
Pagi yang cerah. Pasangan suami istri muda ini berangkat pagi-pagi buta kesekolah untuk menimba ilmu.
Hari ini Satria memaksa Ara untuk berangkat bersama memakai mobil dan bukan motor. Ara setuju dengan satu syarat yaitu berangkat pagi buta supaya sampai dusekolah belum banyak siswa. Sebenarnya Satria malas bangun pagi. Tahu sendiri kan Satria susah bangun.
Sesampainya disekolah Ara keluar terlebih dahulu disusul oleh Satria. Ara berjalan menuju kelasnya sedangkan Satria menuju ruang OSIS. Karena hari ini ada pemilihan ketua OSIS baru hingga anggota OSIS sangat sibuk. Sama halnya dengan Satria. Satria masuk keruang OSIS yang ternyata diruang OSIS sudah ramai. Berbeda dengan hari biasanya.
" Tumben lo dateng sendiri?" Satria hanya melirik tanpa menanggapi
" Songong lo" Lalu pergi begitu saja keluar ruangan
" Kenapa dia?" Tunjuk Alvin pada Renaldi yang baru saja keluar ruangan dengan kesal.
"Katanya sih ditolak siswa baru yang cantik itu" Jawab Bima
" Siapa siswa baru yang cantik?" Tanya Dion yang baru masuk
" Sama yang cantik aja lo nyaut!" Sarkas Alvin
" Ada apaan sih Sat?" Dion merasa bingung
Satria hanya mengedikkan bahunya. Lalu berkutat dengan pekerjaannya lagi menghitung kertas suara bersama yang lainnya.
" Menurut gue Ara lebih cantik daripada Susan. Iya kan?" Beo Bima
Satria menghentikan pekerjaannya dan melirik Bima. Namun Satria hanya diam memperhatikan. Alvin dan Dion langsung melirik Satria takut akan terjadi sesuatu.
" Iya memang sih"
" Kak Ara cantik luar dalam, Aku suka"
" Diem lo bocil!. Nanti pacarnya denger bisa ngamuk. Satu sekolah di obrak abrik" Semua orang melihat kearah Dion termasuk Satria
" Bodoh!" Batin Alvin
"Maksud lo Ara udah punya pacar gitu?" Tanya Bima
Satria menatap Dion dengan tatapan tajam. Dion yang mendapat tatapan itu pun hanya cengir kuda.
" Ehm itu. Dia nolak gue pas gue ngajak jalan. Katanya udah punya pacar. Hehe"
" Kak bukannya pacaran sama Kak Sisil ya?"
" Diem lo bocah, kagak bakalan ngerti lo"
Sementara itu Ara menunggu sendirian di kelas. Belum ada sisiwa yang datang. Walaupun ada.
" Haduh, Kalau saja dia tidak mengajak ku pergi bersama. Pasti gak akan sebosan ini!"
Ara lalu membuka akun medsos nya. Dengan ragu dia mengetik sebuah nama dipencarian. Ara membuka akun medsos milik Budi.
__ADS_1
" Ngapain aku buka akunnya, Ada apa denganku" Ara menghela nafas" Aku Tiara bukan Anastasia!. Buang jauh semua kenangan tentangnya!"
Namun hatinya tidak bisa berbohong. Bukannya kembali malah ia menatap akun medsos Budi. Dia melihat tidak ada postingan baru setelah terakhir Budi memposting kebersamaannya dengan Ana sehari sebelum kejadian itu.
Ara menghela nafas lalu menutupnya. Ara meletakan kepalanya diatas meja melihat ke jendela. Lalu memejamkan matanya.
" Apa yang Kau rencanakan untuk hambaMu yang hina ini"
Ara membuka mata saat seseorang mengusap lembut rambutnya. Lalu Ara duduk dan berbalik melihat siapa yang menyentuhnya.
" Satria" Gummanya pelan. Satria tersenyum tipis lalu pergi. Namun ia berbalik dan menyerahkan jus Alpukat kesukaan Ara. Ara menerima itu lalu melirik kesana kemari takut ada orang yang melihat.
" Tidak ada yang melihat" Lalu pergi begitu saja meninggalkan Ara yang terbengong sembari memegang jus Alpukat.
Alia masuk ke kelas setelah Satria keluar.
Alia berkacak pinggang melihat Ara yang bengong pagi-pagi.
"Ini anak pagi-pagi udah bengong aja!" Alia menghampiri Ara " Ara!. Hallo, Ara. Ra" Alia melambai-lambaikan tangannya didepan Ara.
Kesal dengan Ara. Alia berteriak tepat di telinga Ara.
" ARAAA...!!!"
" Apaan sih!. Bisa budeg kuping ku!" Ara mengusap-ngusap kupingnya yang berdengung karena teriakan Alia.
"Salahkan lah dirimu sendiri" Ara menatap tajam Alia" Jangan menatap ku seperti itu!. Kamu dari tadi aku panggil-panggil gak nyaut-nyaut. Bengong aja kaya orang kesambet!. Mana ini masih pagi lagi. Ihhh" Alia bergidik ngeri membayangkan Ara benar kesambet.
" Gara-gara Satria. Jadi disangka kesambet setan!. Hadeuh" Batin Ara
"Ra" Ara melirik Alia " Kamu mau pilih kandidat nomor berapa?"
" Gak tahu juga sih ya. Aku kan baru disini, kalau kamu gimana?"
" Kalau aku pilih nomor dua saja"
"Kenapa?"
" Karena ganteng. Hahaha" Ara memutar bola matanya jengah
Ara menyeruput jus alpukatnya " Aku pilih siapa yah?.Gimana kalau aku tanya Satria Aja" Batin Ara
Ara
"Nanti pas pemilihan Ketos baru, Aku pilih siapa ya?"
Tidak ada balasan dari Satria. Ara meletakkan HP nya di meja. Lalu menghabiskan jus alpukatnya. Raut kesal Ara terlihat jelas oleh Alia.
" Kaya nya ada yang kesal nunggu chat dari sang pujaan hati" Goda Alia
__ADS_1
" Ich apaan sih!. Siapa juga yang nunggu balasan chat darinya"
" Perasaan aku gak bilang nunggu balasan chat dari pacar kamu tapi nunggu chat dari pacar kamu. Hahahaha" Alia mendelik " Ketahuan kan kesel karena dia gak bales chat kamu Ra" Ara memonyongkan bibirnya
Ting...
Ara langsung menyambar HP nya. Ara tersenyum manis Satria membalas chat nya.
Pangeran Es
" Terserah kamu!"
" Senangnya chat nya dibalas sang pujaan hati" Goda Alia
" Apaan sih" Ara tersipu malu
Ara
"Tapi aku kan baru disini. Gak tahu mana yang bagus. Kasih rekomendasi kek"
Pangeran Es
" Nomor tiga saja"
Ara
" Ok"
...----------------...
Jam pulang sekolah pun tiba. Ara dan Alia bersiap-siap untuk pulang. Ara melirik kearah meja Satria kosong. Satria sudah tidak ada dikelas karena ia harus kembali ke ruang OSIS untuk melakukan penghitungan suara dengan anggota yang lain.
Ting...
Ara membuka HP nya ternyata ada pesan masuk dari Satria. Seketika Ara tersenyum.
Pangeran Es
" Tunggulah dimobil, tidak akan lama. Kuncinya ada didalam mobil. Aku tidak mengunci mobilnya, jadi kamu bisa langsung masuk"
Ara
" Baiklah"
Ara menyimpan HP nya kedalam tas. Lalu pergi bersama Alia
" Kamu duluan saja, aku mau ketoilet sebentar. Mau touch up dulu, Pangeran ku mau jemput"
" Cie cie. Yang mau nge date"
__ADS_1
Ara melambaikan tangannya pada Alia, lalu pergi ke toilet. Setelah selesai dengan urusannya. Ara pergi ke parkiran sekolah. Sesuai dugaan Ara, kini parkiran lumayan sepi. Ara dengan hati-hati masuk ke mobil Satria. Ara duduk disamping kemudi.
Setelah menunggu beberpa saat. Ara mulai bosan, ia memakai headset lalu memutar lagu. Ara menurunkan sandaran kursi mencari posisi yang nyaman. Lalu Ara tertidur