku sudah lama tidak melatih silat dan taekwondo ku, walaupun kalian pemula kalian sangat cocok untuk latihanku” ucap Asep yang penahan membuka kuda kuda


“dia pasti bohong bos, lihat kuda kudanya saja tidak benar!”. “benar bos, dia tak akan bisa menang, mungkin dia hanya menakuti kita!” ujar kedua anak buah Bobby


“kau benar dia mungkin hanya mulut besar, baiklah aku tidak ingin terlalu keras padanya, ikal lawan dia dan bungkam mulutnya!” Bobby menyuruh salah satu anak buahnya karena ia tidak ingin terlalu keras kepada Asep


“baik bos”


lalu ikal langsung memukul wajah Asep dan Asep melihat pergerakan lambat itu hanya mengincar ke kanan dan menendang perut ikal secara horizontal


Jaja kemudian menendang Asep secara horizontal ke arah perut, karena gerakan yang lambat Asep sudah memasang siku kanannya untuk menangkis serangan itu, dan karena tendangan Jaja lemah tendangannya langsung berbalik saat sudah terkena sikut Asep dan juga terdengar sedikit suara retakan tulang dari kaki Jaja yang menyebabkan Jaja berteriak


Bobby juga melompat ke atas untuk memukul Asep dari atas setelah ia mengorbankan Jaja untuk umpan supaya Asep lengah tetapi Asep sudah mengetahui itu dan dia langsung mempersiapkan tanggannya untuk serangan tinju terkuat, Bobby yang sudah mengarahkan pukulannya tidak sadar kalau Asep sudah siap untuk menahan tinjunya itu dengan tinjunya pula dan


BUUUK


pukulan mereka beradu Asep dari bawah dan Bobby dari atas yang keseimbangannya hilang karena balasan tinju dari Asep, alhasil ia terjatuh secara tengkurap dan tangannya yang memerah karena balasan dari Asep tadi,

__ADS_1


sama seperti kedua temannya Bobby juga berteriak kesakitan walaupun cuma sebentar dan Asep menutup mulut Bobby karena tidak ingin didengar orang


'sepertinya aku harus olahraga fisik, melawan mereka saja tangan dan kakiku cukup sakit!' gumam batin Asep


“tetapi aku sangat bosan karena mereka lemah” ucap Asep yang bahkan bisa didengar ketiganya


kemudian Asep mendekati Bobby yang merintih kesakitan namun tidak bersuara


“hoyy berikan semua uang yang kau ambil dari orang lain!!” ucap Asep dengan nada yang mengerikan


tanpa pikir panjang Bobby langsung membuka sakunya dan memberikan semua uang yang ia ambil dan uang miliknya sendiri,


“jumlahnya Rp 300.000, sepertinya aku terlalu meremehkan mu, mungkin juga kau anak orang kaya, kalau begitu adukanlah kepada orang tuamu tapi jangan bilang kalau aku yang mengambil seluruh uangmu, jika kau memberitahu kau pasti tahu akibatnya” ancam Asep dengan aura yang ingin membunuh


kemudian Asep pergi tanpa apa apa, seolah itu tidak pernah terjadi tapi ia cukup senang karena 300.000 telah berada di kantong miliknya sendiri,


Asep berencana untuk menyimpan 250.000 nya di tabungan pribadi miliknya, yang tidak diketahui siapapun termasuk orang tuanya, tujuan tabungan itu untuk membeli handphone miliknya sendiri, bukan untuk bermain karena jika orang tidak punya handphone maka orang itu akan selalu ketinggalan oleh dunia yang maju ini,


__ADS_1


__ADS_2