Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
Murid Baru


__ADS_3

Deg...


Bunyi jantung Ara berdetak begitu kencang, begitu pula Satria. Satria mendekatkan wajahnya pada wajah Ara. Lalu Satria memiringkan wajahnya. Jarak wajah mereka sangat dekat. Hanya beberpa centi meter. Hembusan nafas Satria begitu terasa membuat tubuh Ara menegang. Bibir Satria hampir menyentuh bibir Ara dan...


Cklek...


Pintu kamar Ara terbuka. Melihat itu Ara mendorong Satria. Ara duduk dan tersenyum canggung pada seseorang yang telah memasuki kamarnya. Berbeda dengan Satria yang memasang muka datar.


" Apa mama mengganggu kalian?." Tanya Devina melihat gelagat anaknya yang aneh.


" Tidak Ma" Satria menjawab sedangkan Ara tersenyum sambil mengalihkan pandangannya.


Devina tersenyum, ia tahu pasti telah terjadi sesuatu pada pasangan muda itu.


" Owh begitu. Ada Ayah dibawah sudah pulang. Katanya ingin bertemu kalian"


" Ayah udah pulang Ma" Dianggukin Devina


Ara langsung pergi meninggalkan Satria dan Mamanya untuk bertemu dengan Bambang Ayahnya.


Satria lalu berdiri dari duduknya berniat menyusul Ara. Namun langkahnya terhenti oleh perkataan Mertuanya.


" Kalau kalian berduaan itu pintunya dikunci ya" Devina melenggang pergi menysul Ara.


Blush wajah Satria memerah mendengar perkataan mertuanya. Untung tidak ada siapa-siapa disitu. Satria mengusap wajahnya kasar.


" Berarti Mama liat dong. Argh gue malu banget" Satria menggerutu.


...----------------...


Keesokan harinya, Ara dan Satria berangkat Sekolah bersama langsung dari rumah keluarga Wiguna. Namun karena Ara tidak ingin ketahuan anak-anak yang lain Ara meminta turun diperempatan dekat sekolah.


Satria datang lebih awal dari Ara. Keadaan sekolah belum terlalu ramai. Satria pergi menuju ruang Osis, dimana teman temannya sudah menunggu. Karena ini adalah hari Senin maka anggota osis bertugas mendisiplinkan siswa dan siswi sekolah


Ara baru saja sampai di gerbang sekolah. Sebuah tepukan mengagetkannya. Ia langsung menengok kebelakang.


" huft. Tenyata kau!" Ara bernafas lega


"Kamu baru sampai Ra?" Ara mendelik mendengar pertanyaan temannya Alia


" Kelihatannya gimana!"


Alia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Hehe. Baru sampai"

__ADS_1


"Nah tu tahu, nanya lagi. Hadeuh"


Ara dan Alia berjalan menuju kelasnya untuk meletakkan tas mereka. Karena hari ini hari senin jadi seperti biasa akan ada Upacara Bendera.


Saat berjalan dikoridor menuju kelasnya ada seorang siswi menyenggol bahu Ara. Ara terhunyung kedepan namun tidak sampai terjatuh.


" Kamu tidak apa-apa Ra?" Dijawab gelengan oleh Ara "Siapa sih dia, gak punya mata apa. Gimana kalau kamu terjatuh."


" Sudah lah" Ara melanjutkan langkahnya menuju kelas.


" Siapa dia?. Seperti punya dendam pada Tiara!" Batin Ara


Dipojok lorong ada seorang siswa memandang tajam siswi yang dengan sengaja menabrakan bahunya pada Ara.


"Kenapa dia disini?. Punya dendam apa dia pada Ara? " Gummanya


Bell sekolah berbunyi menandakan sebuah perintah untuk seluruh murid dan guru memasuki lapangan. Karena akan diadakan Upacara Bendera seperti biasa.


Upacara berjalan seperti biasanya. Ara dan Alia segera menuju kelasnya setelah upacara dibubarkan. Berbeda dengan Satria, ia harus membantu teman seanggotanya untuk mengurusi murid yang bermasalah. Yang terkena razia, tidak mengikuti upacara dan murid yang terlambat.


Satria berjalan bertiga dengan Alvin juga Dion menuju kelasnya. Lalu mereka berpapasan dengan wali kelas mereka yang membawa seorang murid pindahan. Dia menatap Satria dengan tatapan memuja.


" Sudah selesai tugas kalian?" Tanya Ibu Rianti


" Sudah Bu" Jawab Satria, Alvin dan Dion


Mereka pun mengikuti Ibu Rianti menuju kelasnya. Murid baru itu terus saja tersenyum dan menatap Satria. Satria yang merasa risih pun akhirnya sibuk dengan gadget nya.


Ting...


Ting...


Bunyi Handphone Alvin dan Dion bersamaan. Dion dan Alvin langsung membuka Handphone nya.


Satria Putra


"Kalian harus hati-hati dengan murid baru ini!"


Dion dan Alvin saling pandang, lalu melirik Satria.


Dion Samudra


"Apa maksud mu?"


Alvin Candra

__ADS_1


"Kenapa?"


Satria Putra


"Dia bukan gadis yang baik, dia akan melakukan segala cara untuk menggapai tujuannya"


Alvin Candra


"Lo kenal dia"


Dion Samudra


" Sepertinya lo kenal banget siapa dia!"


Satria Putra


" Nanti di kafe gue jelasin lebih detailnya.


Alvin Candra


"Ok pulang sekolah kita kumpul di kafe lo"


Dion Samudra


"Setuju gue"


Obrolan digrup chat mereka pun berakhir. Mereka masuk kelas dan duduk dibangku masing-masing. Ibu Rianti memperkenalkan seorang murid baru. Ara terkejut melihat siapa yang akan diperkenalkan Wali kelasnya. Namun Ara dengan cepat mengubah air mukanya. Ia tidak ingin gadis yang diperkenalkan Bu Rianti Tahu bahwa Ara terkejut.


" Anak-anak perkenalkan ini murid baru yang akan berada dikelas ini belajar bersama kalian" Banyak yang berbisik memuji kecantikannya tapi tidak dengan Satria, Alvin dan Dion.


" Sudah jangan berisik. Ayo perkenalkan dirimu" Perintah Ibu Rianti


" Salam kenal nama saya Susan Pertiwi usia saya menginjak 18 tahun. Saya pindahan dari SMA NUSANTARA" Susan memperkenalkan diri


" Silahkan duduk dibangku yang kosong"


Susan berjalan menuju meja yang kosong. Tatapannya tertuju pada Ara. Pandangan mereka bertemu, Susan memberikan senyum manisnya pada Ara. Ara membalas senyuman Susan dengan senyum yang dipaksakan.


" Kamu kenal sama dia?" Tanya Alia


" Gak juga" Jawab Ara


" Tapi kalian juga dari sekolah yang sama". Alia terlihat bingung


" Memang kamu kenal sama seluruh murid kelas XII Al?" Alia pun menggeleng lalu tersenyum canggung.

__ADS_1


Jam pelajaran pun dimulai. Hening, namun bukan berarti semua murid fokus pada pelajaran.


Bell jam istirahat pun berbunyi. Semua murid berbondong bondong menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong.


__ADS_2